2 Oktober 2024, Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen dan Dakwah (HMJ MD) mengadakan sebuah kajian advokasi bertajuk “Menggalih Kebenaran dari Peristiwa G30S/PKI” di taman kampus IAIN SAG. Kegiatan yang digelar untuk memperingati peristiwa penting dalam sejarah bangsa Indonesia ini bertujuan untuk menggali kebenaran di balik tragedi berdarah yang terjadi pada 1965, serta menyelami berbagai perspektif dalam memahami dampaknya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kajian ini dihadiri oleh mahasiswa jurusan. Tema yang diangkat pada kajian ini mencerminkan keinginan HMJ MD untuk memberikan ruang diskusi yang konstruktif dan mendalam mengenai peristiwa yang hingga kini menjadi topik kontroversial dan penuh perdebatan
Peristiwa G30S/PKI adalah salah satu babak kelam dalam sejarah Indonesia yang terjadi pada 30 September 1965. Sebuah upaya kudeta yang dilakukan oleh Gerakan 30 September (G30S) yang berujung pada pembunuhan enam jenderal dan satu perwira tinggi Angkatan Darat, serta penggulingan pemerintahan Presiden Soekarno. Hingga kini, peristiwa tersebut masih menjadi perdebatan mengenai siapa yang sebenarnya bertanggung jawab dan bagaimana seharusnya peristiwa ini dikenang.
HMJ MD menganggap bahwa kajian mengenai G30S/PKI sangat penting untuk dilakukan, terutama bagi generasi muda yang mungkin hanya mengenal peristiwa ini melalui cerita yang terbatas atau bahkan bias. Dengan menggali fakta dan mengedukasi mahasiswa tentang berbagai perspektif yang ada, diharapkan kajian ini dapat membentuk sikap yang objektif dan cerdas dalam menyikapi sejarah.
Kajian Advokasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran di kalangan mahasiswa tentang pentingnya memahami sejarah secara komprehensif, tanpa terjebak dalam satu pandangan yang sempit. Selain itu, kajian ini juga diharapkan dapat menjadi wahana untuk mempererat hubungan antar-mahasiswa, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam menjaga keutuhan bangsa.
Kegiatan dimulai dengan pemaparan sejarah tentang G30S/PKI oleh Zakaria,
Acara berlanjut dengan sesi tanya jawab yang melibatkan mahasiswa. Mahasiswa terlihat antusias dalam bertanya mengenai berbagai aspek peristiwa G30S/PKI, baik yang berkaitan dengan sejarah, politik, maupun dampak sosialnya. Banyak peserta yang mengungkapkan rasa penasaran mereka tentang berbagai versi peristiwa tersebut dan berharap bisa mendapatkan jawaban yang lebih jelas.
Dengan adanya kajian ini, HMJ MD berharap mahasiswa dapat lebih kritis dalam menyikapi berbagai informasi yang berkembang di masyarakat. Mereka ingin agar generasi muda tidak hanya terjebak dalam narasi yang berkembang, tetapi juga mampu melakukan kajian lebih mendalam untuk menemukan kebenaran sejarah yang sesungguhnya. Kegiatan ini juga menjadi contoh bagaimana kajian advokasi dapat memperkaya wawasan dan pemahaman mahasiswa dalam menyikapi isu-isu besar yang memengaruhi bangsa. Dengan menggalih kebenaran dari peristiwa G30S/PKI, diharapkan mahasiswa dapat lebih bijak dalam menyikapi perbedaan, menjaga persatuan, dan mengutamakan kepentingan bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (humas)
