Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Gorontalo kembali mencatat prestasi penting dalam upaya meningkatkan kompetensi akademik dan kolaborasi internasional. Pada tanggal 23 September 2024, Jurusan Manajemen Dakwah IAIN Gorontalo sukses mengadakan seminar internasional bertajuk “Development of Da’wah Competences Through New Media Communication in Society Era 5.0”. Seminar ini sekaligus menjadi momen bersejarah bagi Jurusan Manajemen Dakwah, yang menjalin kerja sama strategis dengan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.
Seminar internasional ini mengusung tema “Development of Da’wah Competences Through New Media Communication in Society Era 5.0,” yang berfokus pada pengembangan kompetensi dakwah melalui media baru dalam era masyarakat 5.0. Tema ini relevan dengan tantangan dan peluang dakwah di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Hadir sebagai pembicara utama dalam seminar adalah, Prof. Dr. Ahmad Fauzi bin Mohd Ayub, pakar dakwah dan media digital dari USIM, Dr. Nurhayati Ibrahim, dosen sekaligus peneliti di bidang komunikasi dan dakwah digital, Dr. Muhammad Ridwan, Ketua Jurusan Manajemen Dakwah IAIN Gorontalo, yang berbagi perspektif tentang transformasi dakwah dalam konteks lokal. Seminar ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, praktisi dakwah, dan pemerhati media dari berbagai negara, baik secara luring maupun daring.
Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Gorontalo, Prof. Dr. Abdul Haris. Dalam pidatonya, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi internasional untuk menjawab tantangan dakwah di era digital.
“Kerja sama antara IAIN Gorontalo dan USIM merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang dakwah. Kami berharap seminar ini menjadi wadah bagi pertukaran gagasan dan inovasi yang bermanfaat bagi umat,” ujar Prof. Abdul Haris.
Sesi utama seminar menghadirkan paparan mendalam dari para pembicara. Prof. Dr. Ahmad Fauzi bin Mohd Ayub menjelaskan bagaimana era masyarakat 5.0 membawa perubahan besar dalam pola komunikasi dan perilaku masyarakat. Beliau menekankan pentingnya adaptasi teknologi untuk mendukung penyebaran pesan dakwah yang lebih efektif dan inklusif.
“Era 5.0 adalah era integrasi manusia dan teknologi. Sebagai da’i, kita harus memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), big data, dan media sosial untuk menciptakan konten dakwah yang relevan dan berdaya saing,” ungkap Prof. Ahmad Fauzi.
Dr. Nurhayati Ibrahim menambahkan perspektifnya tentang peran media baru dalam membangun komunitas dakwah global. Beliau memaparkan studi kasus tentang keberhasilan platform digital dalam menyebarkan pesan Islami ke berbagai penjuru dunia.
“Kompetensi dakwah tidak hanya tentang pengetahuan agama, tetapi juga kemampuan menggunakan alat komunikasi modern untuk menjangkau audiens yang lebih luas,” ujar Dr. Nurhayati.
Puncak dari seminar ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Jurusan Manajemen Dakwah IAIN Gorontalo dan Fakultas Dakwah USIM. Kerja sama ini mencakup beberapa aspek, antara lain, Kolaborasi Penelitian Kedua institusi sepakat untuk melakukan penelitian bersama yang berfokus pada pengembangan dakwah digital dan studi media baru, Program Pengabdian Masyarakat Implementasi program dakwah berbasis komunitas dengan memanfaatkan teknologi untuk pemberdayaan masyarakat, Pertukaran Akademik Program pertukaran dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan wawasan internasional, Pelatihan Kompetensi Dakwah Workshop dan pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan media digital.
Dr. Muhammad Ridwan, Ketua Jurusan Manajemen Dakwah IAIN Gorontalo, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah awal dari berbagai inisiatif yang akan dilakukan bersama USIM.
Seminar internasional “Development of Da’wah Competences Through New Media Communication in Society Era 5.0” telah membuktikan bahwa kolaborasi lintas negara dapat menghasilkan dampak yang signifikan. Melalui kerja sama antara IAIN Gorontalo dan USIM, diharapkan akan lahir inovasi-inovasi baru dalam dakwah yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan semangat kolaborasi ini, Jurusan Manajemen Dakwah IAIN Gorontalo terus melangkah maju untuk menjadi pusat unggulan dalam pengembangan dakwah digital. Kegiatan seperti ini tidak hanya memperkuat jaringan internasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat luas.(humas)

