Pola kehidupan bebas yang melanda sebagian besar remaja. Penggunaan narkoba yang ternyata tidak hanya melanda kalangan remaja di sekolah-sekolah, namun juga justru sebagian kasus penggunaan narkoba dapat kita temukan dikalangan birokrat atau wakil rakyat. Dan juga kasus-kasus lainnya, seperti korupsi, kekerasan dan lain-lain yang memperlihatkan bahwa negera kita sedang menghadapi yang namanya krisis akhlak.

Krisis akhlak yang merupakan dampak dari kehidupan bebas melanda sebagian kalangan remaja di sekolah-sekolah. Mengakibatkan terjadinya hamil di luar nikah, pemukulan kepada guru, peserta didik yang suka merokok dan bahkan minum-minuman keras, dan menggunakan narkoba. Ini menandakan krisis moral melanda sebagian kalangan peserta didik di sekolah. Melanda sebagian kalangan karena ternyata masih ada juga peserta didik yang pola pergaulannya tidak terjebak pada pergaulan bebas, kepada mereka kita masih memberikan harapan untuk kemajuan Indonesia nantinya.

Sebagaimana diketahui bahwa pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia. Demikianlah pandangan tujuan pendidikan secara umum, bahwa pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia. Manusia perlu dibantu agar dia bisa menjadi manusia. Karena manusia itu adalah sifat. Banyak manusia yang bukan manusia. Karena salah satu pertanda manusia adalah dengan dia berpikir. Sebagaima Ahmad Tafsir yang mengutip perkataan Rene Deskartes bahwa , Aku berpikir, maka akupun ada.

Dalam bukunya Quraish Shihab, ia mengutip perkataan Socrates yang menyatakan bahwa manusia tidak dapat hidup dengan wajar, kecuali jika ia dapat menerapkan secara nyata apa yang termaktub pada tempat pemujaan di pulau Delphi yang menyatakan : ketahuilah dirimu dengan dirimu. Ya, kenalilah dirimu lewat dirimu, maksudnya coba pikirkanlah, benarkah kita ini manusia? Lalu apa buktinya sehingga kita ini disebut manusia?

selanjutnya http://www.journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/pekerti/article/view/1279/912

Pembentukan Akhlak Dalam Memanusiakan Manusia: Perspektif Buya Hamka

You May Also Like