Kebangkitan Agama Di Tengah Peradaban Global

Thomas W. Arnold mengungkapkan bahwa Islam bersama dengan Kristen dan Budha termasuk dalam kategori agama dakwah, yaitu agama yang di dalamnya terdapat usaha untuk menyebarluaskan kebenaran dan mengajak orang lain yang belum mempercayainya. Dan usaha-usaha tersebut merupakan bagian dari tugas suci, sehingga semangat memperjuangkan kebenaran itu tak kan kunjung padam sehingga kebenaran yang diyakininya tersebut masuk ke dalam jiwa para penganutnya. Sebagai agama dakwah, maka umat (Islam) yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat bukan saja berkewajiban untuk melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupan kesehariannya, melainkan juga mempunyai kewajiban untuk menyiarkan dan menyebarkan agama yang dianutnya sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya masing-masing.

Dengan demikian maka sesungguhnya setiap muslim secara otomatis menjadi juru dakwah, menjadi mubaligh, kapan dan di mana saja, di segala bidang dan ruang. Inilah yang diistilahkan oleh Isa Anshari sebagai “kedudukan kuadrat”, yaitu menjadi muslim (pengikut) merangkap menjadi juru dakwah (penyebar). Hal ini memang sudah digambarkan dalam Al-Qur’an dan Hadits yang merupakan sumber pokok bagi umat Islam.

selanjutnya http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/au/article/view/71/54

Peran Agama Sebagai Sarana Mengatasi Frustasi dan Depresi: Sebuah Telaah Psikologis

Agama bagi sebagian besar orang menjadi kebutuhan yang paling esensial di antara kebutuhan-kebutuhan lainnya karena agama adalah kebutuhan mendasar dari manusia yangmenginginkan kedamaian dan kebahagiaan. Agama memiliki peranan vital dalam kehidupan manusia, mengatur tatanan kehidupan secara pribadi sekaligus memberikan kontribusi yang sangat meyakinkan bagi kehidupan dan tatanan struktur sosial kemasyarakat. Dilihat dari perannya, maka agama mengatur pemeluknya untuk senantiasa berada dalam rel-rel yang telah ditentukan. Sementara itu, aturan yang terdapat dalam agama (Islam) mencakup seluruh aspek kebutuhan manusia, baik manusia sebagai makhluk individu dengan bebagai kebutuhan dan egonya, maupun manusia sebagai makhluk sosial yang senantiasa berhubungan dengan orang lain. Keyakinan terhadap agama memberikan efek bagi setiap individu karena agama mampu menggairahkan semangat hidup seseorang, meluaskan kepribadian, memperbaruidayahidup, serta mampu memberikan makna dan kemuliaan baru pada hal-hal yang biasa dalam kehidupan.

C.G. Jung, seorang psikiater Swiss mengungkapkan bahwa agama adalah jalan menuju keutuhan. Dengan demikian, tidak ada jalan lain untuk mencapai kesempurnaan pada diri seseorang sebelum ia meyakini dan menjalankan ajaran agama yang diyakininya. Ia berpendapat bahwa kita akan menemukan kualitas jiwa keagamaan yang maksimal, manakala kita melakukan aktualisasi diri atau ritual-ritual keagamaan secara mandiri (dengan khusu’), dan tidak akan diperoleh hanya dengan mengikuti ritual-ritual keagamaan secara kolektif.

Agama bagi Jung didefinisikan sebagai keterkaitan antara kesadaran dan proses psikis tidak sadar yang memiliki kehidupan tersendiri. Dengan demikian, agama baginya sangat berperan positif dalam penyembuhan dan pengembangan psikologis manusia. Agama sangat membantu seseorang dalam menemukan jati diri atau pribadinya, the self. Proses dan perkembangan untuk menemukan jati diri itulah yang disebut dengan individuasi. Ia menyebutkan bahwa ada empat arketip paling mendasar yang menunjukkan kejiwaan seseorang yang paling mendasar, yaitu persona, animus, anima, dan shadow.

selanjutnya http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/komunika/article/view/98/72

