Pengabdian Masyarakat Internasional: Kajian Keislaman kepada Santri Narapidana di Pondok Barokah Qodiri Syah Ala Kuala Lumpur Malaysia

Gorontalo, 2024 – Dalam rangka memperluas dampak dakwah dan pengabdian kepada masyarakat, Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo mengadakan kegiatan kajian keislaman bagi santri narapidana di Pondok Barokah Qodiri Syah Alam, sebuah lembaga pembinaan narapidana yang berfokus pada pendidikan agama Islam dan pembentukan karakter. Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman agama yang lebih mendalam kepada para narapidana yang berada di dalam proses rehabilitasi, serta untuk menguatkan moralitas dan spiritualitas mereka.

Kegiatan kajian keislaman ini adalah bagian dari Program Pengabdian Masyarakat yang bertujuan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, khususnya para santri narapidana yang tengah menjalani masa pemulihan. Dengan tema “Meningkatkan Pemahaman Keislaman dan Moralitas melalui Pembinaan Keagamaan”, kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak Pondok Barokah Qodiri Syah Alam, yang merupakan salah satu pondok pesantren yang turut serta dalam pembinaan para narapidana.

Tujuan Pengabdian Masyarakat Internasional

Pengabdian masyarakat ini memiliki beberapa tujuan utama yang sangat penting dalam proses rehabilitasi dan pembinaan santri narapidana, antara lain:

  1. Memberikan Pemahaman Keislaman yang Lebih Mendalam
    Salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan kajian keislaman yang lebih mendalam kepada para santri narapidana. Dengan memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai ajaran Islam, diharapkan para narapidana dapat memperoleh pencerahan dan motivasi untuk memperbaiki diri serta mengubah pandangan hidup mereka ke arah yang lebih baik.
  2. Meningkatkan Kualitas Moral dan Spiritual
    Dalam proses pembinaan narapidana, aspek moral dan spiritual sangat penting untuk membangun karakter yang lebih baik. Kajian keislaman yang diberikan dalam kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai agama yang dapat membimbing para santri dalam menjalani kehidupan yang lebih baik setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan.
  3. Membantu Rehabilitasi Mental dan Emosional Narapidana
    Kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu proses rehabilitasi mental dan emosional santri narapidana. Dengan pemahaman agama yang baik, diharapkan para santri dapat lebih memahami pentingnya taubat, perubahan diri, dan hidup dengan penuh rasa syukur.
  4. Menyebarkan Nilai Islam yang Damai dan Menyatu dengan Masyarakat
    Salah satu tujuan pengabdian masyarakat internasional ini adalah untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam yang damai, toleran, dan dapat diterima di lingkungan masyarakat luas. Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa agama Islam tidak hanya mengajarkan ritual ibadah, tetapi juga membentuk pribadi yang berbudi luhur, penuh kasih sayang, dan dapat diterima oleh masyarakat.
  5. Mengembangkan Keterampilan Dakwah Mahasiswa
    Sebagai bagian dari program pengabdian, mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dakwah mereka melalui interaksi langsung dengan para santri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan manajerial dalam konteks dakwah yang aplikatif.

Pelaksanaan Kegiatan Kajian Keislaman

Kegiatan kajian keislaman dimulai pada pagi hari dengan sambutan hangat dari pihak Pondok Barokah Qodiri Syah Alam yang diwakili oleh pengasuh pondok, Ustadz Ahmad Zainudin, yang menyampaikan apresiasi kepada Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo atas partisipasi mereka dalam memberikan kajian keislaman kepada para santri narapidana. “Kami sangat menghargai program pengabdian ini karena ini adalah kesempatan yang langka bagi para santri untuk mendapatkan ilmu agama yang lebih mendalam. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi titik balik bagi mereka untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah keluar nanti,” ujar Ustadz Zainudin.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan kajian pertama yang dibawakan oleh Dr. Andries Kango M.Ag, Dekan di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo, yang mengangkat tema “Islam sebagai Solusi Kehidupan: Dari Pemulihan Diri Menuju Kebaikan”. Ustadz Abdurrahman menjelaskan tentang pentingnya pemahaman ajaran Islam yang holistik, yang mencakup aspek ibadah, muamalah, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga memberikan penjelasan mengenai konsep taubat dalam Islam dan bagaimana taubat dapat menjadi sarana untuk memulai kehidupan baru yang lebih baik.

