Gorontalo, 2024 – Dalam rangka memperluas dampak dakwah dan pengabdian kepada masyarakat, Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo mengadakan kegiatan kajian keislaman bagi santri narapidana di Pondok Barokah Qodiri Syah Alam, sebuah lembaga pembinaan narapidana yang berfokus pada pendidikan agama Islam dan pembentukan karakter. Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman agama yang lebih mendalam kepada para narapidana yang berada di dalam proses rehabilitasi, serta untuk menguatkan moralitas dan spiritualitas mereka.

Kegiatan kajian keislaman ini adalah bagian dari Program Pengabdian Masyarakat yang bertujuan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, khususnya para santri narapidana yang tengah menjalani masa pemulihan. Dengan tema “Meningkatkan Pemahaman Keislaman dan Moralitas melalui Pembinaan Keagamaan”, kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak Pondok Barokah Qodiri Syah Alam, yang merupakan salah satu pondok pesantren yang turut serta dalam pembinaan para narapidana.

Tujuan Pengabdian Masyarakat Internasional

Pengabdian masyarakat ini memiliki beberapa tujuan utama yang sangat penting dalam proses rehabilitasi dan pembinaan santri narapidana, antara lain:

  1. Memberikan Pemahaman Keislaman yang Lebih Mendalam
    Salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan kajian keislaman yang lebih mendalam kepada para santri narapidana. Dengan memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai ajaran Islam, diharapkan para narapidana dapat memperoleh pencerahan dan motivasi untuk memperbaiki diri serta mengubah pandangan hidup mereka ke arah yang lebih baik.
  2. Meningkatkan Kualitas Moral dan Spiritual
    Dalam proses pembinaan narapidana, aspek moral dan spiritual sangat penting untuk membangun karakter yang lebih baik. Kajian keislaman yang diberikan dalam kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai agama yang dapat membimbing para santri dalam menjalani kehidupan yang lebih baik setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan.
  3. Membantu Rehabilitasi Mental dan Emosional Narapidana
    Kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu proses rehabilitasi mental dan emosional santri narapidana. Dengan pemahaman agama yang baik, diharapkan para santri dapat lebih memahami pentingnya taubat, perubahan diri, dan hidup dengan penuh rasa syukur.
  4. Menyebarkan Nilai Islam yang Damai dan Menyatu dengan Masyarakat
    Salah satu tujuan pengabdian masyarakat internasional ini adalah untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam yang damai, toleran, dan dapat diterima di lingkungan masyarakat luas. Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa agama Islam tidak hanya mengajarkan ritual ibadah, tetapi juga membentuk pribadi yang berbudi luhur, penuh kasih sayang, dan dapat diterima oleh masyarakat.
  5. Mengembangkan Keterampilan Dakwah Mahasiswa
    Sebagai bagian dari program pengabdian, mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dakwah mereka melalui interaksi langsung dengan para santri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan manajerial dalam konteks dakwah yang aplikatif.

Pelaksanaan Kegiatan Kajian Keislaman

Kegiatan kajian keislaman dimulai pada pagi hari dengan sambutan hangat dari pihak Pondok Barokah Qodiri Syah Alam yang diwakili oleh pengasuh pondok, Ustadz Ahmad Zainudin, yang menyampaikan apresiasi kepada Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo atas partisipasi mereka dalam memberikan kajian keislaman kepada para santri narapidana. “Kami sangat menghargai program pengabdian ini karena ini adalah kesempatan yang langka bagi para santri untuk mendapatkan ilmu agama yang lebih mendalam. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi titik balik bagi mereka untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah keluar nanti,” ujar Ustadz Zainudin.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan kajian pertama yang dibawakan oleh Dr. Andries Kango M.Ag, Dekan di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo, yang mengangkat tema “Islam sebagai Solusi Kehidupan: Dari Pemulihan Diri Menuju Kebaikan”. Ustadz Abdurrahman menjelaskan tentang pentingnya pemahaman ajaran Islam yang holistik, yang mencakup aspek ibadah, muamalah, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga memberikan penjelasan mengenai konsep taubat dalam Islam dan bagaimana taubat dapat menjadi sarana untuk memulai kehidupan baru yang lebih baik.

