Family Academic Gathering Dirangkaikan Dengan Pelatihan Dai & Daiyah (kopdar Jurusan: Silahturahmi dan Membangun Kekeluargaan Yang kokoh Serta Meningkatkan Keterampilan Berdakwah, Menjadi Dai & Daiyah)

14 Oktober 2023, kegiatan bertajuk Family Academic Gathering yang dirangkaikan dengan Pelatihan Dai & Daiyah, dengan tema besar, “Silaturahmi dan Membangun Kekeluargaan yang Kokoh serta Meningkatkan Keterampilan Berdakwah, Menjadi Dai & Daiyah. Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan kekeluargaan antar anggota jurusan serta memberikan pelatihan kepada mahasiswa dan masyarakat umum untuk meningkatkan keterampilan berdakwah yang relevan dengan tantangan zaman. Bertempat di aula FUD, kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, alumni manajemen dakwah

Acara dimulai dengan pembukaan resmi oleh Ketua Jurusan, yang memberikan sambutan penuh semangat. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya silaturahmi dan kekeluargaan sebagai fondasi yang kuat dalam kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat.

“Kekeluargaan adalah jembatan yang menghubungkan hati dan pikiran. Dengan mempererat silaturahmi, kita tidak hanya membangun hubungan antarindividu, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam menjalankan tugas dakwah,” ungkapnya.

Selanjutnya, rangkaian pembukaan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh seorang mahasiswa berbakat,

Bagian pertama acara, yakni Family Academic Gathering, dirancang untuk menciptakan momen kebersamaan antar anggota jurusan. Berbagai aktivitas menarik diselenggarakan, mulai dari sesi perkenalan, hingga permainan kelompok yang memacu semangat kerja sama.

kegiatan yang paling menarik perhatian adalah sesi diskusi bertajuk “Membangun Kekeluargaan yang Kokoh di Era Digital.” Diskusi ini dipimpin oleh dosen senior yang telah lama berkecimpung dalam dunia pendidikan dan dakwah. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya membangun komunikasi yang efektif dalam keluarga maupun komunitas, terutama di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Tidak ketinggalan, sesi foto bersama dan makan bersama menjadi momen yang paling dinantikan oleh peserta. Suasana kebersamaan begitu terasa ketika semua peserta saling berbagi cerita sambil menikmati hidangan

Bagian acara, yakni Pelatihan Dai & Daiyah, diisi dengan materi-materi yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam berdakwah. Para pemateri merupakan tokoh-tokoh yang sudah berpengalaman di bidang dakwah dan komunikasi publik.

Sesi pertama pelatihan diisi oleh Kiman Dama S.Pd.I, yang membawakan materi tentang “Teknik Komunikasi Efektif dalam Berdakwah.” Dalam penyampaiannya, Ustazah Nurul menekankan pentingnya memahami audiens dan memilih gaya komunikasi yang sesuai dengan konteks.

“Seorang dai harus mampu menjadi jembatan antara pesan agama yang universal dengan kebutuhan audiens yang beragam. Pemahaman terhadap konteks adalah kunci agar pesan dakwah dapat diterima dengan baik,” ujarnya

Sesi berikutnya adalah workshop praktis yang dipandu oleh Tasyrif Yunus S.Ag. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk mempraktikkan cara menyampaikan ceramah singkat dengan menggunakan metode storytelling. Dengan bimbingan langsung dari Ustaz Fadhil, para peserta diberi kesempatan untuk mencoba berdakwah di depan rekan-rekan mereka.

Workshop ini mendapat apresiasi tinggi dari peserta, salah satunya adalah Hasan, seorang mahasiswa semester akhir. Ia mengaku merasa lebih percaya diri setelah mengikuti pelatihan ini.

Acara ini juga menyoroti tantangan dan peluang dakwah di era globalisasi. Dalam sesi penutup, Ketua Panitia menyampaikan harapannya agar para peserta dapat terus mengembangkan diri menjadi dai dan daiyah yang berdaya saing global, tanpa melupakan akar budaya dan nilai-nilai lokal.