Dalam kajian ini, Ustadz Abdurrahman mengajak para santri untuk merefleksikan diri dan memahami bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik, tidak peduli masa lalu mereka. “Islam mengajarkan kita untuk selalu berusaha memperbaiki diri, dan taubat adalah jalan utama untuk kembali ke jalan yang benar,” ujar beliau.

Setelah kajian pertama, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif, di mana para santri diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada Ustadz Abdurrahman. Diskusi ini berlangsung dengan sangat antusias, di mana para santri mengungkapkan pertanyaan seputar topik kajian dan mendapatkan jawaban yang membimbing mereka dalam menjalani proses perubahan.

Sesi Selanjutnya: Pengembangan Karakter melalui Dakwah

Pada sesi berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan kajian “Mengembangkan Karakter melalui Dakwah: Dari Pembinaan Diri Menjadi Agen Perubahan”, yang dibawakan oleh Ustadz H. Muhammad Yusuf, seorang praktisi dakwah yang telah berpengalaman dalam melakukan pembinaan kepada berbagai kalangan masyarakat. Ustadz Yusuf membahas bagaimana dakwah tidak hanya terbatas pada penyampaian ilmu agama, tetapi juga bagaimana dakwah dapat menjadi sarana untuk memperbaiki diri dan mengubah karakter menjadi lebih baik.

Dalam sesi ini, Ustadz Yusuf menekankan pentingnya akhlak dalam kehidupan dakwah, serta bagaimana seorang da’i (pendakwah) harus dapat menjadi teladan yang baik dalam perbuatan dan perkataan. “Dakwah yang sesungguhnya adalah dakwah yang bisa mengubah diri kita terlebih dahulu sebelum mengubah orang lain,” ujarnya.

Sesi ini diikuti dengan simulasi dakwah, di mana para santri diajak untuk berlatih menyampaikan pesan-pesan dakwah secara sederhana dan efektif. Meskipun para santri merupakan narapidana, mereka diajak untuk melihat diri mereka sebagai agen perubahan yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan. Simulasi ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan berbicara di depan umum, yang juga sangat berguna dalam kehidupan mereka setelah masa hukuman selesai.

Penutupan dan Harapan ke Depan

Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditutup dengan sambutan penutupan dari Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo, yang mengucapkan terima kasih kepada pihak Pondok Barokah Qodiri Syah Alam atas kerja sama yang baik selama pelaksanaan kegiatan. Beliau juga berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi kolaborasi lebih lanjut antara Fakultas Ushuluddin dan Dakwah dengan lembaga-lembaga pembinaan narapidana lainnya, untuk terus memberikan kontribusi positif dalam pembinaan mental dan spiritual para narapidana.

Para santri juga mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam atas kegiatan ini. Salah seorang santri, Budi, menyampaikan, “Kami merasa diberi kesempatan yang sangat berharga untuk mendapatkan ilmu agama yang lebih dalam. Semoga ilmu yang kami dapatkan hari ini dapat membantu kami untuk menjadi pribadi yang lebih baik.”

Dampak Positif Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian masyarakat berupa kajian keislaman ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi para santri narapidana. Selain memperdalam pemahaman agama, kegiatan ini juga memberikan mereka semangat baru untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik, penuh harapan, dan berkomitmen untuk perubahan. Dengan adanya program pengabdian seperti ini, diharapkan para santri narapidana dapat menjalani proses rehabilitasi dengan lebih maksimal dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan karakter yang lebih baik.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dan dakwah memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan setiap individu, termasuk mereka yang sedang dalam proses pemulihan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya bagi narapidana yang tengah berusaha untuk memperbaiki diri.

Kompetensi Karyawan Terhadap Peningkatan Kinerja Pada PT. Taspen (Persero) KCU Makassar

Suatu organisasi dibentuk untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Keberhasilan suatu organisasi ditentukan oleh kemampuannya mencapai tujuan yang telah  ditetapkan sebelumnya. Keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan sangat ditentukan oleh kinerja organisasi yang sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal organisasi. Faktor eksternal adalah segala sesuatu yang berada di luar organisasi, namun mempunyai pengaruh besar terhadap organisasi. Kecenderungan global  yang  semakin kompetitif berpengaruh kuat terhadap budaya organisasi. Apabila organisasi tidak mampu merespons pengaruh globa akan berdampak pada kesulitan organisasi.

