Mapping Socio-Cultural of The Mad’u and Development of Dakwah in Kota Gorontalo

Pemetaan sosio kultural mad’u Kota Gorontalo dan pengembangan dakwahnya ditulis dengan  metode Penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologi, budaya serta dakwah diterapkan menggunakan interview, observasi, serta dokumentasi terhadap pemerintah kecamatan/desa, Da’i, tokoh agama dan masyarakat yang dipilih. Data empiris menggambarkan lembaga-lembaga dakwah di Kota Gorontalo tidak memiliki peta dakwah.

Dakwah yang dijalankan bersifat instan, monoton, temporer dan tidak didasarkan pada dokumen rencana pengembangannya. Temuan penelitian ini menemukan karakteristik sosio kultur masyarakat Kota Gorontalo terdiri dari masyarakat industrialis dan agraris. Pengembangan dakwahnya difokuskan pada pendekatan Ahsan al-’amal di samping terus mempertahankan Ahsan al-qaul. Bentuk dakwahnya adalah tabligh, tadbir, tatwir, dan irsyad. Kegiatannya berupa ta’lim, taujih, mau’izah, nasihah, irsyad, tadbir, dan tatwir.

selanjutnya http://www.journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/au/article/view/1805/1123

Efektivitas Dakwah melalui Program Kuliah Subuh di Muhammadiyah Kota Gorontalo

Dakwah perlu dikembangkan dengan proses perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan yang sudah ditetapkan terlebih dahulu  secara  sistematis, yang dalam konteks modern dinamakan  manajemen  dakwah. Aktivitas dakwah salah satunya  yakni  kuliah subuh yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Kota Gorontalo. Organisasi tentu bertujuan mencapai hasil yang lebih baik dan tidak gagal. Oleh karena itu perlu terorganisir dengan yang baik. Atas dasar ini peneliti melakukan penelitian terkait efektivitas dakwah melalui program kuliah subuh yang diadakan oleh Muhammadiyah Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan dakwah, sosiologi dan manajemen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, interview dan dokumentasi. Sedangkan keabsahan data mengunakan teknik triangulasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keefektifan proses dakwah pada program kuliah subuh Muhammadiyah Kota Gorontalo, serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat program ini.

Hasil penelitian bahwa dakwah melalui program kuliah subuh di Muhammadiyah Kota Gorontalo berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Adapun program ini memiliki alur perencanaanya itu bermusyawarah dalam membentuk program kerja yang efektif dan efisien, pengorganisasian sesuai dengan struktur organisasi pada umumnya, penggerakkan dalam dakwah kuliah subuh di Muhammadiyah Kota Gorontalo ada dua bagian yakni internal dan eksternal, evaluasi secara umum suatu proses untuk menentukan atau membuat keputusan sejauh mana tujuan program yang telah tercapai. Adapun faktor penghambat hanya terdapat pada cuaca yang kurang mendukung dan alamat yang sulit untuk ditemukan, karena yang meminta orang berbeda sehingga alamat pun berbeda-beda. Adapun faktor pendukung terdapat pada komitmen para pengurus organisasi Muhammadiyah Kota Gorontalo, jamaah kuliah subuh itu sendiri dan biaya/dana, serta dari kalangan pemerintah setempat.

selanjutnya https://www.journal.walisongo.ac.id/index.php/dakwah/article/view/5219/2749