Makna “Cantik” Dari Sebuah Barbie: Antara “Ikon” Gaya Hidup Dan Komoditas

Mungkin sudah menjadi takdir, kehadiran wanita di muka bumi menjadi layak untuk diperbincangkan. Sejak kehadirannya, wanita telah mampu menarik perhatian manusia pertama di muka bumi, (nabi) Adam, untuk mengikuti ucapannya. Dalam realitasnya, tubuh wanita memang memiliki daya tarik sehingga bak magnet, menarik perhatian dan mendapatkan tempat walaupun dalam sekadar perbincangan dan pemikiran seseorang. Bila ada sekelompok laki-laki: dua, tiga, lima, atau lebih berkumpul (mulai dari angkringan, warung kopi, warung makan, sampai restoran) obrolan tentang wanita adalah sesuatu yang biasa, melengkapi, bahkan bisa menjadi topik pembicaraan utama. Demikian pula bila para wanita berkumpul, maka obrolan dan aktivitas kecantikan menjadi topik dan perilaku utama. Pengalaman dan pertukaran informasi tentang wanita akan menjadi obrolan yang tak pernah usang.

Makhluk indah bernama wanita, memang senantiasa mendapatkan tempat dan bahan perbincangan yang menarik dalam berbagai aspek kehidupan. Keberadaanya dapat menjadi inspirasi banyak kalangan, baik itu seniman, lukisan, sinetron, sastrawan, hingga menjadi inspirasi pekerjaan. Keberadaan dan pesona wanita sejak dulu sesungguhnya tidak pernah berubah. Hanya saja, karena saat ini peranan wanita menemukan tempat yang lebih bervariasi dalam aspek-aspek kehidupan sosial masyarakat, maka pembicaraan tentang wanita semakin berkembang dan menemukan perannya. Lihat saja perkembangan kajian tentang feminis, emansipasi, hingga gender, yang merupakan topik-topik aktual yang melambangkan peran dan posisi wanita.

Perbincangan tentang wanita yang tidak akan pernah sirna dan senantiasa mendapatkan perhatian semua kalangan adalah tentang kecantikan. Bagaimana sesungguhnya wanita yang cantik itu? Tentu jawabannya amat sangat beragam. Sepuluh orang yang menjawab pertanyaan tersebut, maka sepuluh pula kriteria tentang cantik itu muncul. Namun kiranya dari semua pendapat tentang cantik, terdapat dua gambaran umum tentang cantik. Yaitu cantik adalah bersumber dari dalam inner beauty, dan cantik yang berasal dari luar, yang dilihat dari bentuk fisiknya.

selanjutnya http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/yinyang/article/view/221/191

Membaca “Paradigma” Pendidikan dalam Bingkai Multikulturalisme

Indonesia negara yang memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 memang memiliki keanekaragaman yang amat kompleks. Mulai dari ras dan suku yang beragam dan tersebar dalam beribu-ribu pulau yang ada, agama yang beragam, baik itu agama global (Islam, Kristen, Katholik, Budha, Hindu) hingga agama-agama lokal, semisal Kejawen di Jawa. Bahasa, lingkungan, adat, kebiasaan, hingga makanan yang sangat bervariasi dalam wilayah Indonesia. Oleh karena itu, tidaklah salah bila Indonesia disebut sebagai negara multi-budaya, multi-etnis, dan multi-agama.

Sesungguhnya, keragaman yang dimiliki oleh Indonesia tersebut bila dikelola secara benar akan menghasilkan kekuatan positif bagi pembangunan bangsa. Namun, bila tidak dimanfaatkan dan dikelola secara benar, maka kemajemukan bisa menjadi faktor destruktif dan dapat menimbulkan bencana yang dahsyat. Pertikaian di Ambon, Kupang, Sampit, Sambas, Poso, Maluku, dan beberapa tempat lainnya adalah contoh dari realitas konflik yang disebabkan karena perbedaan dalam masyarakat tersebut. Konflik tersebut terus terjadi hampir secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menjadi bagian dari kemajemukan dan multibudaya yang tidak dikelola dengan baik. Sifat realitas kekerasan dan konflik sosial di Indonesia yang aktual sekaligus menyejarah telah membenarkan anggapan bahwa kekerasan hampir menjadi setelan mental (mind-set) kolektif, maupun individual bangsa Indonesia.

