Pada 8 Juni 2023, sebuah acara pelatihan seni tari yang bertajuk “Optimalisasi Potensi Diri pada Seni Tari: Teori dan Praktik” sukses diselenggarakan di taman kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo. Kegiatan ini dihadiri oleh Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah, Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang seni tari serta menggali potensi diri melalui teori dan praktik. Kegiatan dibuka pukul 15.30 WIB
Sesi pertama pelatihan dimulai dengan pemaparan materi teori oleh Kak Adrian Amantu, seorang Koreografer/Penari UKM seni IAIN SAG. Dalam presentasinya, Kak Adrian Amantu menjelaskan bahwa seni tari bukan hanya tentang gerakan, tetapi juga tentang makna, emosi, dan budaya.
“Tari adalah medium untuk menyampaikan pesan, cerita, dan identitas budaya. Dalam proses belajar tari, kita tidak hanya mempelajari teknik, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ujar Kak Adrian.
Beliau juga membahas berbagai jenis tari, mulai dari tari tradisional hingga tari kontemporer, serta bagaimana setiap jenis tari memiliki karakteristik unik yang mencerminkan nilai budaya tertentu. Selain itu, Dr. Budi menyoroti pentingnya pemahaman filosofi dalam seni tari sebagai landasan bagi seorang penari untuk mengekspresikan dirinya secara optimal.
Setelah sesi teori, peserta diajak untuk langsung mempraktikkan seni tari bersama Kak Adrian. Dalam sesi ini, peserta diberikan panduan dasar tentang teknik gerakan, penguasaan ritme, dan ekspresi tubuh. Praktik dimulai dengan pemanasan fisik untuk meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan tubuh. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi ini, meskipun beberapa di antaranya mengaku baru pertama kali belajar tari.
Pelatihan ini diakhiri dengan pertunjukan kolaborasi antara instruktur dan peserta, para peserta mampu menampilkan tarian tersebut dengan baik, menunjukkan semangat dan kerja keras mereka selama pelatihan. Pelatihan ini bukan hanya tentang belajar menari, tetapi juga tentang menggali potensi diri melalui seni tari. Para peserta diajak untuk mengenal lebih dalam makna di balik setiap gerakan dan bagaimana seni tari dapat menjadi medium untuk mengekspresikan diri sekaligus melestarikan budaya.
Bagi banyak peserta, pelatihan ini memberikan pengalaman yang tidak terlupakan. Mereka tidak hanya belajar teknik dan teori, tetapi juga mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya seni tari dalam kehidupan. “Saya merasa lebih menghargai seni tari setelah mengikuti pelatihan ini. Ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga cara untuk mengenal diri sendiri dan budaya kita,” ungkap salah seorang peserta. Dengan keberhasilan pelatihan ini, panitia berharap seni tari semakin diminati oleh generasi muda dan menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter bangsa. Seni tari, sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia, memiliki potensi besar untuk menginspirasi dan membangun generasi yang percaya diri, kreatif, dan mencintai budayanya. (humas)









