17 Oktober 2024, Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah (HMJ MD) Universitas Islam Jakarta menyelenggarakan kegiatan bedah buku yang mengupas karya inspiratif bertajuk “Beginilah Aktivis Dakwah”. Acara ini berlangsung di taman kampus IAIN SAG, Dengan mengusung tema “Menghidupkan Jiwa Dakwah dalam Generasi Muda”, kegiatan ini bertujuan untuk menggugah semangat dakwah generasi muda dalam berbagai lini kehidupan.
Acara dimulai pukul 15.00 WIB, Sesi utama dimulai dengan paparan dari Kak Tutun Muda
“Menjadi aktivis dakwah bukanlah perkara mudah. Ada banyak tantangan, mulai dari menjaga keikhlasan niat hingga menghadapi stigma dari masyarakat. Namun, dakwah adalah tugas mulia yang harus diemban oleh setiap Muslim, karena ini adalah amanah yang diwariskan langsung oleh Rasulullah SAW,” jelas Kak Tutun.
Dalam sesi bedah buku, Kak Tutun memaparkan beberapa poin penting dari isi bukunya, antara lain, Keikhlasan Sebagai Pondasi Dakwah Dalam buku ini, kak tutun menekankan bahwa keikhlasan adalah fondasi utama bagi seorang aktivis dakwah. Dakwah yang dilakukan tanpa keikhlasan hanya akan menjadi aktivitas yang sia-sia dan tidak membawa keberkahan.
Pentingnya Ilmu dalam Dakwah Aktivis dakwah harus memiliki bekal ilmu yang memadai agar pesan yang disampaikan tidak menyesatkan. “Dakwah tanpa ilmu adalah ibarat pelita yang redup. Kita harus terus belajar dan menggali ilmu, baik dari Al-Qur’an, hadis, maupun pengalaman hidup,” ungkapnya.
Dinamika Dakwah di Era Modern Buku ini juga membahas tantangan dakwah di era modern, seperti maraknya disinformasi, radikalisme, dan tantangan media sosial. Aktivis dakwah diharapkan mampu bersikap bijak dan adaptif dalam menghadapi berbagai situasi ini.
Menjaga Konsistensi dan Semangat Aktivis dakwah sering kali menghadapi kelelahan fisik dan mental. Kak Tutun memberikan tips praktis untuk menjaga konsistensi dan semangat, seperti memperkuat hubungan dengan Allah melalui ibadah, memperbanyak silaturahmi dengan sesama aktivis, dan terus memotivasi diri dengan kisah-kisah inspiratif para ulama. Sesi diskusi interaktif menjadi momen yang paling dinanti peserta. Banyak peserta yang antusias mengajukan pertanyaan kepada Kak Tutun, mulai dari cara menghadapi kritik di media sosial hingga strategi dakwah di lingkungan yang kurang mendukung.
Bedah buku ini tidak hanya berhasil memperkenalkan karya “Beginilah Aktivis Dakwah”, tetapi juga memberikan inspirasi dan motivasi bagi generasi muda Muslim untuk terus berkontribusi dalam dakwah Islam. Dengan respons positif dari peserta, HMJ Manajemen Dakwah berencana untuk menggelar lebih banyak kegiatan literasi dakwah di masa mendatang. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa dakwah bukan hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi juga tentang menjaga niat, ilmu, dan semangat dalam setiap langkah. Seperti yang disampaikan dalam buku ini, “Menjadi aktivis dakwah adalah jalan untuk mendekat kepada Allah dan memberi manfaat bagi sesama.”