Dalam kajian ini, Ustadz Abdurrahman mengajak para santri untuk merefleksikan diri dan memahami bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik, tidak peduli masa lalu mereka. “Islam mengajarkan kita untuk selalu berusaha memperbaiki diri, dan taubat adalah jalan utama untuk kembali ke jalan yang benar,” ujar beliau.

Setelah kajian pertama, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif, di mana para santri diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada Ustadz Abdurrahman. Diskusi ini berlangsung dengan sangat antusias, di mana para santri mengungkapkan pertanyaan seputar topik kajian dan mendapatkan jawaban yang membimbing mereka dalam menjalani proses perubahan.

Sesi Selanjutnya: Pengembangan Karakter melalui Dakwah

Pada sesi berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan kajian “Mengembangkan Karakter melalui Dakwah: Dari Pembinaan Diri Menjadi Agen Perubahan”, yang dibawakan oleh Ustadz H. Muhammad Yusuf, seorang praktisi dakwah yang telah berpengalaman dalam melakukan pembinaan kepada berbagai kalangan masyarakat. Ustadz Yusuf membahas bagaimana dakwah tidak hanya terbatas pada penyampaian ilmu agama, tetapi juga bagaimana dakwah dapat menjadi sarana untuk memperbaiki diri dan mengubah karakter menjadi lebih baik.

Dalam sesi ini, Ustadz Yusuf menekankan pentingnya akhlak dalam kehidupan dakwah, serta bagaimana seorang da’i (pendakwah) harus dapat menjadi teladan yang baik dalam perbuatan dan perkataan. “Dakwah yang sesungguhnya adalah dakwah yang bisa mengubah diri kita terlebih dahulu sebelum mengubah orang lain,” ujarnya.

Sesi ini diikuti dengan simulasi dakwah, di mana para santri diajak untuk berlatih menyampaikan pesan-pesan dakwah secara sederhana dan efektif. Meskipun para santri merupakan narapidana, mereka diajak untuk melihat diri mereka sebagai agen perubahan yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan. Simulasi ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan berbicara di depan umum, yang juga sangat berguna dalam kehidupan mereka setelah masa hukuman selesai.

Penutupan dan Harapan ke Depan

Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditutup dengan sambutan penutupan dari Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo, yang mengucapkan terima kasih kepada pihak Pondok Barokah Qodiri Syah Alam atas kerja sama yang baik selama pelaksanaan kegiatan. Beliau juga berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi kolaborasi lebih lanjut antara Fakultas Ushuluddin dan Dakwah dengan lembaga-lembaga pembinaan narapidana lainnya, untuk terus memberikan kontribusi positif dalam pembinaan mental dan spiritual para narapidana.

Para santri juga mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam atas kegiatan ini. Salah seorang santri, Budi, menyampaikan, “Kami merasa diberi kesempatan yang sangat berharga untuk mendapatkan ilmu agama yang lebih dalam. Semoga ilmu yang kami dapatkan hari ini dapat membantu kami untuk menjadi pribadi yang lebih baik.”

Dampak Positif Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian masyarakat berupa kajian keislaman ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi para santri narapidana. Selain memperdalam pemahaman agama, kegiatan ini juga memberikan mereka semangat baru untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik, penuh harapan, dan berkomitmen untuk perubahan. Dengan adanya program pengabdian seperti ini, diharapkan para santri narapidana dapat menjalani proses rehabilitasi dengan lebih maksimal dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan karakter yang lebih baik.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dan dakwah memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan setiap individu, termasuk mereka yang sedang dalam proses pemulihan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya bagi narapidana yang tengah berusaha untuk memperbaiki diri.

Pengabdian Masyarakat Internasional: Kajian Keislaman kepada Santri Narapidana di Pondok Barokah Qodiri Syah Ala Kuala Lumpur Malaysia

You May Also Like