Teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang saat ini, telah menciptakan perubahan pada banyak hal. Terlebih dengan kehadiran internet, berbagai keunggulannya semakin menambah deretan perkembangan dalam dinamika kehidupan modern. Ratusan juta manusia di seluruh dunia mengakses internet setiap harinya, dan jumlahnya terus bertambah dari waktu ke waktu. Batas-batas negara

pun memudar. Kini, tiap-tiap orang dapat bercakap-cakap secara langsung (face to face) dengan orang lain di belahan dunia mana pun dengan biaya yang sangat murah, tanpa harus berjumpa, hanya cukup dengan mengakses internet. Ratusan juta website2 yang menyediakan berbagai macam informasi eksis di dunia maya. Dengan realitas tersebut, maka akan mudah mengakses informasi apapun yang dikehendaki. Mulai dari mengakses berita, ilmu pengetahuan, hingga berbelanja semuanya bisa dilakukan melalui media ini. Semuanya tersedia, bahkan hal-hal yang semula sangat ‘‘tabu” untuk dibicarakan, maka dalam dunia internet semua menjadi sesuatu yang biasa-biasa saja.

Dalam literatur ilmu sosial (dan komunikasi), perkembangan (industri) media seringkali dikaitkan dengan perkembangan masyarakat informasi. Dalam konteks masyarakat seperti ini, media memiliki peran yang signifikan, karena menjadi sarana komunikasi efektif antarsubjek. Keberadaannya menjadi medium yang menjembatani proses komunikasi seluruh anggota masyarakat. Media ditempatkan pada posisi yang strategis, bahkan menjadi bagian kebutuhan (primer) yang tidak terbantahkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam praktiknya media masuk dan memiliki relasi dengan setiap lini kehidupan, seperti: politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lain sebagainya, termasuk dalam gerakan dakwah. Media dalam aktivitas dakwah memang menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dalam keberhasilan dakwah. Dakwah merupakan sebuah  aktivitas yang dilakukan untuk memberikan pemahaman ajaran (agama Islam), sehingga pemeluknya dapat mengaktualisasikan ajaran agama dalam kehidupan masyarakat. Esensi dakwah adalah bagaimana pesan yang disampaikan bukan hanya diterima, namun dipahami dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

selanjutnya http://islamica.uinsby.ac.id/index.php/islamica/article/view/132/378

Cyberdakwah Sebagai Media Alternatif Dakwah

You May Also Like