“Dakwah tidak hanya berbicara tentang menyampaikan pesan agama, tetapi juga bagaimana kita bisa menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai kebaikan di mana pun kita berada,” tutur Ketua Panitia.

Sebagai penutup, acara diakhiri dengan sesi refleksi bersama. Para peserta diajak untuk merenungkan pengalaman dan pelajaran yang mereka dapatkan selama acara berlangsung. Tidak sedikit yang menyatakan rasa syukur atas kesempatan ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan di masa depan. Acara Family Academic Gathering dan Pelatihan Dai & Daiyah ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah untuk membangun kompetensi diri dalam berdakwah. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi dai dan daiyah yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu membawa pesan Islam dengan penuh hikmah di tengah masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan keilmuan yang terus ditanamkan, acara ini telah membuktikan bahwa kekeluargaan yang kokoh dan dakwah yang relevan adalah kunci untuk menghadapi tantangan zaman. Semoga acara ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus memperkuat ukhuwah dan meningkatkan keterampilan dakwah.

Seminar Nasional ZISWAF (efektifitas Penyaluran Dana Zakat,Infaq,Sedekah, dan wakaf Di Gorontalo)

21 September 2023, Seminar Nasional bertajuk “Efektivitas Penyaluran Dana Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) di Gorontalo” berhasil dilaksanakan di Gedung IAIN Sultan Amai Gorontalo. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta, termasuk akademisi, praktisi, pengelola lembaga amil yang peduli dengan optimalisasi pengelolaan ZISWAF di wilayah Gorontalo.

Seminar dimulai pada pukul 09.00 WITA dengan sambutan dari Ketua Panitia, Fikri Ghozali. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala dan peluang dalam penyaluran dana ZISWAF sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas.

“Zakat, infaq, sedekah, dan wakaf adalah instrumen penting dalam pembangunan sosial-ekonomi umat. Namun, efektivitas penyalurannya perlu ditingkatkan melalui sinergi berbagai pihak,” ujar Fikri.

Acara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Dr. Kamaruddin,M.Fil.I., yang dalam pidatonya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga amil, dan masyarakat untuk memaksimalkan potensi ZISWAF sebagai solusi pemberdayaan ekonomi.

“Gorontalo memiliki potensi besar dalam pengelolaan dana ZISWAF. Dengan manajemen yang transparan dan penyaluran yang tepat sasaran, kita dapat menciptakan perubahan yang signifikan bagi masyarakat,” ungkap Dr. Kamaruddin.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama yang merupakan ahli di bidang ZISWAF yaitu Nurul Fadhilah, S.E., M.E.K., dan Supandi Rahman, S.E, M.Ak,. M.E.

Sebagai pembicara pertama, Nurul Fadhilah, S.E., M.E.K., memaparkan konsep dasar efektivitas dalam pengelolaan ZISWAF. Ia menyoroti bahwa efektivitas dapat dicapai jika dana ZISWAF dikelola dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan.

“Efektivitas penyaluran ZISWAF tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari dampak jangka panjang yang dirasakan oleh mereka. Oleh karena itu, pengelola ZISWAF harus memiliki visi yang jelas,” jelas Ibu Nurul Fadhilah.

Beliau juga mengemukakan pentingnya teknologi digital dalam mendukung pengelolaan ZISWAF yang lebih modern dan efisien.

Pada sesi kedua, Supandi Rahman, S.E, M.Ak,. M.E berbagi pengalaman tentang praktik terbaik dalam penyaluran dana ZISWAF. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan penyaluran dana sangat bergantung pada pemetaan kebutuhan masyarakat dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Sebagai lembaga amil, kita harus memahami kebutuhan prioritas masyarakat, baik itu dalam bentuk bantuan pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan ekonomi. Selain itu, sinergi dengan pemerintah dan komunitas lokal sangat penting untuk memastikan program berjalan efektif,” tutur Pak Supandi.

Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada para narasumber.

Seminar Nasional ZISWAF ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan dana zakat, infaq, sedekah, dan wakaf. Diharapkan, seminar ini menjadi langkah awal untuk menciptakan pengelolaan ZISWAF yang lebih transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat Gorontalo.

