22 September 2024 – Raflin Ladau, mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah, kembali mengharumkan nama kampusnya dengan meraih Juara 3 pada ajang bergengsi “The International Competition Creative Research National Activity in the Short Film and Documentary Competition”. Kompetisi ini diselenggarakan oleh UKM Creative Minority NAD dengan tema besar yang menginspirasi, yaitu “Generation Z Creativity in Optimizing the Environment Based on Science and Technology to Realize the Sustainable Development Goals (SDGs) Towards Golden Indonesia 2045”.

Pencapaian Luar Biasa Raflin Ladau, Karya Raflin Ladau berjudul “Mengapa Harus Aku” https://youtu.be/89uW6w3vAYo?si=KSrNvhlyVeH866M1 berhasil menarik perhatian para juri dan penonton. Film pendek ini menggambarkan upaya generasi muda dalam persahabatan dan pertemanan dalam dunia pendidikan perguruan tinggi. Dalam film tersebut, Raflin menyoroti maraknya kasus bullying dan bagaimana generasi Z dapat menyikapi dan berperilaku kepada sejawat di kampus.

Raflin mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ini. “Kompetisi ini bukan hanya tentang meraih penghargaan, tetapi juga tentang menyampaikan pesan bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam menciptakan perubahan positif. Saya berharap karya ini dapat menginspirasi banyak orang untuk lebih peduli terhadap pergaulan kampus,” ujar Raflin dengan penuh semangat.

Kompetisi yang Ketat dan Bertaraf Internasional, Kompetisi ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai negara. Para peserta ditantang untuk menghasilkan karya kreatif yang tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi tetapi juga relevan dengan tema yang diusung. Dewan juri terdiri dari para pakar film, akademisi, dan praktisi lingkungan internasional, yang memberikan penilaian berdasarkan kreativitas, relevansi tema, dan dampak sosial dari karya yang dihasilkan.

Ketua panitia, Siti Haliza, menyampaikan apresiasinya kepada semua peserta. “Kompetisi ini adalah wadah untuk menunjukkan potensi generasi muda dalam berkontribusi terhadap pencapaian SDGs melalui kreativitas dan inovasi. Kami sangat bangga melihat antusiasme dan kualitas karya yang luar biasa,” ungkapnya.

Tema kompetisi ini selaras dengan upaya global dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam bidang lingkungan di perguruan tinggi. Karya Raflin Ladau mencerminkan kontribusi nyata generasi muda dalam menciptakan keselarasan dalam kehidupan antar manusia. Film pendeknya menekankan pentingnya kolaborasi antarindividu, komunitas, dan teknologi untuk menghadapi tantangan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.

Dukungan dari Universitas, Keberhasilan Raflin Ladau tidak lepas dari dukungan Program Studi Manajemen Dakwah dan universitas tempat ia menempuh pendidikan. Kepala Program Studi Manajemen Dakwah, Dian Adi Pedana, M.M., menyatakan rasa bangganya atas pencapaian Raflin. “Raflin telah membuktikan bahwa mahasiswa Manajemen Dakwah tidak hanya berkontribusi dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata pada pembangunan sumberdaya manusia berkelanjutan. Kami akan terus mendukung mahasiswa kami untuk berkarya dan berprestasi di kancah internasional,” ujar beliau.

Inspirasi untuk Generasi Z, Prestasi Raflin Ladau diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Dalam wawancaranya, Raflin berpesan, “Jangan pernah ragu untuk bermimpi besar dan berani mencoba hal baru. Dunia ini penuh tantangan, tetapi juga penuh peluang. Jadikan setiap kesempatan sebagai batu loncatan untuk menciptakan perubahan.”

Dengan keberhasilannya, Raflin membuktikan bahwa generasi Z memiliki potensi besar untuk membawa perubahan melalui kreativitas dan inovasi. Karyanya menjadi pengingat bahwa setiap individu dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Kompetisi “The International Competition Creative Research National Activity” tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan bakat, tetapi juga platform untuk menyampaikan pesan penting tentang pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi tantangan global. Dengan semangat yang ditunjukkan oleh Raflin Ladau, harapan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan Indonesia Emas 2045 semakin terlihat nyata.(humas)

Mahasiswa Manajemen Dakwah, Raflin Ladau, Raih Juara 3 dalam Kompetisi Film Pendek Internasional

You May Also Like