Demikian pula kecenderungan pertumbuhan demografis, sosial, ekonomi dan politik didalam negeri berpengaruh terhadap kinerja organisasi. Faktor internal organisasi disamping didukung oleh sumber daya yang diperlukan untuk mewujudkan kinerja organisasi, maka yang sangat besar peranannya adalah budaya organisasi yang dianut segenap sumber daya manusia dalam organisasi. Kinerja dalam organisasi merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Para atasan atau manajer sering tidak memperhatikan kecuali sudah amat buruk atau segala sesuatu jadi serba salah. Terlalu sering manajer tidak mengetahui betapa buruknya kinerja telah merosot sehingga perusahaan / instansi menghadapi krisis yang serius. Kesan – kesan buruk organisasi yang mendalam berakibat dan mengabaikan tanda – tanda peringatan adanya kinerja yang merosot.

selanjutnya http://103.76.50.195/PBAR/article/view/10529/6113

Review of the Secretary’s Tasks in Improving Work Effectiveness at the Departement of Labor, Makassar City

Perkembangan keilmuan dan perkembangan kegiatan organisasi instansi pemerintah dan swasta. Menjadi seorang sekretaris yang profesional merupakan tantangan sekaligus peluang yang baik bagi tenaga sekretaris, karena menjadi sekretaris bukanlah hal yang mudah, melainkan harus dicapai dengan kapabilitas dan kapabilitas yang tinggi. Proses pencapaian tujuan dalam suatu organisasi sangat dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Dalam hal ini seorang Head of Service, yang bertanggung jawab penuh atas jalannya organisasi. Dalam menjalankan tanggung jawabnya yang besar, seorang pemimpin dibantu oleh seorang sekretaris. Sekretaris tidak hanya bertugas menangani kesekretariatan tetapi juga sebagai media antara pimpinan dan bawahannya. Tanpa sekretaris, aktivitas yang melibatkan pimpinan dan korespondensi akan terabaikan. Untuk mencapai tujuan kerja yang efektif diperlukan gambaran yang baik dan teratur, tanpa adanya pekerjaan yang efektif suatu pekerjaan sulit untuk terwujud.

selanjutnya http://103.76.50.195/PBAR/article/view/8837/5132

The Effect of Motivation and Leadership Behavior on The Performance of Employees of The Industry and Trade Service in Makassar City

Sumber daya manusia memiliki peran utama dalam setiap kegiatan perusahaan dan pemerintah, sedangkan sumber daya dan infrastruktur serta sumber daya lainnya, tanpa sumber daya manusia, perusahaan atau lembaga tidak akan berjalan dengan baik. Dengan demikian sumber daya manusia menjadi kunci yang harus diperhatikan dalam segala kebutuhannya. Sumber daya manusia akan menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan perusahaan. Capaian kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Makassar yang rendah berdasarkan indikator persetujuan penyerapan berada di bawah 40% yaitu 35,77 persen. Hal ini disebabkan kinerja pegawai berdasarkan indikator khusus yang dikeluarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Penilaian Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil). Tingkat pertemuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Makassar, Januari-Desember 2015 rata-rata PNS 38%, tidak ada 50%, sakit 12% dari total PNS 68 orang. Di bawah rata-rata 49%, mangkir 43%, sakit 7% dari total jumlah karyawan kontrak 32 orang.

Rendahnya kinerja pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Makassar. Motivasi merupakan dorongan pada diri seseorang yang akan mendorong berprestasi dan akan memberikan rasa puas terhadap pekerjaannya. Pemberian motivasi kepada pegawai merupakan salah satu faktor penting yang dapat menentukan keberhasilan suatu instansi dalam mencapai kinerja pegawai yang dapat meningkatkan kinerja. Setiap karyawan memiliki motivasi dalam bekerja, ada yang meminta penghargaan dan ada yang menginginkan kepuasan dalam melakukan pekerjaan yang hanya bisa diterima sendiri. Penjelasan sumber motivasi dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu sumber motivasi dari diri sendiri (intrinsik) dan sumber motivasi dari luar (ekstrinsik).