Pengabdian Masyarakat Internasional: Kajian Keislaman kepada Santri Narapidana di Pondok Barokah Qodiri Syah Ala Kuala Lumpur Malaysia

Gorontalo, 2024 – Dalam rangka memperluas dampak dakwah dan pengabdian kepada masyarakat, Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo mengadakan kegiatan kajian keislaman bagi santri narapidana di Pondok Barokah Qodiri Syah Alam, sebuah lembaga pembinaan narapidana yang berfokus pada pendidikan agama Islam dan pembentukan karakter. Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman agama yang lebih mendalam kepada para narapidana yang berada di dalam proses rehabilitasi, serta untuk menguatkan moralitas dan spiritualitas mereka.

Kegiatan kajian keislaman ini adalah bagian dari Program Pengabdian Masyarakat yang bertujuan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, khususnya para santri narapidana yang tengah menjalani masa pemulihan. Dengan tema “Meningkatkan Pemahaman Keislaman dan Moralitas melalui Pembinaan Keagamaan”, kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak Pondok Barokah Qodiri Syah Alam, yang merupakan salah satu pondok pesantren yang turut serta dalam pembinaan para narapidana.

Tujuan Pengabdian Masyarakat Internasional

Pengabdian masyarakat ini memiliki beberapa tujuan utama yang sangat penting dalam proses rehabilitasi dan pembinaan santri narapidana, antara lain:

  1. Memberikan Pemahaman Keislaman yang Lebih Mendalam
    Salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan kajian keislaman yang lebih mendalam kepada para santri narapidana. Dengan memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai ajaran Islam, diharapkan para narapidana dapat memperoleh pencerahan dan motivasi untuk memperbaiki diri serta mengubah pandangan hidup mereka ke arah yang lebih baik.
  2. Meningkatkan Kualitas Moral dan Spiritual
    Dalam proses pembinaan narapidana, aspek moral dan spiritual sangat penting untuk membangun karakter yang lebih baik. Kajian keislaman yang diberikan dalam kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai agama yang dapat membimbing para santri dalam menjalani kehidupan yang lebih baik setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan.
  3. Membantu Rehabilitasi Mental dan Emosional Narapidana
    Kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu proses rehabilitasi mental dan emosional santri narapidana. Dengan pemahaman agama yang baik, diharapkan para santri dapat lebih memahami pentingnya taubat, perubahan diri, dan hidup dengan penuh rasa syukur.
  4. Menyebarkan Nilai Islam yang Damai dan Menyatu dengan Masyarakat
    Salah satu tujuan pengabdian masyarakat internasional ini adalah untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam yang damai, toleran, dan dapat diterima di lingkungan masyarakat luas. Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa agama Islam tidak hanya mengajarkan ritual ibadah, tetapi juga membentuk pribadi yang berbudi luhur, penuh kasih sayang, dan dapat diterima oleh masyarakat.
  5. Mengembangkan Keterampilan Dakwah Mahasiswa
    Sebagai bagian dari program pengabdian, mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dakwah mereka melalui interaksi langsung dengan para santri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan manajerial dalam konteks dakwah yang aplikatif.

Pelaksanaan Kegiatan Kajian Keislaman

Kegiatan kajian keislaman dimulai pada pagi hari dengan sambutan hangat dari pihak Pondok Barokah Qodiri Syah Alam yang diwakili oleh pengasuh pondok, Ustadz Ahmad Zainudin, yang menyampaikan apresiasi kepada Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo atas partisipasi mereka dalam memberikan kajian keislaman kepada para santri narapidana. “Kami sangat menghargai program pengabdian ini karena ini adalah kesempatan yang langka bagi para santri untuk mendapatkan ilmu agama yang lebih mendalam. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi titik balik bagi mereka untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah keluar nanti,” ujar Ustadz Zainudin.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan kajian pertama yang dibawakan oleh Dr. Andries Kango M.Ag, Dekan di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo, yang mengangkat tema “Islam sebagai Solusi Kehidupan: Dari Pemulihan Diri Menuju Kebaikan”. Ustadz Abdurrahman menjelaskan tentang pentingnya pemahaman ajaran Islam yang holistik, yang mencakup aspek ibadah, muamalah, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga memberikan penjelasan mengenai konsep taubat dalam Islam dan bagaimana taubat dapat menjadi sarana untuk memulai kehidupan baru yang lebih baik.

