
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi peziarah terhadap makam suci Ju Pangola. Di wilayah Gorontalo, tempat suci ini banyak dikunjungi oleh para peziarah, baik dari dalam maupun luar negeri. Ju Pangola sendiri adalah seorang cendikiawan Muslim abad ke-16 yang terkenal, guru, dan tokoh utama Gorontalo. Ia dianggap sebagai wali oleh masyarakat sehingga makamnya banyak dikunjungi terutama pada bulan-bulan tertentu, misalnya pada bulan Rajab, Syekh, dan Ramadhan. Penelitian ini merupakan studi lapangan, dengan pendekatan analitik fenomenologi yang akan melihat persepsi peziarah terhadap makam suci Ju Pangola.
Dengan analisis kualitatif, penelitian ini berupaya menghasilkan data deskriptif, gambaran yang sistematis, faktual dan akurat tentang fakta-fakta, ciri-ciri dan keterkaitan antar fenomena yang diamati. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa persepsi jamaah terhadap makam Ju Pangola adalah sebagai berikut; pertama, bahwa makam itu mampu memberikan kelangsungan hidup dan kelangsungan hidup. Kedua, bahwa Ju Pangola bukanlah orang biasa melainkan wali yang bisa menjadi perantara doanya kepada Allah SWT. Ketiga, kuburan dapat memberikan kesembuhan terhadap penyakit menular biasanya melalui perantara kuburan darat atau air yang disembah di atas makam. Keempat, berziarah dapat meningkatkan perdagangan jika seorang pedagang rajin berziarah ke makam Ju Sangola. Kelima, peziarah mengunjungi makam untuk berziarah dan mendoakan Ju Sangola.
selanjutnya https://journal.alhikam.net/index.php/jrm/article/view/23/28