selanjutnya https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=3515051

Discourse and Power in Religious Social Practices of the Gowa Highland Society

Masyarakat Kabupaten Gowa tersebar di dua wilayah besar yaitu masyarakat yang mendiami dataran rendah dan dataran tinggi. Masyarakat yang mendiami dataran tinggi cenderung homogen, baik dari segi bahasa maupun etnis adalah Makassar. Homogenitas masyarakat juga tercermin dari aspek agama. Mayoritas masyarakatnya beragama Islam. Korelasi yang signifikan untuk menjelaskan keberadaan Islam sebagai lembaga agama mayoritas dapat dijelaskan dari segi aspek material dan praktik keagamaan yang ditemukan di daerah ini. Dari segi material, hampir setiap desa memiliki bangunan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan. Masjid selanjutnya menjadi ukuran material penting dalam menjelaskan aktivitas keagamaan umat. Selain masjid, berbagai kegiatan keagamaan (ibadah) Islam, baik mahdhah maupun ghairu mahdhah, semakin memperkuat praktik keagamaan Islam di kawasan ini.

Bagi umat Islam, sedekah menjadi amalan penting sebagai wujud rasa syukur atas segala yang telah dan dimilikinya atas anugerah Allah SWT. Konsep berbagi atau merawat sesama (filantropi) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari amalan sedekah. Merujuk pada konteks sedekah dalam prosesi kematian sebagai sesuatu yang “wajib” menjadi menarik bila dihubungkan dengan wujud atau wujud sedekah yang dikeluarkan. Bagi masyarakat dataran tinggi Gowa, konsep sedekah yang diyakini dalam prosesi kematian adalah memberikan sebagian atau seluruh milik almarhum yang telah meninggal kepada orang lain. Selanjutnya subjek penerima sedekah berikutnya dipersempit, seolah-olah yang berhak menerima sedekah adalah pemuka agama (perseorangan) atau yang dilembagakan yaitu pendeta desa atau desa yang secara khusus memimpin prosesi kematian dari prosesi jenazah hingga penguburan. ke kuburan.

Konteks sedekah umum berkaitan dengan materi tertentu yang diberikan oleh satu orang kepada orang lain. Aspek material dan jumlah sedekah juga sangat spesifik bagi masyarakat dataran tinggi Gowa. Materi sedekah dalam prosesi maut umumnya berupa kasur, bantal, keset, tempat tidur, alat masak, hingga sepeda motor. Bentuk materi sedekah ini cukup unik, karena semua materi yang ditawarkan cenderung tidak memiliki materi yang sudah dimiliki sebelumnya, melainkan diadakan pada saat musibah maut menimpa keluarganya. Lebih dari itu jumlah sedekah dan kualitas materinya juga sangat bervariasi, hal ini tergantung seberapa mampu keluarga merealisasikan materi sedekah tersebut. Dalam konteks ini, unsur “gengsi” atau “malu” (baca: sirri dalam bahasa Makassar) sudah melekat dalam pikiran sadar individu dalam masyarakat, saat menjelaskan hal tersebut.

selanjutnya https://www.atlantis-press.com/proceedings/icss-19/125927150

Corporate Social Responsibility in Timika Papua

Saat ini sudah banyak upaya untuk mewujudkan kesadaran masyarakat melalui program penyadaran masyarakat melalui Corporate Social Responsibility. Perkembangan CSR dan penerimaan perusahaan bagai bola salju yang bergulir semakin besar. Jika awalnya kegiatan CSR lebih didasarkan pada aktivitas individu, kini kami melihat bahwa CSR telah menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan citra perusahaan yang juga akan mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan.

Penerapan CSR harus menjadi bagian dari peran bisnis dan termasuk dalam kebijakan bisnis perusahaan, sehingga dunia bisnis tidak hanya menjadi organisasi yang berorientasi pada pencapaian keuntungan yang maksimal tetapi juga menjadi organisasi pembelajaran, dimana setiap individu tidak hanya dalam lingkungan organisasi tetapi juga dalam lingkungan sosial dimana perusahaan berada Program CSR merupakan investasi bagi perusahaan demi pertumbuhan dan keberlanjutan (sustainability) perusahaan dan tidak lagi dilihat dari sarana biaya (cost center) yaitu sebagai profit (profit center). ). Corporate Social Responsibility merupakan fenomena dan strategi yang digunakan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan stakeholders. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dimulai pada usia di mana kesadaran akan keberlanjutan perusahaan jangka panjang lebih penting daripada pertimbangan profitabilitas perusahaan.

selanjutnya https://ojs.unm.ac.id/PBAR/article/view/14011/8223

Pemanfaatan Digital Marketing Bagi Pelaku UMKM di Kelurahan Malakaji Kabupaten Gowa