Dalam kajian ini, Ustadz Abdurrahman mengajak para santri untuk merefleksikan diri dan memahami bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik, tidak peduli masa lalu mereka. “Islam mengajarkan kita untuk selalu berusaha memperbaiki diri, dan taubat adalah jalan utama untuk kembali ke jalan yang benar,” ujar beliau.

Setelah kajian pertama, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif, di mana para santri diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada Ustadz Abdurrahman. Diskusi ini berlangsung dengan sangat antusias, di mana para santri mengungkapkan pertanyaan seputar topik kajian dan mendapatkan jawaban yang membimbing mereka dalam menjalani proses perubahan.

Sesi Selanjutnya: Pengembangan Karakter melalui Dakwah

Pada sesi berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan kajian “Mengembangkan Karakter melalui Dakwah: Dari Pembinaan Diri Menjadi Agen Perubahan”, yang dibawakan oleh Ustadz H. Muhammad Yusuf, seorang praktisi dakwah yang telah berpengalaman dalam melakukan pembinaan kepada berbagai kalangan masyarakat. Ustadz Yusuf membahas bagaimana dakwah tidak hanya terbatas pada penyampaian ilmu agama, tetapi juga bagaimana dakwah dapat menjadi sarana untuk memperbaiki diri dan mengubah karakter menjadi lebih baik.

Dalam sesi ini, Ustadz Yusuf menekankan pentingnya akhlak dalam kehidupan dakwah, serta bagaimana seorang da’i (pendakwah) harus dapat menjadi teladan yang baik dalam perbuatan dan perkataan. “Dakwah yang sesungguhnya adalah dakwah yang bisa mengubah diri kita terlebih dahulu sebelum mengubah orang lain,” ujarnya.

Sesi ini diikuti dengan simulasi dakwah, di mana para santri diajak untuk berlatih menyampaikan pesan-pesan dakwah secara sederhana dan efektif. Meskipun para santri merupakan narapidana, mereka diajak untuk melihat diri mereka sebagai agen perubahan yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan. Simulasi ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan berbicara di depan umum, yang juga sangat berguna dalam kehidupan mereka setelah masa hukuman selesai.

Penutupan dan Harapan ke Depan

Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditutup dengan sambutan penutupan dari Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo, yang mengucapkan terima kasih kepada pihak Pondok Barokah Qodiri Syah Alam atas kerja sama yang baik selama pelaksanaan kegiatan. Beliau juga berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi kolaborasi lebih lanjut antara Fakultas Ushuluddin dan Dakwah dengan lembaga-lembaga pembinaan narapidana lainnya, untuk terus memberikan kontribusi positif dalam pembinaan mental dan spiritual para narapidana.

Para santri juga mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam atas kegiatan ini. Salah seorang santri, Budi, menyampaikan, “Kami merasa diberi kesempatan yang sangat berharga untuk mendapatkan ilmu agama yang lebih dalam. Semoga ilmu yang kami dapatkan hari ini dapat membantu kami untuk menjadi pribadi yang lebih baik.”

Dampak Positif Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian masyarakat berupa kajian keislaman ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi para santri narapidana. Selain memperdalam pemahaman agama, kegiatan ini juga memberikan mereka semangat baru untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik, penuh harapan, dan berkomitmen untuk perubahan. Dengan adanya program pengabdian seperti ini, diharapkan para santri narapidana dapat menjalani proses rehabilitasi dengan lebih maksimal dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan karakter yang lebih baik.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dan dakwah memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan setiap individu, termasuk mereka yang sedang dalam proses pemulihan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya bagi narapidana yang tengah berusaha untuk memperbaiki diri.