Bagi negara atau daerah yang memiliki multibudaya seperti Indonesia, konflik dan kekerasan sosial tersebut menjadi permasalahan yang cukup penting. Kondisi di Indonesia menjadi cukup memprihatinkan karena konflik dan kekerasan sosial tersebut terus berkembang mengiringi perjalanan dan perkembangan sejarah Indonesia. Upaya meredam konflik memang telah dilakukan, namun tetap saja masih terjadi. Jargon Bhinneka Tunggal Ika, adalah upaya memahami dan menghargai perbedaan yang ada yang dimiliki oleh setiap daerah, namun tetap satu dalam bingkai negara Indonesia.

selanjutnya http://www.ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/insania/article/view/375

Terapi Zikir Jama’ati Di Desa Luwoo Dan Tenggela Kabupaten Gorontalo

Zikir sebagai aktivitas ibadah sudah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan masyarakat. Bila sebelumnya aktivitas zikir hanya dapat dijumpai sebagai ritual atau rutinitas ibadah di pondok-pondok pesantren atau masjid-masjid tertentu saja, namun kini aktivitas zikir dapat ditemukan dalam berbagai situasi atau acara tertentu, terlebih dengan hadirnya kelompok-kelompok zikir dalam kehidupan masyarakat. Zikir pun kini hadir sebagai program acara televisi yang banyak diminati berbagai kalangan. Bukan hanya dalam suasana religius saja, bahkan zikir mulai dilakukan oleh sekolah-sekolah umum khususnya tatkala menjelang ujian akhir bagi siswanya.

Realitas tersebut menunjukkan bahwa aktivitas zikir sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan bagi sebagian besar umat muslim, walaupun dalam setiap aktivitas zikir tersebut, tidak jarang dilakukan dengan tatacara dan lafalz yang berbeda. Tentunya perbedaan tersebut karena pengetahuan dan pemahaman keagamaan yang berbeda, terlebih zikir sebagai aktivitas ibadah memang tidak seperti aktivitas ibadah sholat yang memang memiliki rukun dan bacaan yang pasti. Namun tidak jarang perbedaan-perbedaan yang terjadi juga karena faktor tradisi dan budaya pada masing-masing kelompok atau daerah.

Apabila dicermati, sesungguhnya Islam memang berpusat pada sumber yang sama yaitu Allah SWT, dengan perantara yang sama yaitu Nabi Muhammad SAW, serta kitab yang sama yaitu Al Qur’an dan Hadits. Namun, ketika sudah bersentuhan masyarakat, maka Islam akan mengalami perubahan satu dengan yang lainnya. Ritual-ritual keagamaan dalam satu masyarakat akan berbeda dengan masyarakat lainnya, terlebih bila sudah bersentuhan dengan budaya setempat. Di satu sisi ini menunjukkan bahwa fleksibilitas dan sifat adaptif Islam manakala bersentuhan dengan masyarakat, di mana akan menimbulkan inkulturasi1 maupun akulturasi2 antara nilai-nilai agama (Islam) dan tradisi budaya dalam kehidupan masyarakat.

selanjutnya http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/au/article/view/98/84

Cyberdakwah Sebagai Media Alternatif Dakwah

Teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang saat ini, telah menciptakan perubahan pada banyak hal. Terlebih dengan kehadiran internet, berbagai keunggulannya semakin menambah deretan perkembangan dalam dinamika kehidupan modern. Ratusan juta manusia di seluruh dunia mengakses internet setiap harinya, dan jumlahnya terus bertambah dari waktu ke waktu. Batas-batas negara

pun memudar. Kini, tiap-tiap orang dapat bercakap-cakap secara langsung (face to face) dengan orang lain di belahan dunia mana pun dengan biaya yang sangat murah, tanpa harus berjumpa, hanya cukup dengan mengakses internet. Ratusan juta website2 yang menyediakan berbagai macam informasi eksis di dunia maya. Dengan realitas tersebut, maka akan mudah mengakses informasi apapun yang dikehendaki. Mulai dari mengakses berita, ilmu pengetahuan, hingga berbelanja semuanya bisa dilakukan melalui media ini. Semuanya tersedia, bahkan hal-hal yang semula sangat ‘‘tabu” untuk dibicarakan, maka dalam dunia internet semua menjadi sesuatu yang biasa-biasa saja.