Jurnalistik Dalam Kemasan Dakwah

Dakwah Islam dalam perkembangannya mengalami dinamika yang beragam, baik yang ditentukan oleh subyek dakwah (da’i) maupun realitas obyek (mad’u) Gerakan dakwah saat ini dan yang akan datang dihadapkan pada kondisi social yang berkembang sehingga secara otomatis menuntut pola pengembangan gerakan dakwah yang sistematis, baik secara teoritis maupun secara aplikatif. Dakwah bil qalam atau dakwah dengan menggunakan pena, dalam hal ini aktifitas tulis-menulis (jurnalistik). Dakwah bil qalam selayaknya membutuhkan keseriusan bagi para da’i jika dibandingkan dengan dakwah bil lisan. Alasan utamanya adalah untuk masa sekarang ini manusia cenderung memanfaatkan media (media massa) dalam mencari berbagai informasi yang dibutuhkan, disamping itu media tulisan dapat tersimpan dalam jangka waktu yang lama sehingga bisa menjangkau obyek yang banyak. Berdakwah melalui media massa (koran, majalah, dll, atau disebut juga surat kabar) mempunyai cara dan karakteristik tersendiri, berbeda dengan berdakwah pada media lainnya, Surat kabar adalah salah satu komunikasi masyarakat pembaca yang sangat besar pengaruhnya terhadap pembacanya. Oleh karena itu menulis pesan-pesan dakwah dalam sebuah koran maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu tulisan bemuansa dakwah itu akan dikonsumsikan kepada media apa, apakah media pers khusus Islam atau pers umum. Menulis dakwah untuk media pers khusus Islam memiliki teknik dan era yang sedikit berbeda dengan menulis di media pers UU.

Perkembangan teknologi informasi saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Beragam media komunikasi bersaing dalam memberikan informasi tanpa batas. Dunia kini dan sedang berubah, bergulir dalam proses revolusi informasi dan komunikasi yang melahirkan peradaban baru, sehingga mempermudah manusia untuk saling berhubungan serta meningkatkan mobilitas sosial. Tak pelak, masyarakat saat ini telah berubah menjadi masyarakat yang sangat bergantung pada teknologi. Perkembangan ini tidak selalu membawa dampak positif dalam kehidupan manusia, bahkan sebagian kaum akademisi dan para pakar justru mengkhawatirkan dampak negatif yang dibawa arus kemajuan teknologi informasi saat inl. Di sisi lain, hal ini dapat menjadi media efektif untuk perbaikan atau pemaslahatan manusia ke arah yang lebih baik dan maju. Termasuk menjadi media efektif dalam pengembangan agama (Islam) atau secara khusus pengembangan dakwah. Dakwah Islam dalam perkembangannya mengalami dinamika yang beragam, baik yang ditentukan oleh subyek dakwah (da’i) maupun realitas obyek (mad’u) Gerakan dakwah saat ini dan yang akan datang dihadapkan pada kondisi social yang berkembang sehingga secara otomatis menuntut pola pengembangan gerakan dakwah yang sistematis, baik secara teoritis maupun secara aplikatif. 1 Dakwah merupakan instrumen penting bagi umat Islam saat ini, dikala manusia modem dilanda kegersangan spiritual, dekadensi moral, rapuhnya akhlak, korupsi dan manipulasi yang merajalela, ketimpangan sosial, kerusuhan, serta krisis kemanusiaan yang lainnya. Ironisnya, ranah dakwah hanya berputar-putar pada bentuk/metode dakwah melalui mimbar (bil khitabah) dan sedikit saja dakwah melalui aplikasi ajaran dalam kehidupan yang nyata (dakwah bil hal). Sementara masih sangat jarang pemberdayaan dakwah melalui tulisan (dakwah bil qalam) pada media cetak khususnya, kecuali dilakukan oleh segelintir orang saja. Padahal, efektifitas dakwah melalui tulisan sangat baik saat ini dibanding dakwah melalui mimbar, dimana manusia modern sudah semakin sulit untuk menyiapkan waktu mendengarkan ceramah agama atau dakwah mimbar.