Internasional Seminar (The Ethices Of Social Media Use for Millenial)

22 Agustus 2023, seminar internasional bertajuk “The Ethics of Social Media Use for Millennials” sukses digelar di Aula Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Seminar ini dihadiri oleh peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi milenial akan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab di era digital. acara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah.

Seminar ini menghadirkan dua pembicara internasional yaitu Prof. Ulrich Martin Plank dan Dr. Andries Kango M.Ag. Sebagai pembicara pertama, Prof. Ulrich Martin Plank menjelaskan prinsip-prinsip etika yang harus diterapkan dalam penggunaan media sosial. Ia menyoroti pentingnya menghindari penyebaran hoaks, menjaga privasi, dan menghormati pendapat orang lain.

“Etika dalam media sosial bukan hanya tentang apa yang kita unggah, tetapi juga bagaimana kita merespons informasi yang kita terima. Kita harus menjadi pengguna yang kritis dan bertanggung jawab,” jelas Prof. Ulrich.

Ia juga memberikan contoh kasus penyalahgunaan media sosial yang berujung pada konflik sosial, serta bagaimana penerapan etika yang baik dapat mencegah hal tersebut.

Pada sesi kedua, Dr. Andries Kango M.Ag membahas tentang dampak positif dan negatif media sosial terhadap generasi milenial. Ia memaparkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi alat yang efektif untuk belajar dan berjejaring, tetapi juga dapat menyebabkan kecemasan dan tekanan sosial jika tidak digunakan dengan bijak.

“Generasi milenial harus belajar untuk menyeimbangkan penggunaan media sosial. Jangan biarkan media sosial mengambil alih kehidupan kita, tetapi gunakanlah sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas,” kata Dr. Andries Kango.

Ia juga memberikan tips tentang bagaimana mengelola waktu di media sosial agar tetap sehat secara mental dan emosional.

Setelah sesi pemaparan, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Peserta diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada pembicara.

Seminar internasional ini berhasil memberikan dampak positif bagi seluruh peserta. Dengan materi yang mendalam dan diskusi yang interaktif, acara ini menjadi platform yang efektif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya etika dalam penggunaan media sosial. Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari perubahan positif dalam cara generasi milenial memanfaatkan media sosial, menjadikannya alat yang bermanfaat untuk pengembangan diri dan masyarakat. (humas)

Kajian Keorganisasian (Membangun Rasa Tanggung Jawab Dalam Berorganisasi)

22 Juni 2023, sebuah kegiatan bertajuk “Membangun Rasa Tanggung Jawab dalam Berorganisasi” diselenggarakan di Taman Kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo. Kegiatan ini terdiri dari Himpunan Mahasiswa jurusan Mahasiswa Dakwah, kajian ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai tanggung jawab dan komitmen dalam berorganisasi. Kegiatan dimulai pada pukul 15.45 WIB, Kegiatan ini menghadirkan pembicara utama yang memiliki pengalaman luas di bidang keorganisasian. yaitu Kak Akmalul Muslimin katili S.Sos.

Kak Akmalul Katili S.Sos mengulas tentang pentingnya rasa tanggung jawab sebagai pilar utama dalam berorganisasi. Beliau menjelaskan bahwa tanggung jawab tidak hanya terbatas pada menjalankan tugas, tetapi juga mencakup kemampuan untuk menghadapi konsekuensi dari setiap tindakan.

“Seorang anggota organisasi yang bertanggung jawab akan selalu memikirkan dampak dari setiap keputusan yang diambil. Mereka tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada proses dan keberlanjutan organisasi,” jelasnya. Beliau juga memberikan contoh konkret dari berbagai organisasi sukses yang mampu bertahan karena anggotanya memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Setelah sesi pemaparan, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman mereka dalam menghadapi tantangan di organisasi.

