Kajian Keperempuanan (Pengaruh Media Sosial Terhadap Identitas dan Kesehatan Mental Perempuan)

6 Oktober 2024, Departemen Kajian Keperempuanan Himpunan Mahasiswa Universitas Islam Jakarta menyelenggarakan diskusi bertajuk “Pengaruh Media Sosial Terhadap Identitas dan Kesehatan Mental Perempuan”. Acara ini bertujuan untuk mengupas bagaimana penggunaan media sosial yang intensif memengaruhi pembentukan identitas diri perempuan serta dampaknya terhadap kesehatan mental mereka. Dengan mengundang akademisi, praktisi, dan aktivis perempuan sebagai pembicara, kajian ini menjadi ajang refleksi kritis sekaligus pemberdayaan perempuan di era digital.

Kegiatan yang diadakan di taman kampus IAIN SAG tersebut dihadiri mahasiswa. Dengan kegiatan ini berhasil menggugah kesadaran akan tantangan yang dihadapi perempuan di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin masif.

Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan modern. Perempuan, khususnya, merupakan salah satu pengguna terbesar berbagai platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter. Meski menawarkan banyak peluang untuk ekspresi diri dan komunikasi, media sosial juga membawa tantangan tersendiri, terutama dalam hal pembentukan identitas dan kesehatan mental.

Dalam diskusi, Pemateri menyoroti bagaimana media sosial sering kali memperkuat budaya perbandingan di kalangan perempuan. “Kita perlu memahami bahwa apa yang kita lihat di media sosial tidak selalu mencerminkan realitas. Sebagai perempuan, kita harus lebih kritis terhadap konten yang kita konsumsi dan fokus pada apa yang benar-benar penting untuk diri kita,” katanya.

berbagi pengalaman pribadinya sebagai content creator. Ia mengakui bahwa tekanan untuk selalu terlihat sempurna di media sosial dapat memengaruhi kesehatan mental. “Saya pernah berada di titik di mana saya merasa harus terus mengikuti standar tertentu untuk diterima di dunia maya. Tapi sekarang saya belajar untuk lebih autentik dan memprioritaskan kesejahteraan saya,” ungkapnya.

Sesi tanya jawab yang diadakan di akhir acara menjadi momen yang sangat interaktif. Peserta, mahasiswi, menyampaikan berbagai pertanyaan dan pengalaman pribadi mereka terkait pengaruh media sosial.

“Kami berharap para peserta, khususnya perempuan, dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Kita harus bisa memanfaatkan teknologi ini untuk pemberdayaan, bukan untuk membebani diri kita dengan standar yang tidak realistis,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, HMJ juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan di era modern. Acara ini menjadi langkah nyata dalam mendorong kesadaran akan pentingnya kesehatan mental sekaligus menguatkan identitas perempuan yang autentik di tengah era digital. Dengan respons positif dari peserta, kajian ini membuktikan bahwa isu keperempuanan di era digital sangat relevan untuk diangkat. Harapannya, perempuan Indonesia dapat semakin percaya diri, kritis, dan berdaya dalam menghadapi tantangan zaman. (humas)

Kajian Advokasi (Menggalih Kebenaran dari Peristiwa G30SPKI)

2 Oktober 2024, Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen dan Dakwah (HMJ MD) mengadakan sebuah kajian advokasi bertajuk “Menggalih Kebenaran dari Peristiwa G30S/PKI” di taman kampus IAIN SAG. Kegiatan yang digelar untuk memperingati peristiwa penting dalam sejarah bangsa Indonesia ini bertujuan untuk menggali kebenaran di balik tragedi berdarah yang terjadi pada 1965, serta menyelami berbagai perspektif dalam memahami dampaknya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kajian ini dihadiri oleh mahasiswa jurusan. Tema yang diangkat pada kajian ini mencerminkan keinginan HMJ MD untuk memberikan ruang diskusi yang konstruktif dan mendalam mengenai peristiwa yang hingga kini menjadi topik kontroversial dan penuh perdebatan

Peristiwa G30S/PKI adalah salah satu babak kelam dalam sejarah Indonesia yang terjadi pada 30 September 1965. Sebuah upaya kudeta yang dilakukan oleh Gerakan 30 September (G30S) yang berujung pada pembunuhan enam jenderal dan satu perwira tinggi Angkatan Darat, serta penggulingan pemerintahan Presiden Soekarno. Hingga kini, peristiwa tersebut masih menjadi perdebatan mengenai siapa yang sebenarnya bertanggung jawab dan bagaimana seharusnya peristiwa ini dikenang.

