Berbagi Takjil “HMJ Manajemen Dakwah” 2024: Kuatkan Ukhuwwah dengan Takjil Penuh Berkah Bersama HMJ MD dalam Berbagi di Bulan Suci Ramadhan

 

Gorontalo, 24 Maret 2024 – Bulan suci Ramadhan selalu menjadi waktu yang penuh berkah bagi umat Islam. Selain sebagai bulan untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah, bulan ini juga menjadi waktu yang sangat tepat untuk berbagi kebahagiaan kepada sesama. Sebagai bagian dari upaya mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo mengadakan kegiatan sosial berbagi takjil pada tanggal 24 Maret 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan mahasiswa dan masyarakat, serta memberikan dampak positif bagi mereka yang membutuhkan selama bulan Ramadhan.

Dengan tema “Kuatkan Ukhuwwah dengan Takjil Penuh Berkah”, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengajarkan para mahasiswa pentingnya berbagi dan kepedulian sosial. Tidak hanya sekedar berbagi takjil, kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih para mahasiswa dalam hal kepemimpinan, manajemen, dan pengorganisasian dakwah sosial. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih aktif berperan dalam kehidupan sosial masyarakat.

Tujuan Kegiatan Berbagi Takjil

Kegiatan berbagi takjil yang dilaksanakan oleh HMJ Manajemen Dakwah ini memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mempererat hubungan antara sesama umat Islam dan meningkatkan semangat berbagi dalam bulan Ramadhan. Selain itu, tujuan spesifik yang ingin dicapai antara lain:

  1. Mempererat Ukhuwwah Islamiyah
    Salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, khususnya Jurusan Manajemen Dakwah. Dengan berbagi takjil kepada sesama, baik itu kepada mahasiswa, dosen, maupun masyarakat sekitar, diharapkan tercipta hubungan yang lebih harmonis dan solid. Kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk memperlihatkan bahwa Ramadhan adalah waktu untuk saling mendukung dan menjaga persaudaraan.
  2. Menumbuhkan Rasa Kepedulian Sosial
    Kegiatan berbagi takjil ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial di kalangan mahasiswa. Dalam bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, mahasiswa diharapkan dapat menyadari pentingnya berbagi dengan sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Takjil yang dibagikan menjadi simbol perhatian terhadap orang lain, terutama bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa.
  3. Meningkatkan Keterampilan Mahasiswa dalam Pengorganisasian Dakwah
    Sebagai bagian dari program dakwah, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan dalam mengorganisir acara sosial. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat belajar bagaimana menyusun dan melaksanakan sebuah program dakwah yang melibatkan masyarakat luas. Hal ini sangat penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya ahli dalam teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmunya dalam kehidupan nyata.
  4. Mengajak Masyarakat untuk Berbagi Kebahagiaan
    Tidak hanya terbatas pada mahasiswa, kegiatan berbagi takjil ini juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan berbagi di bulan Ramadhan. Semangat berbagi ini diharapkan dapat menular kepada masyarakat sekitar, sehingga tercipta suasana Ramadhan yang penuh kebahagiaan dan kebaikan.

Pelaksanaan Kegiatan Berbagi Takjil

Kegiatan berbagi takjil yang diadakan oleh HMJ Manajemen Dakwah ini dimulai pada pukul 17.00 WITA, yang merupakan waktu menjelang berbuka puasa. Berbagai persiapan dilakukan sejak pagi hari, di antaranya adalah penggalangan dana untuk membeli takjil, pengemasan takjil, dan penentuan titik-titik distribusi yang strategis. Takjil yang dibagikan terdiri dari berbagai macam makanan ringan yang biasa disantap saat berbuka puasa, seperti kurma, kolak pisang, es buah, nasi kotak, dan jus.

Para mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini dibagi dalam beberapa kelompok, masing-masing bertugas di titik distribusi yang telah ditentukan. Beberapa titik yang menjadi lokasi distribusi takjil di antaranya adalah sekitar kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo, beberapa masjid di sekitar kampus, dan pusat keramaian lainnya di Kota Gorontalo.