Dalam literatur ilmu sosial (dan komunikasi), perkembangan (industri) media seringkali dikaitkan dengan perkembangan masyarakat informasi. Dalam konteks masyarakat seperti ini, media memiliki peran yang signifikan, karena menjadi sarana komunikasi efektif antarsubjek. Keberadaannya menjadi medium yang menjembatani proses komunikasi seluruh anggota masyarakat. Media ditempatkan pada posisi yang strategis, bahkan menjadi bagian kebutuhan (primer) yang tidak terbantahkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam praktiknya media masuk dan memiliki relasi dengan setiap lini kehidupan, seperti: politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lain sebagainya, termasuk dalam gerakan dakwah. Media dalam aktivitas dakwah memang menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dalam keberhasilan dakwah. Dakwah merupakan sebuah  aktivitas yang dilakukan untuk memberikan pemahaman ajaran (agama Islam), sehingga pemeluknya dapat mengaktualisasikan ajaran agama dalam kehidupan masyarakat. Esensi dakwah adalah bagaimana pesan yang disampaikan bukan hanya diterima, namun dipahami dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

selanjutnya http://islamica.uinsby.ac.id/index.php/islamica/article/view/132/378

Dakwah Di Tengah Komunitas Modern

Sebagai suatu aktivitas, dakwah berupaya mengubah suatu situasi tertentu kepada situasi yang lebih baik menurut ajaran Islam. Dakwah sebagai suatu kegiatan komunikasi keagamaan dihadapkan kepada perkembangan dan kemajuan teknlogi komunikasi yang semakin canggih, memerlukan suatu adapasi terhadap kemajuan itu. Artinya dakwah dituntut untuk dikemas dengan terapan media komunikasi sesuai dengan aneka mad’u (komunikan) yang dihadapi. Salah satu unsur keberhasilan dalam berdakwah adalah kepandaian seorang da’i dalam memilih dan menggunakan sarana atau media yang ada. Dalam menghadapai komunitas modern saat ini, hubungan media dan khalayak yaitu sangat urgen karena media memiliki potensi untuk membentuk berbagai isu publik (khalayak).

selanjutnya http://103.55.216.56/index.php/tabligh/article/view/5913

Dakwah Dan Politik Analisis Teknik Marketing

Marketing Politik adalah seperangkat metode yang dapat memfasilitasi kontestan (individu atau partai politik) dalam memasarkan inisiatif politik, gagasan politik, isu politik, ideologi politik, karakteristik pemimipim partai dan program kerja partai kepada masyarakat.  Ilmu marketing mengalami perkembangan dari zaman ke zaman untuk menemukan bentuknya. Defenisi dari Hughess dan Dann, marketing adalah segala bentuk fungsi organisasi dan berbagai bentuk proses untuk menciptakan dan menyampaikan nilai kepada konsumen sehingga dapat menguntungkan organisasi.

Iklim demokrasi yang berkembang di Indonesia semenjak era reformasi telah membuka kesempatan bagi berbagai partai politik untuk berkembang. Praktek politik di Indonesia sendiri telah berkembang sedemikian pesat dengan memanfaatkan aplikasi berbagai disiplin ilmu manajemen seperti marketing. Hal ini didorong oleh heterogennya masyarakat Indonesia serta meningkatnya taraf ekonomi dan pendidikan masyarakat yang membuat partai politik harus mengaplikasikan berbagai praktek marketing untuk dapat bersentuhan dengan masyarakat. Semakin banyaknya pilihan media komunikasi juga mendorong kebutuhan aplikasi konsep marketing dalam berpolitik di Indonesia. Political Marketing sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai suatu disiplin ilmu, karena aplikasinya di lapangan memerlukan metodologi yang kuat untuk dapat memberikan hasil yang efektif. Sekedar ikut-ikutan saja tidak akan memberikan hasil selain membuang biaya percuma. Dalam hal ini institusi kampus harus mampu mengembangkan dan menawarkan ilmu ini sebagai suatu bidang studi. Ahli-ahli political marketing akan semakin dibutuhkan di Indonesia.