HMJ MD menganggap bahwa kajian mengenai G30S/PKI sangat penting untuk dilakukan, terutama bagi generasi muda yang mungkin hanya mengenal peristiwa ini melalui cerita yang terbatas atau bahkan bias. Dengan menggali fakta dan mengedukasi mahasiswa tentang berbagai perspektif yang ada, diharapkan kajian ini dapat membentuk sikap yang objektif dan cerdas dalam menyikapi sejarah.

Kajian Advokasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran di kalangan mahasiswa tentang pentingnya memahami sejarah secara komprehensif, tanpa terjebak dalam satu pandangan yang sempit. Selain itu, kajian ini juga diharapkan dapat menjadi wahana untuk mempererat hubungan antar-mahasiswa, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam menjaga keutuhan bangsa.

Kegiatan dimulai dengan pemaparan sejarah tentang G30S/PKI oleh Zakaria,

Acara berlanjut dengan sesi tanya jawab yang melibatkan mahasiswa. Mahasiswa terlihat antusias dalam bertanya mengenai berbagai aspek peristiwa G30S/PKI, baik yang berkaitan dengan sejarah, politik, maupun dampak sosialnya. Banyak peserta yang mengungkapkan rasa penasaran mereka tentang berbagai versi peristiwa tersebut dan berharap bisa mendapatkan jawaban yang lebih jelas.

Dengan adanya kajian ini, HMJ MD berharap mahasiswa dapat lebih kritis dalam menyikapi berbagai informasi yang berkembang di masyarakat. Mereka ingin agar generasi muda tidak hanya terjebak dalam narasi yang berkembang, tetapi juga mampu melakukan kajian lebih mendalam untuk menemukan kebenaran sejarah yang sesungguhnya. Kegiatan ini juga menjadi contoh bagaimana kajian advokasi dapat memperkaya wawasan dan pemahaman mahasiswa dalam menyikapi isu-isu besar yang memengaruhi bangsa. Dengan menggalih kebenaran dari peristiwa G30S/PKI, diharapkan mahasiswa dapat lebih bijak dalam menyikapi perbedaan, menjaga persatuan, dan mengutamakan kepentingan bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (humas)

Pelatihan Da’I Da’iyah (Menumbuhkan Jiwa Dakwah Pada Gen Z Untuk Membumikan Karakter Da’I Muda)

26 September 2024, sebuah acara penting bertajuk Pelatihan Da’I Da’iyah diadakan di Aula FUD IAIN SAG, dengan tema “Menumbuhkan Jiwa Dakwah pada Gen Z untuk Membumikan Karakter Da’I Muda”. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda, khususnya Gen Z, dengan pemahaman yang mendalam tentang dakwah serta membentuk karakter Da’I yang berintegritas dan berkomitmen terhadap ajaran Islam. Dalam dunia yang semakin berkembang pesat dengan kemajuan teknologi dan informasi, pelatihan ini diharapkan mampu menjadi wadah yang memperkuat peran aktif kaum muda dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Pelatihan ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih besar untuk memperkenalkan dakwah kepada generasi muda dengan cara yang relevan dan kontekstual. Pemilihan Gen Z sebagai sasaran utama tak lepas dari pengaruh besar mereka dalam dunia digital dan sosial. Dalam era media sosial yang sangat dinamis ini, dakwah bukan hanya tentang berbicara di mimbar masjid, tetapi juga melalui berbagai platform digital yang dapat menjangkau audiens yang lebih luas.