Kajian keorganisasian ini memberikan dampak positif bagi seluruh Mahasiswa. Dengan materi yang komprehensif dan diskusi yang interaktif, kegiatan ini berhasil membangun kesadaran akan pentingnya tanggung jawab dalam berorganisasi.  Dengan menginternalisasi nilai tanggung jawab, diharapkan para peserta dapat membawa perubahan positif di lingkungan organisasi mereka, menciptakan budaya kerja yang lebih produktif, kolaboratif, dan berintegritas. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan keorganisasian dapat menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih baik. (humas)

Kajian Himpunan: Mendidik dari Akar Rumput

19 Juni 2023, kegiatan Kajian Himpunan yang bertajuk “Mendidik dari Akar Rumput” berlangsung di taman kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa. kajian ini bertujuan untuk memberikan wawasan baru sekaligus mendorong aksi nyata dalam menciptakan perubahan dari tingkat paling dasar. Kegiatan dimulai pukul 16.00 WITA, Kajian ini menghadirkan pembicara yang merupakan Alumni Jurusan Manajemen Dakwah yaitu kak safira rumampuk.

Sebagai pembicara Kak Safira Rumampuk memaparkan teori dan strategi dalam pendidikan akar rumput. Beliau menjelaskan bahwa pendidikan berbasis komunitas tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan literasi, tetapi juga membangun kesadaran kritis masyarakat.

“Pendidikan akar rumput menempatkan masyarakat sebagai subjek, bukan objek. Proses ini melibatkan mereka dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program pendidikan,” ujar Kak Safira. Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.

Setelah pembicara selesai menyampaikan materi, sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau berbagi pengalaman mereka terkait pendidikan berbasis komunitas. Diskusi berlangsung dinamis, dengan banyak peserta yang menyampaikan ide-ide kreatif mereka. Salah satunya adalah usulan untuk memanfaatkan media sosial sebagai platform edukasi yang lebih luas.

Kajian Himpunan “Mendidik dari Akar Rumput” tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga langkah awal untuk menciptakan aksi nyata. Dengan fokus pada pemberdayaan komunitas melalui pendidikan, acara ini membuka peluang kolaborasi antara berbagai pihak untuk menciptakan perubahan positif dari tingkat paling dasar. (humas)

 

Pelatihan Tari (Optimalisasi Potensi Diri Pada Seni Tari,Teori dan Praktek)

Pada 8 Juni 2023, sebuah acara pelatihan seni tari yang bertajuk “Optimalisasi Potensi Diri pada Seni Tari: Teori dan Praktik” sukses diselenggarakan di taman kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo. Kegiatan ini dihadiri oleh Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah, Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang seni tari serta menggali potensi diri melalui teori dan praktik. Kegiatan dibuka pukul 15.30 WIB

Sesi pertama pelatihan dimulai dengan pemaparan materi teori oleh Kak Adrian Amantu, seorang Koreografer/Penari UKM seni IAIN SAG. Dalam presentasinya, Kak Adrian Amantu menjelaskan bahwa seni tari bukan hanya tentang gerakan, tetapi juga tentang makna, emosi, dan budaya.

“Tari adalah medium untuk menyampaikan pesan, cerita, dan identitas budaya. Dalam proses belajar tari, kita tidak hanya mempelajari teknik, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ujar Kak Adrian.

Beliau juga membahas berbagai jenis tari, mulai dari tari tradisional hingga tari kontemporer, serta bagaimana setiap jenis tari memiliki karakteristik unik yang mencerminkan nilai budaya tertentu. Selain itu, Dr. Budi menyoroti pentingnya pemahaman filosofi dalam seni tari sebagai landasan bagi seorang penari untuk mengekspresikan dirinya secara optimal.

Setelah sesi teori, peserta diajak untuk langsung mempraktikkan seni tari bersama Kak Adrian. Dalam sesi ini, peserta diberikan panduan dasar tentang teknik gerakan, penguasaan ritme, dan ekspresi tubuh. Praktik dimulai dengan pemanasan fisik untuk meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan tubuh. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi ini, meskipun beberapa di antaranya mengaku baru pertama kali belajar tari.

Pelatihan ini diakhiri dengan pertunjukan kolaborasi antara instruktur dan peserta, para peserta mampu menampilkan tarian tersebut dengan baik, menunjukkan semangat dan kerja keras mereka selama pelatihan. Pelatihan ini bukan hanya tentang belajar menari, tetapi juga tentang menggali potensi diri melalui seni tari. Para peserta diajak untuk mengenal lebih dalam makna di balik setiap gerakan dan bagaimana seni tari dapat menjadi medium untuk mengekspresikan diri sekaligus melestarikan budaya.