Dakwah dengan pena bisa menjadi sebuah kekuatan Islam untuk meningkatkan pengetahuan dan pengamalan umat tentang kompleksitas ajaran. Juga dapat menjadi “pedang jihad” dalam melawan musuh-musuh Islam. Kustadi Suhandang berpendapat bahwa melalui aktifitas jurnalis, komunikator dapat mengubah sikap, sifat, pendapat dan perilaku ke arah yang diinginkan.2 Jurnalistik islami atau jurnalistik dakwah adalah proses meliput, mengolah dan menyebarluaskan berbagai peristiwa dengan muatan nilai-nilai Islam dengan mematuhi kaidah-kaidah jurnalistik dan norma-norma yang bersumber dari Alquran dan Sunnah.3 Jurnalistik Islami memiliki peluang strategis membangun opini masyarakat yang berorientasi pada pemberitaan tentang ajaran Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber stimulus memperbaiki aqidah, syariah dan akhlaq.4 Ini menjadi peluang bagi jurnalis Islam dalam pengembangan dakwah masa depan.

Selanjutnya http://103.55.216.56/index.php/tabligh/article/view/341/312

Media dan Perubahan Sosial Budaya

Media memainkan peran penting dalam proses perubahan sosial-budaya dalam masyarakat. Dengan dukungan teknologi, media telah membantu mematahkan jarak antara makrososial dan mikrososial juga antaramakrobudaya dan mikrobudaya. Media membawa tema-tema publik ke dalam lingkungan privat tempat ia memasuki dan dipengaruhi oleh kondisi, orientasi dan kebiasaan lokal. Tulisan ini mencoba mengkaji bagaimana peran media dalam proses perubahan sosial dan budaya di masyarakat. Dapat disimpulkan, peran tersebut terletak pada kemampuan media dalam menanamkan the pictures in our heads, mendasari respon dan sikap khalayak terhadap berbagai obyek sosial.

Perubahan teknologi menempatkan komunikasi di garda paling depan  dari  perubahan  sosial. Dalam konteks mediasi teknologi media berperan dalam membentuk  cara  manusia  berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain. Teknologi media, layaknya sebuah struktur, membatasi apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh  manusia.  Ini  terjadi  tak  lain  karena  tiap  medium  memiliki  kemampuan teknis yang berbeda dalam menyampaikan teks, suara atau gambar. Media  memiliki  implikasi  pada  keseimbangan  penggunaan  indra manusia. Misalnya  media  cetak  yang  hanya  bisa  menyampaikan  teks  dan gambar diam lebih memfungsikan indra mata. Sedangkan radio memaksimalkan fungsi indra telinga. Media   merupakan   elemen   penting   yang   menjadi   pangkal   dari   perubahan  sosial.  Media  dilihat  sebagai  kekuatan  sosial  dari  luar  yang  masuk  (atau  dimasukkan)  ke  dalam  situasi  sosial  tertentu  dan  mengakibatkan  efek  perubahan  beruntun.  Media  yang  telah  menciptakan  “Jalan  bebas  hambatan”  tidak  hanya  menciptakan  ekonomi  global,  tetapi  juga  mengaburkan  batas-batas  sosial   budaya,   karena   dunia   yang   dibangun   sekarang   ini   tidak   mungkin   dipertahankan  kedaulatan  atas  informasi,  sebab  “informasi  dan  alurnya  juga  meliputi  langit  bebas,  dipergunakan  secara  bersama-sama.  Budaya,  sebagai  identitas sebuah masyarakat, tidak luput dari pengaruh media tersebut.

Dengan  dukungan  teknologi,  media  telah  membantu  mematahkan  jarak   antara   makrososial   dan   mikrososial   juga   antara   makrobudaya dan mikrobudaya.  Media  membawa  tema-tema  publik  ke  dalam  lingkungan  privat tempat  ia  memasuki  dan  dipengaruhi  oleh  kondisi,  orientasi  dan  kebiasaan lokal.  Oleh  karena  itu  dunia  publik  telah  dibangun  kembali  dalam  zaman elektronika (media), baik secara teknologi, maupun sosial budaya. Dalam  tulisan  ini  penulis  berupaya  menyajikan  peran  media  dalam proses  perubahan  sosio-kultural,  khususnya  terkait  dengan  paradigma  media terhadap  perubahan  sosial  budaya  dan  implikasi  media  terhadap  perubahan sosial budaya.