Tak hanya mahasiswa, dosen-dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, serta masyarakat umum, turut berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai relawan yang membantu proses distribusi takjil. Semangat kebersamaan terlihat jelas dalam kegiatan ini, dengan berbagai pihak yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, yaitu berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadhan.

Sambutan Positif dari Masyarakat dan Mahasiswa

Kegiatan berbagi takjil ini mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat dan mahasiswa. Salah satu warga yang menerima takjil di depan kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo menyampaikan rasa terima kasihnya. “Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada adik-adik mahasiswa yang sudah berbagi takjil. Semoga apa yang mereka lakukan menjadi amal jariyah yang berkah, dan kita semua diberikan kebahagiaan di bulan Ramadhan ini,” ungkap Bapak Rahmat, seorang pengendara yang sedang menunggu waktu berbuka.

Selain itu, para mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini juga mengungkapkan kebahagiaan mereka. Siti Nur, seorang mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah, mengaku merasa senang bisa berpartisipasi dalam acara ini. “Saya merasa sangat terharu dan senang bisa berbagi dengan orang lain, terutama di bulan Ramadhan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi orang lain, tetapi juga bagi kami yang terlibat dalam penyelenggaraannya. Semoga kegiatan ini bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya,” ujar Siti.

Ketua HMJ Manajemen Dakwah, Faisal, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan berbagi takjil ini. “Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar berkat kerjasama yang baik antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat, baik bagi penerima takjil maupun bagi kami yang terlibat dalam pengorganisasinya. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan oleh semua pihak,” kata Faisal.

Dampak Positif Kegiatan

Kegiatan berbagi takjil ini memberikan dampak positif yang sangat besar, tidak hanya bagi penerima takjil, tetapi juga bagi para mahasiswa yang terlibat. Beberapa dampak positif dari kegiatan ini antara lain:

  1. Meningkatnya Kepedulian Sosial Mahasiswa
    Melalui kegiatan ini, para mahasiswa yang terlibat semakin menyadari pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama. Mereka juga belajar bagaimana menyusun dan melaksanakan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka dalam mengembangkan jiwa sosial dan kepedulian terhadap orang lain.
  2. Mempererat Ukhuwwah Islamiyah di Kalangan Mahasiswa
    Kegiatan berbagi takjil juga berhasil mempererat tali persaudaraan di antara mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, khususnya jurusan Manajemen Dakwah. Para mahasiswa bekerja sama dalam suasana yang penuh kekeluargaan, sehingga tercipta suasana yang harmonis dan saling mendukung. Hal ini diharapkan dapat berlanjut dalam berbagai kegiatan sosial lainnya di masa depan.
  3. Memberikan Dampak Positif bagi Masyarakat
    Bagi masyarakat yang menerima takjil, kegiatan ini memberikan kebahagiaan dan keringanan, terutama bagi mereka yang tidak sempat mempersiapkan takjil saat berbuka puasa. Bagi mereka yang kurang mampu, berbagi takjil ini menjadi bentuk perhatian dari sesama umat Islam yang saling membantu dalam bulan yang penuh berkah.
  4. Menguatkan Spirit Berbagi dalam Bulan Ramadhan
    Melalui kegiatan berbagi takjil ini, diharapkan spirit berbagi di bulan Ramadhan semakin menguat, tidak hanya di kalangan mahasiswa, tetapi juga di masyarakat umum. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan amal kebaikan, berbagi kebahagiaan, dan membantu sesama.

Harapan di Masa Depan

Kegiatan berbagi takjil ini diharapkan dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya, bahkan berkembang menjadi kegiatan sosial yang lebih besar lagi. Selain itu, HMJ Manajemen Dakwah juga berharap bahwa kegiatan ini dapat menginspirasi organisasi-organisasi mahasiswa lainnya untuk lebih peduli terhadap kondisi sosial masyarakat, terutama pada bulan Ramadhan.