Pelatihan yang berlangsung selama satu hari ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada pengembangan keterampilan praktis dalam dakwah. Dengan menghadirkan  pemateri yang berkompeten di bidangnya, peserta diberi kesempatan untuk mempelajari berbagai aspek dakwah, baik yang bersifat lisan maupun melalui media digital.

Salah satu sesi yang menjadi sorotan adalah pelatihan berbicara di depan. Para peserta diajarkan teknik-teknik menyampaikan pesan secara efektif dan menarik, agar dakwah yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh audiens. Ini menjadi penting karena, pada era digital, dakwah tak hanya dilakukan di mimbar, tetapi juga melalui video pendek di media sosial, podcast, atau artikel online.

Pelatihan Da’I Da’iyah yang diselenggarakan pada 26 September 2024 ini berhasil menjadi wadah penting dalam memperkenalkan dakwah kepada Gen Z dengan cara yang kontekstual dan relevan. Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya dibekali dengan keterampilan teknis dalam berdakwah, tetapi juga diberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya membentuk karakter yang kuat sebagai seorang Da’I. Dengan begitu, mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan dan kedamaian bagi masyarakat, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Dalam era yang terus berkembang ini, generasi muda memiliki peran yang sangat strategis dalam menyebarkan pesan Islam yang damai dan penuh kasih. Pelatihan Da’I Da’iyah ini menjadi salah satu langkah awal yang sangat positif dalam mencetak Da’I muda yang siap menghadapi tantangan zaman, membawa Islam yang rahmatan lil ‘alamin ke tengah masyarakat, dan menciptakan perubahan yang lebih baik. (humas)

Mahasiswa Manajemen Dakwah, Raflin Ladau, Raih Juara 3 dalam Kompetisi Film Pendek Internasional

22 September 2024 – Raflin Ladau, mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah, kembali mengharumkan nama kampusnya dengan meraih Juara 3 pada ajang bergengsi “The International Competition Creative Research National Activity in the Short Film and Documentary Competition”. Kompetisi ini diselenggarakan oleh UKM Creative Minority NAD dengan tema besar yang menginspirasi, yaitu “Generation Z Creativity in Optimizing the Environment Based on Science and Technology to Realize the Sustainable Development Goals (SDGs) Towards Golden Indonesia 2045”.

Pencapaian Luar Biasa Raflin Ladau, Karya Raflin Ladau berjudul “Mengapa Harus Aku” https://youtu.be/89uW6w3vAYo?si=KSrNvhlyVeH866M1 berhasil menarik perhatian para juri dan penonton. Film pendek ini menggambarkan upaya generasi muda dalam persahabatan dan pertemanan dalam dunia pendidikan perguruan tinggi. Dalam film tersebut, Raflin menyoroti maraknya kasus bullying dan bagaimana generasi Z dapat menyikapi dan berperilaku kepada sejawat di kampus.

Raflin mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ini. “Kompetisi ini bukan hanya tentang meraih penghargaan, tetapi juga tentang menyampaikan pesan bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam menciptakan perubahan positif. Saya berharap karya ini dapat menginspirasi banyak orang untuk lebih peduli terhadap pergaulan kampus,” ujar Raflin dengan penuh semangat.

Kompetisi yang Ketat dan Bertaraf Internasional, Kompetisi ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai negara. Para peserta ditantang untuk menghasilkan karya kreatif yang tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi tetapi juga relevan dengan tema yang diusung. Dewan juri terdiri dari para pakar film, akademisi, dan praktisi lingkungan internasional, yang memberikan penilaian berdasarkan kreativitas, relevansi tema, dan dampak sosial dari karya yang dihasilkan.

Ketua panitia, Siti Haliza, menyampaikan apresiasinya kepada semua peserta. “Kompetisi ini adalah wadah untuk menunjukkan potensi generasi muda dalam berkontribusi terhadap pencapaian SDGs melalui kreativitas dan inovasi. Kami sangat bangga melihat antusiasme dan kualitas karya yang luar biasa,” ungkapnya.