Selanjutnya

http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/fa/article/view/787/586

Prodi MD Meluluskan 4 Mahasiswa di Awal Tahun 2021

Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) IAIN Sultan Amai Gorontalo melahirkan sarjana baru yang ditandai dengan dilaksanakan Yudisium Gelombang 2 yang dilaksanakan pada Rabu 17 Februari 2021. Proses pembacaan keputusan keluluasan itu dilaksanakan di Ruang Aula FUD dengan penerapan protokol kesehatan Covid 19.

Sebanyak 40 Mahasiswa yang di Yudisium, terdiri dari 5 Jurusan, yakni Manajemen Dakwah (S1), Sosiologi Agama (S1), Komunikasi dan Penyiaran Islam (S1), Akidah Filsafat Islam (S1), Pemiran Politik Islam (S1). Prodi MD meluluskan 4 mahasiswa/i yakni Rizki Kurniawan, Kaisal, Rina Kasim dan Muhammad Iqbal.

Dari Acara Yudisium tersebut, beberapa dari mahasiswa yang telah diumumkan lulus, hanya bisa mengikuti acara Yudisium secara Online dikarenakan masalah kesehatan. Disamping Itu dalam acara tersebut diumumkan 3 mahasiswa yang meraih Nilai tertinggi di tingkat Fakultas.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah Bapak Dr. Mashadi Maili,M.Si berharap, mahasiswa yang sudah lulus dan mendapat gelar dapat berkontribusi kepada bangsa. Gelar sarjana harus mampu bermanfaat bagi, dirinya, lingkungan dan masyarakat luas.

“Pesan saya, lulus kuliah bukan berarti kita berhenti belajar. Selanjutnya kalian akan menghadapi Kehidupan yang sesungguhnya setelah dari kampus. tetap jaga nama baik almamater IAIN khususnya Fakultas Ushuluddin,”ujarnya.

Yudisium sendiri disaksikan oleh seluruh Ketua-Ketua Jurusan, Dosen, dan Staf Fakultas Ushuluddin dan dakwah.

Kedepan, untuk pelaksanaan Wisuda akan melihat situasi dan kondisi terkait dengan Perkembangan Penyebaran Covid 19. (fhr)

Alumni MD Angkatan ke 2, Lulus S2 di Yogyakarta

Budi Nurhamidin, ia adalah alumni mahasiswa jurusan manajemen dakwah angkatan 2014 dan telah menyelesaikan pendidikan strata 1 pada tahun 2018. Selama menempuh pendidikan strata 1, Budi banyak mendapatkan pengalaman yang menambah wawasannya, dan juga ilmu tentang manajemen dan juga tentang dakwah.

Selama menempuh pendidikan selama 4 tahun itu juga budi memiliki kesan terhadap jurusan MD, yakni beliau mengatakan “banyak, terutama terkait pembentukan mental dan kesadaran kritis terkait pentingnya manajerial terkait dakwah, terutama di era globalisasi saat ini”. Dan beliau juga menambahkan pesan terhadap jurusan MD agar lebih baik kedepannya “lebih ditingkatkan lagi terkait pelatihan dakwah dan aksi lapangan (bakti sosial dan lain sebagainya), karena di  era ini perlunya ada kesinambungan antara teori dan praktek agar bisa meningkatkan kapasitas mahasiswa MD” ucap Budi.

