
Indonesia merupakan negeri demokratis yang dilatarbelakangi oleh multietnis, multiras dan multiagama, sehingga mendukung untuk bersatu dalam perbedaan seperti semboyan negeri ini Bhinneka Tunggal Ika yang artinya Berbeda-beda, Tetap Satu Jua. Banyaknya perbedaan akan melahirkan perbedaan pandangan dan pilihan, tak terkecuali perihal kehidupan berpolitik, pilihan terhadap partai hingga pilihan terhadap personal calon. Melihat besarnya populasi muslim di negeri ini, berakibat lahirnya beberapa partai politik yang berlandaskan nilai-nilai islam, salah satunya adalah Partai Keadilan Sejahtera atau PKS. PKS adalah kepartaian di Indonesia yang telah diakui oleh pemerintah Indonesia sejak lama, tepatnya pada 20 Juli 1998 partai ini didirikan. Pada awal berdirinya partai ini dipimpin oleh Nurmahmudi Isma’il, yang pada era Presiden Abdurrahman Wahid ditunjuk menjadi Menteri Kehutanan dan Perkebunan sejak 29 Oktober 1999 hingga 15 Maret 2001.
Partai keadilan sejahtera hadir di masyarakat sebagai kendaraan utama pergerakan muslim muda di kampus-kampus terutama kampus non kemenag. Banyak lahir cendekiawan-cendekiawan muslim yang kritis dan tanggap terhadap permasalahan-permasalahan sosial, politik, ekonomi dan pemerintahan, terutama pada masa orde baru. Sebelum lahirnya partai ini diawali dengan gerakan-gerakan yang dilakukan kelompok-kelompok kecil yang mengadakan kajian-kajian Islam di kampus-kampus. Apalagi gerakan-gerakan kecil yang dibumikan di perkotaan, banyak memperoleh respon positif dari masyarakat sebagai wadah meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seorang muslim. Manajemen organisasi yang kecil seperti ini dapat dikelola dengan baik sehingga mampu melahirkan kelompok yang lebih besar. Dengan dukungan berbagai elemen, gerakan-gerakan ini menjadi gerakan dakwah yang kemudian banyak dimanfaatkan diberbagai bidang, salah satunya untuk berdakwah dalam dunia politik dan pemerintahan.
selanjutnya http://jurnal.iain-padangsidimpuan.ac.id/index.php/TZ/article/view/3004/2345
