
Pada tahun 1996, Jalaludin Rahmat melalui bukunya pernah mengungkapkan bahwa masyarakat esok akan ditandai dengan dominasi teknologi komunikasi, yang sebagian besar pekerjaan akan terletak pada teknologi informasi, dan sektor informasi yang dikomputerisasi dengan hebatnya.1 Kiranya, apa yang diramalkan Kang Jalal tersebut terasa beberapa tahun belakangini, bahkanlebihcepatdariyangdiramalkannya. Betapa tidak, kini setiap gerak langkah kita seolah dikendalikan oleh kemajuan teknologi. Perkembangan teknologi informasi yang pesat saat ini memiliki imbas pada perubahan kehidupan masyarakat di segala bidang.
Memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi dalam kehidupan masyarakat telah menjadi tren, dan memiliki nilai (prestise) atau kelas dalam kehidupan sosial dan budaya. Akibatnya, seseorang yang tidak dapat beradaptasi dengan kecanggihan teknologi (atau gaptek: gagap teknologi) dianggap sebagai kelompok masyarakat tradisional, konservatif, dan kuno. Saat ini, pemanfaatan teknologi sudah menjadi tanda konsumerisme, yang telah menghegemoni kehidupan masyarakat sebagai sebuah keniscayaan.
Terlebih dengan perkembangan industri media, terutama televisi saat ini, yang telah menjadikan perubahan mendasar dalam budaya masyarakat. Kehadiran televisi, dalam kehidupan masyarakat, telah mengubah pola pikir dan aktivitas kesehariannya. Dalam hal ini, televisi menemukan peran yang signifikan bagi seseorang, yang dapat terlihat dari persentase yang tinggi untuk menonton televisi. Bahkan, tidak jarang menonton acara televisi seperti menjadi kewajiban hingga mengalahkan salat yang merupakan kewajiban mendasar (sesungguhnya) bagi umat Islam. Hidup terasa kurang bila satu hari saja terlewatkan dalam menyaksikan acara televisi, terlebih yang digemari.
Dalam perspektif cultural studies, perkembangan industri media, terutama televisi seringkali dikaitkan dengan perkembangan masyarakat informasi. Dalam konteks masyarakat seperti ini, media (televisi) memiliki peran yang signifikan. Media adalah sarana komunikasi antar-berbagai subjek. Ia merupakan medium yang menjembatani komunikasi dengan seluruh anggota masyarakat. Dengan demikian, media, dalam hal ini televisi, merupakan instrumen komunikasi yang sangat vital dalam masyarakat.
selanjutnya http://www.ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/komunika/article/view/129/103