Kemajuan teknologi informasi berperan sangat penting dalam kehidupan manusia. Dengan menguasai teknologi informasi, manusia memiliki modal yang cukup untuk menjadi pemenang dalam persaingan global. Informasi merupakan modal utama mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi senjata pokok untuk membangun negara salah satunya pada bidang perekenomian. Teknologi Menurut Miarso (2011) memiliki pengertian proses untuk meningkatkan nilai tambah, proses menggunakan atau menghasilkan suatu produk, produk yang dihasilkan tidak terpisah dari produk lain yang telah ada. Demikian hal ini dapat dipahami di era teknologi merupakan suatu masa dimana produk harus selalu didaur atau dicpta untuk memenuhi segala kebutuhan manusia. Oleh karena itu keharusan bagi manusia yang berprofesi sebagai pelaku UMKM untuk mengambil bagian dari perkembangan teknologi yang sedang mumpuni pada zaman sekarang ini salah satunya adalah media sosial.

berkembangnyateknologiinternet,tentu
mendatangkanpeluangyangcukup

Semakin berkembangnya trend penggunaan media sosial dikalangan masyarakat dan semain menggembirakan bagi pelaku bisnis secara umum, kondisi ini ditunjang dengan semakin majunya perangkat bergerak seluler yang semakin banyak digunakan oleh masyarakat, perkembangan kondisi yang demikian ini akan membuka aktifitas atau kegiatan yang semakin kreatif dikalangan masyarakat. Perkembangan media online membuka aktifitas atau kegiatan yang semakin kreatif dikalangan para pelaku UMKM maupun bagi masyarkat lainnya untuk memanfaatkan kemajuan teknologi seluler dalam menjalankan berbagai bisnis secara online. Mencermati perkembangan aktivitas masyarakat dalam penggunaan media sosial yang terbilang sudah menjadi kebutuhan primer, dan saat ini pengguna media sosial juga menunjukkan angka persentase yang tergolong besar mencapai 50 persen.

Selanjutnya http://103.76.50.195/semnaslpm/article/view/16041/9286

Pelayanan Komunikasi Perbankan Dan Kepuasan Nasabah (Perspektif Komunikasi Islam)

Komunikasi hal yang sangat penting dalam setiap elemen dan perilaku manusia, hal ini sebagai cara seseorang untuk menyampaikan pesan kepada orang lain baik secara verbal maupun nonverbal, langsung maupun tidak langsung dengan berbagai media sebagai penunjangnya. Komunikasi adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirim simbol-simbol yang sedemikian rupa sehingga dapat membantu pendengar dalam membangkitkan daya respon atau pemaknaan dari sebuah pemikiran yang selaras dengan yang dimaksud komunikator. Segala sesuatu yang dilakukan manusia mempunyai potensi komunikasi, dalam komunikasi setiap orang akan mensyaratkan untuk mendapatkan titik temu dari tindakannya.

Setiap waktu dan bagian dalam kehidupan manusia pasti terjadi gejolak atau dinamika dan tidak terlepas pula dalam dunia bisnis dan usaha. Dinamika dalam lingkungan bisnis selalu menuntut setiap perusahaan baik skala makro maupun mikro untuk melakukan penyesuaian dengan keinginan pembeli atau  pengguna jasa/barang dengan sebuah perubahan, inovasi dan kreasi dalam berbisnis. Penyesuaian metode dalam berbisnis akan mampu meningkatkan kinerja perusahaan secara langsung maupun tidak langsung, pola yang baik mampu terbangun dengan didasari komponen dan elemen penting dalam perusahan seperti pegawai, peraturan, sarana prasarana hingga budaya organisasi.

Salah satu komponen penting dalam peningkatan komunikasi antara komunikator dan komunikan adalan pelayanan yang optimal. Menurut Philip Kotler ada serangkaian variabel pemasaran terkendali yang dipakai oleh perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang dikendalikan perusahaan, dari pasar sasarannya, bauran pemasaran terdiri atas segala yang bisa dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan produknya, yang dikenal dengan “4P”, yaitu product, price, place dan promotion”). Pelayanan komunikasi kepada pelanggan atau pembeli merupakan bagian dari promotion, yang artinya pola promosi bukan hanya menawarkan barang/jasa saja tapi tata cara seorang penjual atau penyedia jasa mampu memikat dan memiliki daya tarik bagi pelanggan dan pembeli agar mau menggunakan barang/jasa yang ditawarkan sehingga pelanggan bisa terpuaskan akan layanan yang diperolehnya.

