Dashboard Kepuasan Pengguna Lulusan Manajemen Dakwah
Visualisasi hasil survei kepuasan pengguna lulusan Program Studi Manajemen Dakwah, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Sultan Amai Gorontalo. Dashboard ini menyajikan tujuh aspek kemampuan utama lulusan secara ringkas, profesional, dan mudah dianalisis.
72
Pengguna lulusan yang menjadi responden98,09%
Rata-rata seluruh aspek kemampuan99,5%
Aspek Etika sebagai capaian tertinggi0%
Tidak ada penilaian rendahTingkat kepuasan pengguna lulusan berada pada kategori sangat tinggi. Sebanyak 98,09% penilaian berada pada kategori Sangat Baik dan 1,91% pada kategori Baik.
Aspek Etika memperoleh nilai tertinggi sebesar 99,5%, menunjukkan kekuatan karakter, integritas, dan profesionalitas lulusan.
Bahasa Asing, Teknologi Informasi, dan Kerjasama berada pada 97,2%. Nilainya tetap tinggi, tapi masih paling realistis untuk diperkuat.
Distribusi Kepuasan Keseluruhan
Rata-rata tingkat kepuasan pengguna lulusan dari seluruh aspek.
Persentase Sangat Baik per Aspek
Perbandingan capaian kategori Sangat Baik pada tujuh aspek kemampuan.
Persentase Baik per Aspek
Menunjukkan ruang peningkatan kecil pada setiap aspek kemampuan.
Radar Kompetensi Lulusan
Pemetaan kekuatan kompetensi lulusan secara visual dan cepat dibaca.
Perbandingan Sangat Baik vs Baik
Komposisi penilaian pengguna lulusan pada tujuh aspek utama.
Rekapitulasi Hasil Survei
Tabel ringkas agar analisis tidak bergantung pada grafik semata. Hidup sudah cukup rumit.
| Aspek Kemampuan | Sangat Baik | Baik | Cukup | Kurang | Status | Visual |
|---|
Kesimpulan & Arah Tindak Lanjut
Hasil survei menunjukkan bahwa pengguna lulusan sangat puas terhadap kompetensi alumni. Aspek Etika menjadi capaian paling kuat. Bahasa Asing, Teknologi Informasi, dan Kerjasama tetap berada pada kategori sangat baik, tetapi menjadi prioritas penguatan agar kualitas lulusan semakin merata.
- Dipertahankan: etika, keahlian bidang ilmu, komunikasi, dan pengembangan diri.
- Ditingkatkan: bahasa asing, penggunaan teknologi informasi, dan kerjasama.
- Rekomendasi: pelatihan bahasa, penguatan kapasitas TI, dan pembelajaran kolaboratif.