Tema kompetisi ini selaras dengan upaya global dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam bidang lingkungan di perguruan tinggi. Karya Raflin Ladau mencerminkan kontribusi nyata generasi muda dalam menciptakan keselarasan dalam kehidupan antar manusia. Film pendeknya menekankan pentingnya kolaborasi antarindividu, komunitas, dan teknologi untuk menghadapi tantangan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.

Dukungan dari Universitas, Keberhasilan Raflin Ladau tidak lepas dari dukungan Program Studi Manajemen Dakwah dan universitas tempat ia menempuh pendidikan. Kepala Program Studi Manajemen Dakwah, Dian Adi Pedana, M.M., menyatakan rasa bangganya atas pencapaian Raflin. “Raflin telah membuktikan bahwa mahasiswa Manajemen Dakwah tidak hanya berkontribusi dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata pada pembangunan sumberdaya manusia berkelanjutan. Kami akan terus mendukung mahasiswa kami untuk berkarya dan berprestasi di kancah internasional,” ujar beliau.

Inspirasi untuk Generasi Z, Prestasi Raflin Ladau diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Dalam wawancaranya, Raflin berpesan, “Jangan pernah ragu untuk bermimpi besar dan berani mencoba hal baru. Dunia ini penuh tantangan, tetapi juga penuh peluang. Jadikan setiap kesempatan sebagai batu loncatan untuk menciptakan perubahan.”

Dengan keberhasilannya, Raflin membuktikan bahwa generasi Z memiliki potensi besar untuk membawa perubahan melalui kreativitas dan inovasi. Karyanya menjadi pengingat bahwa setiap individu dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Kompetisi “The International Competition Creative Research National Activity” tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan bakat, tetapi juga platform untuk menyampaikan pesan penting tentang pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi tantangan global. Dengan semangat yang ditunjukkan oleh Raflin Ladau, harapan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan Indonesia Emas 2045 semakin terlihat nyata.(humas)

Academic Day (One Team One Family) 2024

17 September 2024 — Dalam rangka mempererat solidaritas dan semangat kebersamaan di antara mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah (HMJ-MD) menggelar acara bertajuk Academic Day: One Team One Family. Kegiatan ini berlangsung meriah di Aula FUD, diikuti oleh mahasiswa jurusan manajemen dakwah dari berbagai angkatan.

Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan sambutan dari Ketua HMJ-MD, Tri Salsa Inadjo. Dalam pidatonya, Ia menekankan pentingnya membangun kebersamaan di antara mahasiswa untuk menciptakan lingkungan akademik yang harmonis. “Kita adalah satu keluarga. Dengan bekerja sebagai tim, kita bisa mencapai prestasi yang lebih besar dan menciptakan pengalaman belajar yang bermakna,” ujarnya.

Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan Manajemen Dakwah, Bapak Dian Adi Perdana, S.Sos.I,. M.M. dan Bapak Muhammad Jihad Firman S.E,. M.M,. CHCM, juga turut hadir dan memberikan sambutan. Mereka menyampaikan apresiasi kepada HMJ-MD atas inisiatifnya dalam menyelenggarakan kegiatan ini. “Academic Day ini adalah momen penting untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun jiwa kepemimpinan di kalangan mahasiswa. Saya berharap acara ini bisa menjadi inspirasi bagi program-program lain di kampus,”. Acara ditutup pada pukul 16.00 WIB. Dengan suksesnya Academic Day: One Team One Family, HMJ-MD berharap dapat terus menyelenggarakan acara serupa yang menginspirasi dan memperkuat solidaritas mahasiswa. (humas)

 

Seminar Nasional Self Management: Mental Health for College Students

19 Agustus 2024 — Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di kalangan mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah (HMJ-MD) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Self Management: Mental Health for College Students.” Kegiatan ini digelar di Ex Tarbiyah Kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo dan berhasil menarik perhatian  peserta dari berbagai jurusan.