Selanjutnya https://journal.walisongo.ac.id/index.php/icj/article/view/3959/pdf

Customer and Satisfaction Models of Customers: Analysis of BTN Co-Cretion, Communal Activation and Caring (Case Study on Students of UIN Walisongo Semarang)

Perkembangan industri perbankan saat ini sedang menjamur, bahkan saat ini di Indonesia sudah terdapat lebih dari 120 bank yang beroperasi yang terdiri dari bank lokal dan bank asing . Bank menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 yaitu badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan juga menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk lain dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat. . Dengan banyaknya bank yang ada di Indonesia juga akan menciptakan persaingan di industri perbankan sehingga kini banyak proses merger bank untuk menghindari bank bangkrut.

Suatu perusahaan perlu memahami strategi yang mampu bersaing di industri perbankan dalam hal ini PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (baca BTN). Salah satunya keragaman produk yang bisa menjadi senjata BTN, produk yang dimiliki oleh perbankan di Indonesia akan membuat konsumen berpikir keras untuk memilih, dimana dana calon nasabah akan diinvestasikan atau sekedar ditabung. Kepuasan pelanggan merupakan salah satu sumber kekuatan suatu perusahaan, jika terdapat kekurangan kepuasan yang diperoleh pelanggan, maka kemungkinan perusahaan tersebut akan segera bangkrut. Kepuasan konsumen adalah hasil yang dirasakan dari penggunaan produk dan layanan, sama dengan atau melebihi harapan yang diinginkan oleh konsumen.

Selanjutnya http://scholarsmepub.com/wp-content/uploads/2018/09/SJBMS-38-889-908-c.pdf

Perilaku Organisasi melalui Dakwah terhadap Perkembangan Manajemen Partai Keadilan Sejahtera Wilayah Gorontalo

Indonesia merupakan negeri demokratis yang dilatarbelakangi oleh multietnis, multiras dan multiagama, sehingga mendukung untuk bersatu dalam perbedaan seperti semboyan negeri ini Bhinneka Tunggal Ika yang artinya Berbeda-beda, Tetap Satu Jua. Banyaknya perbedaan akan melahirkan perbedaan pandangan dan pilihan, tak terkecuali perihal kehidupan berpolitik, pilihan terhadap partai hingga pilihan terhadap personal calon. Melihat besarnya populasi muslim di negeri ini, berakibat lahirnya beberapa partai politik yang berlandaskan nilai-nilai islam, salah satunya adalah Partai Keadilan Sejahtera atau PKS. PKS adalah kepartaian di Indonesia yang telah diakui oleh pemerintah Indonesia sejak lama, tepatnya pada 20 Juli 1998 partai ini didirikan. Pada awal berdirinya partai ini dipimpin oleh Nurmahmudi Isma’il, yang pada era Presiden Abdurrahman Wahid ditunjuk menjadi Menteri Kehutanan dan Perkebunan sejak 29 Oktober 1999 hingga 15 Maret 2001.

Partai keadilan sejahtera hadir di masyarakat sebagai kendaraan utama pergerakan muslim muda di kampus-kampus terutama kampus non kemenag. Banyak lahir cendekiawan-cendekiawan muslim yang kritis dan tanggap terhadap permasalahan-permasalahan sosial, politik, ekonomi  dan pemerintahan, terutama pada masa orde baru. Sebelum lahirnya partai ini diawali dengan gerakan-gerakan yang dilakukan kelompok-kelompok kecil yang mengadakan kajian-kajian Islam di kampus-kampus. Apalagi gerakan-gerakan kecil yang dibumikan di perkotaan, banyak memperoleh respon positif dari masyarakat sebagai wadah meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seorang muslim. Manajemen organisasi yang kecil seperti ini dapat dikelola dengan baik sehingga mampu melahirkan kelompok yang lebih besar. Dengan dukungan berbagai elemen, gerakan-gerakan ini menjadi gerakan dakwah yang kemudian banyak dimanfaatkan diberbagai bidang, salah satunya untuk berdakwah dalam dunia politik dan pemerintahan.

selanjutnya http://jurnal.iain-padangsidimpuan.ac.id/index.php/TZ/article/view/3004/2345