Contoh penerapan marketing yang paling nyata di Indonesia adalah positioning dalam kampanye politik. Mengingat keberagaman masyarakat Indonesia, maka positioning seorang kandidat ataupun parpol harus dilakukan secara berbeda untuk setiap segmen masyarakat yang berbeda. Pemahaman profil pemilih atau calon pemilih di suatu wilayah menjadi sebuah keharusan bagi parpol untuk bisa sukses. Pesan-pesan politik yang diangkat di satu wilayah harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi wilayah tersebut yang bisa jadi berbeda dengan pesan yang diangkat di wilayah yang lain.

selanjutnya http://103.55.216.56/index.php/tabligh/article/view/6122

Marketing Politik Dalam Komunikasi Politik

Dominasi ekonomi semakin berperan penting dalam kancah perpolitikan. Perkawinan ekonomi dan politik  saat  ini  bagaikan teman satu ranjang yang  tak  dapat  dipisahkan. Politik  layaknya  industri  yang  sarat  dengan banyak kepentingan dan keuntungan semata. Kekuatan ekonomi tanpa disadari nyata berpengaruh dalam dunia politik. Kelompok yang Memiliki akses ekonomi dan politik memanfaatkan momentum pesta demokrasi sebagai ajang menghamburkan uang dengan tujuan jabatan semata. Politik sudah menjadi suatu “industri raksasa” yang butuh banyak modal untuk investasi. Konsekuensi logis yang harus diterima dari semua itu adalah hanya beberapa individu dan kelompok yang mampu dan dapat bermain dalam memenangkan transaksi demokrasi.

Pada dasarnya demokrasi dan uang adalah dua sisi yang tak dapat dipisahkan sehingga menjadi komoditas yang dapat mempengaruhi dalam pergolakan politik. Sejalan dengan perubahan sistem pemilihan umum, bentuk-bentuk kampanye politik turut berubah. Penggunaan marketing politik merupakan salah satu cara kampanye modern yang banyak dilakukan saat ini. Melalui survei yang dilakukan konsultan politik, parpol atau politisi bisa mengetahui perilaku pemilih, membuat pertimbangan untuk menentukan calon, membuat program kampanye, dan mengetahui hasil pemilihan lewat penghitungan cepat. Selain itu, konsultan politik bisa memoles calon atau parpol melalui kampanye pencitraan di media massa dengan iklan politiknya.

selanjutnya http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/fa/article/view/777/598

Sacred Tomb of Ju Pangola(Study About Personal Permission For Holiday Half In Gorontalo City)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi peziarah terhadap makam suci Ju Pangola. Di wilayah Gorontalo, tempat suci ini banyak dikunjungi oleh para peziarah, baik dari dalam maupun luar negeri. Ju Pangola sendiri adalah seorang cendikiawan Muslim abad ke-16 yang terkenal, guru, dan tokoh utama Gorontalo. Ia dianggap sebagai wali oleh masyarakat sehingga makamnya banyak dikunjungi terutama pada bulan-bulan tertentu, misalnya pada bulan Rajab, Syekh, dan Ramadhan. Penelitian ini merupakan studi lapangan, dengan pendekatan analitik fenomenologi yang akan melihat persepsi peziarah terhadap makam suci Ju Pangola.

Dengan analisis kualitatif, penelitian ini berupaya menghasilkan data deskriptif, gambaran yang sistematis, faktual dan akurat tentang fakta-fakta, ciri-ciri dan keterkaitan antar fenomena yang diamati. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa persepsi jamaah terhadap makam Ju Pangola adalah sebagai berikut; pertama, bahwa makam itu mampu memberikan kelangsungan hidup dan kelangsungan hidup. Kedua, bahwa Ju Pangola bukanlah orang biasa melainkan wali yang bisa menjadi perantara doanya kepada Allah SWT. Ketiga, kuburan dapat memberikan kesembuhan terhadap penyakit menular biasanya melalui perantara kuburan darat atau air yang disembah di atas makam. Keempat, berziarah dapat meningkatkan perdagangan jika seorang pedagang rajin berziarah ke makam Ju Sangola. Kelima, peziarah mengunjungi makam untuk berziarah dan mendoakan Ju Sangola.

selanjutnya https://journal.alhikam.net/index.php/jrm/article/view/23/28