Kedepannya, kegiatan ini dapat dilaksanakan tidak hanya terbatas pada pembagian takjil, tetapi juga melibatkan berbagai kegiatan sosial lainnya, seperti penyuluhan agama, penggalangan dana untuk anak-anak yatim, atau kegiatan-kegiatan yang lebih berfokus pada pemberdayaan masyarakat.

Penutupan

Kegiatan berbagi takjil yang dilaksanakan oleh HMJ Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo pada tanggal 24 Maret 2024 berhasil mencapai tujuannya, yaitu mempererat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan rasa kepedulian sosial di kalangan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya belajar tentang manajemen acara, tetapi juga memahami pentingnya berbagi dengan sesama dalam bulan suci Ramadhan.

Semoga kegiatan berbagi takjil ini dapat menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan oleh seluruh elemen masyarakat, serta memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter mahasiswa, dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Dengan semangat berbagi dan persaudaraan, kita berharap Ramadhan ini menjadi bulan yang penuh berkah bagi kita semua.

 

BBM “Bersih-bersih Masjid” oleh Jurusan Manajemen Dakwah: Aksi Nyata dalam Menjaga Kebersihan Rumah Ibadah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada hari Sabtu, 9 Maret 2024, Jurusan Manajemen Dakwah  menggelar kegiatan sosial bertajuk “BBM: Bersih-bersih Masjid”. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas, yang terletak di lingkungan kampus, dan diikuti oleh lebih dari seratus mahasiswa, dosen, serta pengurus masjid. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga siang hari ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata bagi kebersihan rumah ibadah serta meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap pemeliharaan fasilitas publik, khususnya masjid sebagai tempat ibadah umat Muslim.

Kegiatan BBM (Bersih-bersih Masjid) ini memiliki beberapa tujuan penting. Pertama, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap kebersihan dan pemeliharaan rumah ibadah. Dalam ajaran Islam, kebersihan adalah bagian dari iman, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa “Kebersihan adalah sebagian dari iman”. Dengan memahami pentingnya kebersihan, mahasiswa diharapkan dapat membawa nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya di kampus, tetapi juga dalam masyarakat luas.

Kedua, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai aspek manajerial dalam pengelolaan rumah ibadah. Jurusan Manajemen Dakwah tidak hanya mengajarkan tentang aspek keagamaan dalam dakwah, tetapi juga bagaimana mengelola tempat ibadah, kegiatan dakwah, serta berbagai aktivitas sosial yang mendukung pengelolaan tempat ibadah tersebut. Kegiatan bersih-bersih ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan mahasiswa kepada pentingnya keterampilan manajerial dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan keagamaan.

Kegiatan BBM “Bersih-bersih Masjid” dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan briefing dan pembagian tugas. Setiap kelompok mahasiswa dibagi ke dalam beberapa bagian masjid yang berbeda, termasuk ruang salat utama, halaman masjid, area wudhu, serta ruang taklim dan perpustakaan masjid. Setiap kelompok mahasiswa dilengkapi dengan peralatan pembersih, seperti sapu, pel, ember, lap, serta bahan pembersih lainnya. Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong, dengan masing-masing kelompok mahasiswa bertanggung jawab atas kebersihan area yang telah ditentukan.

Kegiatan dimulai dengan membersihkan ruang salat utama. Mahasiswa membersihkan lantai masjid dengan menyapu dan mengepel, serta membersihkan karpet yang terdapat di ruang salat utama. Hal ini penting mengingat masjid adalah tempat ibadah yang digunakan oleh banyak orang setiap harinya, dan kenyamanan serta kebersihannya menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh jamaah yang akan melaksanakan ibadah. Setelah itu, mahasiswa bergerak menuju area wudhu untuk membersihkan area tersebut agar tetap nyaman dan higienis digunakan oleh jamaah sebelum melaksanakan salat.

