
Upaya menjaga eksistensi budaya lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital menjadi tema utama dalam kegiatan International Seminar yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting pada Selasa, 11 Juni 2024. Seminar internasional ini mengangkat tema “Preservation of Local Culture and Traditions in The Digital Era”, sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya mempertahankan nilai budaya dan tradisi di tengah arus modernisasi global.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai latar belakang organisasi, komunitas, dan mahasiswa internasional yang aktif dalam pengembangan budaya, pendidikan, dan kepemudaan. Seminar berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari berbagai kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.
Adapun para pemateri yang hadir dalam kegiatan ini antara lain:
- Rizki Khairul Noce
Founder of the IAIN Student Union
Dalam pemaparannya, Rizki menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga identitas budaya lokal melalui pemanfaatan media digital dan komunitas kreatif sebagai sarana edukasi budaya kepada masyarakat luas. - Dian Adi Perdana, M.M., CPS
Vice of Secretary of Gerakan Pemuda Ansor Gorontalo (GP Ansor)
Dian Adi Perdana menekankan bahwa perkembangan teknologi harus dijadikan sebagai peluang untuk memperkenalkan budaya lokal kepada dunia internasional. Ia juga menyampaikan pentingnya kolaborasi pemuda dan organisasi sosial dalam menjaga nilai tradisi agar tetap relevan di era digital. - Muhammad Farhan Qurota Yasir, Lc
Member of the Indonesian Student Association in Tunisia
Farhan membahas pengalaman mahasiswa Indonesia di luar negeri dalam memperkenalkan budaya nusantara di lingkungan internasional. Menurutnya, budaya lokal merupakan identitas bangsa yang harus terus dijaga dan dikenalkan melalui diplomasi budaya. - Irmayanti Sipatu
Founder of the Fraternal Alliance
Irmayanti mengangkat pentingnya solidaritas sosial dan penguatan komunitas dalam melestarikan tradisi lokal, khususnya di kalangan generasi muda yang hidup di tengah perkembangan media sosial dan budaya digital. - Diya Kaya Nilla
Member of the Indonesian Student Association in Denmark
Dalam penyampaiannya, Diya menjelaskan bagaimana perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media promosi budaya lokal secara global melalui konten digital, edukasi kreatif, dan jejaring internasional.
Kegiatan seminar dipandu oleh moderator Maryam Piris yang berhasil membawa suasana diskusi menjadi lebih aktif, komunikatif, dan inspiratif. Selama kegiatan berlangsung, para peserta diberikan kesempatan untuk berdialog langsung dengan para pemateri terkait tantangan pelestarian budaya lokal di era digitalisasi.
Seminar internasional ini menjadi wadah penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga nilai budaya dan tradisi sebagai bagian dari identitas bangsa. Selain itu, kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa teknologi digital tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga peluang besar untuk memperluas promosi budaya lokal hingga ke tingkat internasional.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya dan tradisi lokal di tengah perubahan zaman yang semakin modern dan global.