
Pemetaan sosio kultural mad’u Kota Gorontalo dan pengembangan dakwahnya ditulis dengan metode Penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologi, budaya serta dakwah diterapkan menggunakan interview, observasi, serta dokumentasi terhadap pemerintah kecamatan/desa, Da’i, tokoh agama dan masyarakat yang dipilih. Data empiris menggambarkan lembaga-lembaga dakwah di Kota Gorontalo tidak memiliki peta dakwah.
Dakwah yang dijalankan bersifat instan, monoton, temporer dan tidak didasarkan pada dokumen rencana pengembangannya. Temuan penelitian ini menemukan karakteristik sosio kultur masyarakat Kota Gorontalo terdiri dari masyarakat industrialis dan agraris. Pengembangan dakwahnya difokuskan pada pendekatan Ahsan al-’amal di samping terus mempertahankan Ahsan al-qaul. Bentuk dakwahnya adalah tabligh, tadbir, tatwir, dan irsyad. Kegiatannya berupa ta’lim, taujih, mau’izah, nasihah, irsyad, tadbir, dan tatwir.
selanjutnya http://www.journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/au/article/view/1805/1123





Sabtu, 19 Desember 2020 telah dilaksanakan kegiatan tahunan yang hanya ada di jurusan manajemen dakwah yakni MD DAY. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang paling dinanti nantikan setiap mahasiswa di setiap semester, kenapa? Karena di MD DAY ini seluruh mahasiswa jurusan manajemen dakwah akan bersenang senang, dimana di kegiatan ini akan hanya disi dengan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan seperti jalan pagi, senam bersama, dan juga games games seru lainnya. Di kegiatan ini tidak ada penerimaan materi materi secara terus menerus hanya aka nada pemberian kata sambutan sekaligus penguatan penguatan khususnya bagi mahasiswa semester 1 yang diberikan oleh ketua jurusan Bapak Dr. Andries Kango, M.Ag.