Bagi banyak peserta, pelatihan ini memberikan pengalaman yang tidak terlupakan. Mereka tidak hanya belajar teknik dan teori, tetapi juga mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya seni tari dalam kehidupan. “Saya merasa lebih menghargai seni tari setelah mengikuti pelatihan ini. Ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga cara untuk mengenal diri sendiri dan budaya kita,” ungkap salah seorang peserta. Dengan keberhasilan pelatihan ini, panitia berharap seni tari semakin diminati oleh generasi muda dan menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter bangsa. Seni tari, sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia, memiliki potensi besar untuk menginspirasi dan membangun generasi yang percaya diri, kreatif, dan mencintai budayanya. (humas)

Kajian Pancasila: Membentuk Pendidikan Karakter Bangsa Melalui Proses Pendidikan Keislaman di Era Revolusi 5.0

1 Juni 2023, sebuah acara yang penuh makna digelar di Taman Kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo dengan tema “Pancasila dalam Membentuk Pendidikan Karakter Bangsa Melalui Proses Pendidikan Keislaman di Era Revolusi 5.0”. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila dan dihadiri oleh mahasiswa  jurusan manajemen dakwah. Kegiatan dimulai pukul 15.30 WIB dengan memperkenalkan pentingnya tema kajian dalam konteks perkembangan zaman.

Kajian ini menghadirkan pembicara utama yang merupakan pakar di bidangnya. Abdul Hamid Y. Mou memaparkan bagaimana integrasi nilai-nilai Pancasila dengan pendidikan Islam dapat menciptakan generasi yang berkarakter kuat. “Nilai-nilai seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sejatinya sudah ada dalam ajaran Islam. Tantangannya adalah bagaimana kita mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam sistem pendidikan modern, khususnya di era Revolusi 5.0 yang penuh dengan teknologi dan tantangan global,” jelas Pemateri Nurul.

Setelah pembicara menyampaikan materi, sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan memberikan pendapat mereka terkait tema yang dibahas. Diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat. Banyak  yang mengungkapkan apresiasi terhadap tema yang diangkat, karena dianggap sangat relevan dengan kondisi saat ini. Beberapa peserta juga menyampaikan bahwa acara ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana Pancasila dan Islam dapat berjalan beriringan dalam membentuk karakter bangsa.

Salah satu poin utama yang menjadi sorotan dalam kajian ini adalah tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan di era Revolusi 5.0. Era ini ditandai dengan integrasi teknologi canggih dan kecerdasan buatan dalam kehidupan manusia, yang membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek, termasuk pendidikan. Kajian Pancasila ini memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya sinergi antara nilai-nilai Pancasila dan pendidikan Islam dalam membangun karakter bangsa. Di tengah tantangan era Revolusi 5.0, kajian ini mengingatkan bahwa teknologi hanya alat, sedangkan nilai-nilai luhur tetap menjadi landasan utama dalam membentuk generasi penerus. (humas)

 

 

Mendulang Ibrah dari Kisah Perjalanan Imam Syafi’i Rohimahullah: Kajian Keagamaan yang Menginspirasi

Pada Senin, 29 Mei 2023, suasana di Aula Masjid Kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo begitu hidup dan penuh semangat. Mahasiswa Manajemen Dakwah berkumpul untuk mengikuti kajian keagamaan yang mengangkat tema “Mendulang Ibrah dari Kisah Perjalanan Imam Syafi’i Rohimahullah”. Acara ini diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah.