Setelah selesai menyelesaikan pendidikan strata 1 pada tahun 2018, Budi langsung melanjutkan pendidikan strata 2 atau S2 di UIN SUNAN KALIJAGA dengan mengambil jurusan Interdisipliner Islamic Studies konsentrasi Islam, Pembangunan dan Kebijakan Publik. Dan akhirnya dapat menyelesaikan Studi S2 selama 3 tahun, tahun 2021 ini dia telah berhasil menyelesaikan studinya. Pada akhir pembicaraan, Budi memiliki pesan atau motivasi bagi adik-adik MD yakni “TERUS BERPROSES DAN KEMBANGKAN JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH”. (ibn)

Pemilihan Ketua Da’watun dan Pelatihan Softskill Mahasiswa

Da’watun di bawah koordinasi Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah mengadakan pelatihan dan open recruitment kepengurusan Da’watun tahun 2020-2021 bagi teman-teman mahasiswa jurusan manajemen dakwah. Pada training kali ini juga memberikan kesempatan kepada seluruh calon pengurus Da’watun untuk mampu memahami dan mengetahui apa saja biidang-bidang yang ada di Da’watun tersebut. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada 1 Februari 2021 bertempat di Gedung Fakultas Usuludin dan Dakwah.

Dalam kegiatan pelatihan ini juga banyak di hadiri oleh mahasiswa dan mahasiswi jurusan manjemen dakwah, baik dari semester 1, 3, 5, dan 7. Yang dimana semester 1 disini yang lebih di utamakan untuk ikut patihan ini, karena mereka lah nanti yang akan meneruskan tongkat estapet dari Da’watun ini, tetapi juga banyak kakak-kakak semester atas yang juga antusias untuk mengikuti pelatihan Da’watun ini, karena di kegiatan ini banyak materi-materi yang bisa menambah wawasan kita seputar ilmu teknologi.

Melalui pelatihan Da’watun ini, diharapkan dapat memberikan ilmu-ilmu teknologi maupun ilmu-ilmu pengetahuan bagi mahasiswa dan mahasiswi jurusan manajemen dakwah, sehingga mereka kelak mampu mempraktekkan ilmu yang mereka dapatkan di pelatihan Da’watun ini.

(knj)

MD Penggalangan Dana untuk Banjir di Kota Manado

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa titik di manado (Sulawesi Utara) mengundang keprihatinan dan empati dari para mahasiswa jurusan Manajemen Dakwah. Mahasiswa dari jurusan manajemen Dakwah pun menggelar aksi kepedulian penggalangan dana untuk membantu meringankan beban penderitaan para korban bencana di manado, Senin, (25/01/2021).

Aksi penggalangan dana ini dilakukan di satu titik aksi yakni di perempatan masjid baiturrahim kota Gorontalo, aksi penggalangan dana berlangsung selama 3 hari.

Ketua HMJ Manajemen Dakwah, mengatakan bahwa kegiatan ini untuk mewadahi mahasiswa dan seluruh masyarakat Gorontalo yang ingin berdonasi dan ingin membantu korban bencana banjir di Manado.

Dana yang terkumpul semuanya berjumlah Rp 3.570.700,00 dan hasil penggalangan dana tersebut disalurkan kepada korban bencana alam di Manado melalui relawan rumah kami peduli.
(jlh)

Ketua Jurusan Manajemen Dakwah Mengapresiasi Kegiatan MD Day 2020

Sabtu, 19 Desember 2020 telah dilaksanakan kegiatan tahunan yang hanya ada di jurusan manajemen dakwah yakni MD DAY. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang paling dinanti nantikan setiap mahasiswa di setiap semester, kenapa? Karena di MD DAY ini seluruh mahasiswa jurusan manajemen dakwah akan bersenang senang, dimana di kegiatan ini akan hanya disi dengan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan seperti jalan pagi, senam bersama, dan juga games games seru lainnya. Di kegiatan ini tidak ada penerimaan materi materi secara terus menerus hanya aka nada pemberian kata sambutan sekaligus penguatan penguatan khususnya bagi mahasiswa semester 1 yang diberikan oleh ketua jurusan Bapak Dr. Andries Kango, M.Ag.