Tak hanya itu, para mahasiswa juga membersihkan bagian luar masjid, termasuk halaman dan taman di sekitar masjid. Pembersihan ini sangat penting agar masjid tetap terlihat rapi dan asri, serta dapat memberikan kesan yang baik bagi siapa saja yang berkunjung. Beberapa mahasiswa juga bertugas untuk membersihkan area perpustakaan masjid yang digunakan sebagai tempat belajar dan berdiskusi oleh jamaah.

Kegiatan BBM ini juga mengedukasi peserta mengenai makna kebersihan dalam perspektif Islam. Dalam Islam, kebersihan tidak hanya sebatas kebersihan fisik, tetapi juga mencakup kebersihan hati dan pikiran. Hal ini menjadi landasan utama dalam ajaran agama yang mengharuskan umat Islam untuk menjaga kebersihan dalam segala aspek kehidupan mereka, baik secara lahiriah maupun batiniah. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi umat Islam bahwa tempat ibadah, seperti masjid, harus dijaga kebersihannya agar dapat memberikan kenyamanan dan kedamaian dalam beribadah.

Ustadz Abdul Rauf, Ketua Takmir Masjid Al-Ikhlas, dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan yang digelar oleh mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah ini. “Masjid adalah rumah Allah yang harus dijaga kebersihannya. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga merupakan pusat kegiatan sosial yang melibatkan banyak orang. Oleh karena itu, kebersihan masjid sangatlah penting. Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang telah melakukan kegiatan bersih-bersih ini,” ujar Ustadz Abdul Rauf.

Lebih lanjut, beliau menambahkan, “Kami berharap, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan masjid di lingkungan mereka masing-masing.”

Sosialisasi Jurusan Manajemen Dakwah

 

Pada 5 Februari s/d 1 Maret 2024 jurusan manajemen dakwah melakukan sosialisasi diberbagai sekolah. mahasiswa dan dosen disebar di beberapa daerah  mulai dari Gorontalo, Kabupaten Banggai, kabupaten banggai kepulauan, sulteng. hal itu dilakukan untuk bagaimana mencari kuantitas yang dan SDM yang di jurusan manajemen dakwah.

Sosialisasi ini juga menghadirkan sejumlah alumni yang berbagi pengalaman dan perjalanan karier mereka setelah lulus dari program studi Manajemen Dakwah. Salah satunya, Arif madina, yang kini sebagai media dakwah di sebuah lembaga sosial, mengungkapkan, “Ilmu yang saya peroleh selama kuliah sangat berguna dalam pekerjaan saya. Saya belajar bagaimana mengelola kampanye dakwah menggunakan platform digital, yang kini menjadi alat penting dalam menyebarkan pesan agama.”

Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengetahui lebih dalam tentang kurikulum, fasilitas, serta peluang karier yang bisa didapatkan setelah lulus dari jurusan ini. Para peserta sangat antusias, mengajukan berbagai pertanyaan seputar bagaimana jurusan ini bisa mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dakwah di era yang semakin terhubung secara digital.

Program studi Manajemen Dakwah ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya ahli dalam hal dakwah, tetapi juga dapat berperan aktif dalam manajemen organisasi dakwah, penyuluhan, dan pengelolaan konten digital yang mendukung penyebaran Islam yang moderat dan progresif.

Dengan meningkatnya kebutuhan akan profesional di bidang dakwah yang paham teknologi dan komunikasi modern, jurusan ini dipandang sebagai pilihan tepat bagi generasi muda yang ingin berkarir di bidang agama sambil berkontribusi dalam mengelola dakwah di dunia yang semakin terhubung.

sosial yang dilakukan dikabupaten banggai kepulauan bekerja sama dengan salah satu komunitas pendidikan yang ada disana yaitu BFY atau Bangkep Forwath Youth. sosial tersebut berhasil menyentuh 11 sekolah sekolah menengah atas yang di kabupaten Banggai Kepulauan.