Optimisme Daya Saing Lulusan Manajemen Dakwah di Era Globalisasi

Senin (13/03/2023)| Pergejolakan batin para alumni di setiap tahun pada setiap perguruan tinggi selalu terjadi tentang bagaimana karirku setelah lulus? bagaimana kondisi dunia kerja? bagaimana masa depanku setelah lulus nanti?, tidak dipungkiri terjadi pula pada calon dan lulusan Jurusan Manajemen Dakwah. Berkaitan dengan hal tersebut, Jurusan Manajemen Dakwah hadir untuk membangun optimisme diri pada mahasiswa/i dan lulusan Jurusan Manajemen Dakwah dengan menyelenggarakan Webinar Nasional Session 3 bertemakan “Tren Perkantoran Modern di Era Globalisasi”.

Forum penting ini diselenggarakan melalui zoom meeting dan dibuka oleh Dr. Andries Kango, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo yang juga sekaligus membuka forum ini, beliau menyampaikan setiap musibah pasti ada hikmah, yang tentunya ada sebuah solusi dari problematika yang timbul di permukaan, seperti layaknya dunia perkantoran terkhusus pada administrasi yang harus mengikuti perkembangan jaman modern, bukan kantor atau ruang publik yang menyesuaikan, akan tetapi manusianya yang harus mampu beradaptasi dengan kemajuan, jika tidak mampu, maka akan tertinggal.

Pemateri yang dihadirkan dalam kesempatan ini yakni seorang akademisi yang sangat luar biasa IDr. Henni Zaenal, S.Pd., S.A.N., M.Pd., M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik Universitas Indonesia Timur di Makassar. Kegiatan yang dipimpin oleh Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah, Safna Sadiq memberikan kesempatan Opening Speech kepada Ketua Jurusan Manajemen Dakwah yang kali ini diwakili oleh Sekretaris Jurusan Manajemen Dakwah, Bapak Muhammad Jihad Firman, M.M. Materi ini merupakan program penguatan pada mata kuliah administrasi perkantoran yang tersedia pada kurikulum Jurusan Manajemen Dakwah. “ujarnya.

Dr. Henni Zaenal, S.Pd., S.A.N., M.Pd., M.Si. menyampaikan setiap insan harus beradaptasi dari dunia tradisional ke dunia modern, dengan mengikuti perubahan dan sadar informasi global yang setiap waktu terus berjalan dengan cepat. Diharapkan untuk seluruh mahasiswa/i ataupun lulusan Jurusan Manajemen Dakwah ada 5 nilai penting dalam mengarungi globalisasi, pertama up to date informasi/menjadi insan yg informatif, kedua berani berpendapat di dunia kerja ataupun forum sebagai penyaluran ide dan gagasan, ketiga fleksibel dalam bekerja artinya bisa dimanapun dan kapanpun, keempat selalu berbagi ilmu kepada orang lain dan terakhir fokus pada pekerjaan bukan kesenangan pribadi.

Dari pembahasan yang sangat penting dari pemateri, telah menjadi modal utama bagi para mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah dan tentunya bagi para lulusan Jurusan Manajemen Dakwah untuk optimis mengarungi dan menghadapi dunia kerja yang terus berkembang setiap waktu. Daya saing pribadi harus terus ditingkatkan sesuai kebutuhan pangsa pasar karena paradigma diri yang harus ditanamkan ialah the way we see the world (bagaimana cara kita memandang dunia) artinya Ketika seseorang melihat kemajuan dengan positif, maka teruslah mengembangkan diri, jika seseorang melihat kemajuan dengan negatif, tetaplah menjadi dirimu hari ini sesuai jamanmu. (humasmd)

Membekali Mahasiswa Manajemen Dakwah Melalui Program Pelatihan BTHQ

Senin (22/02/2023)|Tepat mengawali kalender akademik semester genap, Jurusan Manajemen Dakwah mengadakan pelatihan BTHQ Session 1. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Jurusan Manajemen Dakwah, Bapak Dian Adi Perdana, S.Sos.I., M.M. “Kegiatan ini merupakan program pengembangan softskill bagi mahasiswa/i Jurusan Manajemen Dakwah, bahwasanya Pendidikan di kampus tidak hanya diperoleh dalam kelas formal, akan tetapi mereka dapat memperolehnya di agenda luar kelas atau diskusi-diskusi sebagai peningkatan kompetensi pribadi”, ujarnya.

Pada kesempatan ini pemateri yang dihadirkan masih berasal dari Jurusan Manajemen Dakwah, yang merupakan salah satu mahasiswa berprestasi di bidang Tilawah dan Qori, yakni Akmalul M Katili. Materi-materi yang disampaikan sangat menarik dan peserta pun bersemangat serta berantusias sepanjang forum, “buku karya Muhammad Mahmud Abdullah dengan judul Metode Membaca, Menghafal dan Menajwidkan Al-Qur’an Al-Karim menjadi referensi saya selama memaparkan materi BTHQ kepada para peserta”, ucapnya.

Forum yang diadakan pada Rabu, 22 Februari 2023 di Laboratorium Dakwah, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Sultan Amai Gorontalo ini harapannya para mahasiswa/i memiliki bekal awal dalam ujian BTHQ sebagai syarat kelulusan sarjana di IAIN Sultan Amai Gorontalo yang akan mereka hadapi di masa yang akan datang, ujar kajur Manajemen Dakwah. Selain ini, mahasiswa/i diajarkan cara membaca, menulis dan menghapal dalam beberapa sesi ke depan, teruntuk sesi 1 ini para mahasiswa/i berfokus pada metode membaca Al-Qur’an. (humasmd)