Kemudian Setelah selesai pemberian kata sambutan dan penguatan penguatan yang berikan oleh ketua jurusan, selanjutnya kembali di lanjutkan dengan kegiatan selanjutnya. Pada kegiatan ini juga ketua jurusan menyampaikan bahwa kegiatan ini wajib di ikuti seluruh mahasiswa jurusan manajemen dakwah, baik semester 1, 3, 5, bahkan semester 7, karena di kegiatan inilah tali silaturahmi antar setiap semester itu akan terjalin, dan itu harapan dari ketua jurusan manajemen dakwah terhadap kegiatan MD DAY tersebut.

Setelah serangkaian kegiatan telah selesai terlaksana, maka sampailah pada kegiatan puncak dari MD DAY yakni pada waktu malam hari yaitu acara makan bersama sekaligus nonton bareng video pendek karya mahasiswa jurusan manajemen dakwah sendiri, pokoknya SERU…..lah kegiatan MD DAY ini.

Dan juga ketua jurusan manajemen dakwah hadir pada saat acara makan makan tersebut, dan beliau mengapresiasi usaha mahasiswa manajemen dakwah dalam mengsukseskan kegiatan MD DAY tahun 2020 ini, dan juga beliau sangat bangga terhadap mahasiswa jurusan manajemen dakwah karena mampu menghasilakan video pendek karya mahasisiwa jurusan manajemen dakwah tahun ini, dan juga beliau berharap untuk kegiatan MD DAY berikut berikutnya akan ada kejutan kejutan lagi.

Musyawarah Besar Organisasi Mahasiswa HMJ MD MUSHIM II 2020

Senin 20 Desember 2020 dilaksanakan Musyawarah Besar mushim II (Mubes) Organisasi Mahasiswa Manajemen dakwah (MD). Mubes adalah salah satu program kerja Badan eksekutif Mahasiswa yang dilaksanakan satu kali dalam setahun. Mubes tahun 2020 dihadiri oleh 46 peserta dan dibuka oleh bapak Dr. Andries Kango M.Ag.Acara pertama ialah pembacaan pleno I yaitu pembacaan tata tertib mubes pada pukul 08.30 kemudian Acara dilanjutkan ke pleno II pada pukul 13.15 dengan pembahasan AD/ART Badan eksekutif Mahasiswa yang menghasilkan beberapa perubahan, salah satunya ialah perubahan dalam pembuatan surat menyurat, Selanjutnya dilanjutkan dengan pembahasan laporan pertanggung jawaban pengurus tahun periode 2019-2020 pada sidang pleno III pada pukul 15.30 laporan di sampaikan oleh segenap pengurus HMJ MD dalam hal ini di wakilkan oleh Arya Dwi Putra sebagai perwakilan HMJ MD untuk menyampaikan seluruh kelebihan dan kekurangan kepengurusan periode 2019-2020.
Pada pukul 19.15, yaitu acara puncak degan di pilihnya presidium sidang pleno IV yang dipimpin oleh Arianto S. Panambang, maka acara terakhirpun dimulai. Selanjutnya pimpinan sidang mempersihlakan kandidat/calon ketua HMJ MD periode 2020-2021 untuk berdiri di depan forum untuk menyampaikan visi dan misi masing-masing, pada nomor urut satu yaitu Moh Sigit uleman, nomor urut 2 yaitu Kenji Tribuana Pukolo, dan nomor urut 3 yaitu Marlina Karim. Ketiga calon menyampaikan visi dan misi mereka. Kemudian setelah penyampaian visi dan misi selanjutnya acara di lanjutkan degan pemilihan ketua HMJ MD yang di lakukan secara demokrasi, setelah itu pembacaan poting mulai dibacakan sadari awal Kenji memimpin point yang disusul oleh Sigit yang kemudian lagi point kenji terus meningkat dan akhirnya kertas terakhir keluar yang tandanya pembacaan kertas suara telah usai yang berakhir degan point nomor urut satu dua belas point, nomor urut dua 32 dan nomor urut tiga mendapat dua point dan acara pun dituup degan terpilihnya ketua HMJ MD periode 2020-2021 yaitu Moh Kenji Tribuana Pukolo. (sgt)