Pembicara utama dalam kajian ini adalah M. Reza Camaru, S.Pd.I. Beliau memulai dengan kisah masa kecil Imam Syafi’i, yang lahir di Gaza, Palestina, pada tahun 767 M. Kehidupan Imam Syafi’i penuh dengan perjuangan. Ayahnya meninggal ketika ia masih kecil, sehingga ibunya berperan besar dalam mendidiknya. Meskipun hidup dalam kemiskinan, semangat Imam Syafi’i untuk menuntut ilmu tidak pernah surut. “Beliau telah hafal Al-Qur’an sejak usia 7 tahun dan hafal kitab Al-Muwatha karya Imam Malik di usia 10 tahun. Ini adalah bukti bahwa ilmu tidak mengenal batas usia atau kondisi sosial,” ujar M. Reza Camaru, S.Pd.I.

Selama sesi kajian, pemateri menyoroti beberapa pelajaran penting dari perjalanan Imam Syafi’i. Salah satunya adalah bagaimana Imam Syafi’i selalu menjunjung tinggi adab dalam menuntut ilmu. Beliau dikenal sangat menghormati gurunya, bahkan pernah mengatakan bahwa beliau tidak pernah berani membuka kitab di depan Imam Malik karena rasa hormatnya yang begitu besar. Selain itu, kajian ini juga mengungkap bagaimana Imam Syafi’i memainkan peran besar dalam perkembangan ilmu fiqih. Dengan metode istinbat hukum yang sistematis, beliau berhasil menyusun mazhab Syafi’i yang hingga kini diikuti oleh jutaan umat Muslim di berbagai belahan dunia.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pak M.Reza Camaru, S.Pd.I. Suasana haru terasa ketika para peserta mengamini doa yang dipanjatkan, memohon keberkahan dan kemudahan dalam meneladani perjuangan Imam Syafi’i. Kajian keagamaan ini tidak hanya memberikan wawasan sejarah tentang salah satu tokoh besar Islam, tetapi juga menjadi momen refleksi spiritual. Perjalanan hidup Imam Syafi’i mengingatkan kita bahwa kesulitan hidup bukanlah penghalang untuk mencapai puncak prestasi, melainkan justru menjadi pendorong untuk terus berjuang.

Bagi para peserta, acara ini memberikan motivasi baru untuk memperbaiki diri, meningkatkan keilmuan, dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Semangat dan keteladanan Imam Syafi’i, sebagaimana yang disampaikan dalam kajian ini, diharapkan dapat terus hidup di hati umat Islam. (humas)

Diskusi Publik (Pemilu 2024,Bagaimana Mahasiswa Memilah dan Memilih?)

Pada 19 Mei 2023, Diskusi Publik bertajuk “Pemilu 2024: Bagaimana Mahasiswa Memilah dan Memilih?” sukses digelar di kelas manajemen dakwah . Kegiatan yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah ini dihadiri oleh mahasiswa. Dengan tema yang relevan, diskusi ini bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa sebagai pemilih pemula untuk lebih kritis dan bijak dalam menggunakan hak pilih pada Pemilu 2024.

Acara dimulai pukul 15.30 WIB dengan pembukaan oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya partisipasi mahasiswa sebagai agen perubahan. “Sebagai generasi muda, kita memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Melalui diskusi ini, kami berharap mahasiswa dapat lebih memahami pentingnya memilah informasi dan memilih calon pemimpin secara bijaksana,” ungkapnya.

Diskusi menghadirkan dua narasumber: Pak Hendra Yasin S.IP.,M.A, dan Pak Ahmad Randi, keduanya memberikan pandangan yang mendalam mengenai tantangan dan peluang dalam Pemilu 2024, khususnya terkait partisipasi mahasiswa. Setelah pemaparan dari pemateri, sesi tanya jawab dibuka. Mahasiswa dengan antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari cara melawan politik uang hingga peran media sosial dalam membentuk opini publik.  Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Moderator, Bakhtiar Akub, berhasil menjaga alur diskusi dengan baik dan memberikan ruang bagi peserta untuk aktif berpartisipasi.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi titik awal untuk mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam Pemilu 2024. Dengan berakhirnya Diskusi Publik ini, mahasiswa diharapkan lebih siap dan bijak dalam memilah informasi serta memilih calon pemimpin yang tepat. Semoga semangat demokrasi yang telah ditanamkan melalui kegiatan ini dapat membawa dampak positif bagi Pemilu 2024 dan masa depan bangsa. (humas)