
Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, “Berlapang- lapanglah dalam majelis, “maka lapanglah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “berdirilah kamu,”maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. al- Mujadillah:11).
Ayat ini setidaknya mengandung dua penafsiran, pertama kerelaan seseorang untuk melapangkan majelis, berlapang dada memberi tempat untuk orang lain, serta mendahulukan kepentingan orang lain dari kepentingan sendiri. Maka Allah akan mengangkat iman dan ilmunya hingga pencapaian derajat tertinggi. Kedua yang membedakan tinggi rendahnya martabat seseorang terletak pada iman dan ilmunya. Seorang beriman akan memancarkan sinar terang, wajah bersinar dan perilaku terpuji juga memiliki moral dan akhlak mulia. Jika iman yang dimilikinya itu dilengkapi ilmu, ia bisa menjadi agung terhormat walau tanpa menyandang jabatan. Sebab iman dan ilmu saling melengkapi, iman tanpa ilmu bisa menjadikan seseorang terperosok pada kesesatan. Begitu pula sebaliknya ilmu tanpa iman akan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Sementara tanpa iman, ilmu dapat merusak, menghancurkan dan memusnahkan.
selanjutnya http://www.journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/tjmpi/article/view/390/307