Seminar dimulai pukul 09.00 WIB dengan pembukaan oleh Dekan Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah, Dr. Andries Kango. M.Ag, Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara tugas akademik dan kesehatan mental. “Kesehatan mental adalah fondasi dari kesuksesan. Dengan manajemen diri yang baik, mahasiswa dapat menghadapi tantangan akademik tanpa kehilangan keseimbangan hidup,” ujarnya.

Sesi pembukaan juga diwarnai dengan penampilan paduan suara mahasiswa yang membawakan lagu “Indonesia Raya,” menciptakan suasana semangat dan kebersamaan di antara para peserta.

Acara inti seminar menghadirkan dua pembicara nasional yang ahli di bidang kesehatan mental dan pengembangan diri:

  1. Sabrina Nadjib Mohamad, S.KM., M.Kes. Beliau menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mental mahasiswa, seperti tekanan akademik, ekspektasi keluarga, dan pengaruh media sosial.

    “Mahasiswa perlu memahami bahwa merasakan stres adalah hal yang wajar. Namun, penting untuk mengetahui kapan harus mencari bantuan profesional,” ujar Sabrina Nadjib sambil memberikan tips praktis mengelola stres.

  2. Muhammad Jihad Firman, S.E,. M.M., CHCM. Dalam sesi ini, beliau berbagi strategi praktis untuk meningkatkan daya tahan mental, seperti menetapkan prioritas, mengatur waktu, dan berlatih mindfulness.

    “Manajemen diri adalah kunci untuk menghadapi tantangan. Dengan fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan, kita dapat menciptakan kehidupan yang lebih seimbang dan produktif,” jelasnya.

Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh moderator,Nurfia Alista Pakaya, seorang Mahasiswa Manajemen Dakwah. Para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada para pembicara.

Dengan suksesnya Seminar Nasional Self Management ini, HMJ-MD berharap dapat terus menghadirkan kegiatan-kegiatan inspiratif yang mendukung pengembangan diri mahasiswa. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa perhatian terhadap kesehatan mental adalah bagian integral dari upaya mencetak generasi muda yang tangguh dan berdaya saing.(humas)

 

International Seminar : *Bersatu dalam Keberagaman: Membangun Solidaritas Mahasiswa Internal dan Eksternal*. ” Uniting in diversity: building solidarity between internal and external students”

15 Juni 2024 – Dalam semangat memperkuat solidaritas dan membangun sinergi antara mahasiswa internal dan eksternal, seminar internasional bertajuk “Bersatu dalam Keberagaman: Membangun Solidaritas Mahasiswa Internal dan Eksternal” atau dalam bahasa Inggris “Uniting in Diversity: Building Solidarity between Internal and External Students” dilaksanakan pada Sabtu, 15 Juni 2024. Seminar ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan YouTube Live.

Hari/Tanggal: Sabtu, 15 Juni 2024,Waktu, Waktu Arab Saudi: 12.00 (Arab Time), Waktu Tunisia: 13.00 (Tunisia Time), Waktu Indonesia: 19.00 (WITA)

Tempat: Zoom Meeting

Acara ini akan menghadirkan pembicara-pembicara hebat dari berbagai latar belakang untuk berbagi pengalaman dan wawasan tentang pentingnya solidaritas dalam keberagaman, Muh. Nurhidayat, S. Sos., M.Pd, Kepala Divisi Media PPMI Abha, Kerajaan Arab Saudi, Rizki Muhammad Haikal, Wakil Ketua BPC Kairouan, Tunisia, Dian Adi Perdana, M.M., CPS, Kepala Departemen Kesehatan PERGUNU Gorontalo, Amelia Purnama Hikaya, Pendiri Ikatan Persatuan Pelajar Muslim Indonesia (IPPMI), Muslim Mohamad, Pendiri Pemuda Harmoni Religius

Seminar ini bertujuan untuk, Mendorong mahasiswa memahami pentingnya solidaritas dalam keberagaman budaya dan latar belakang, Menanamkan nilai-nilai inklusivitas dan kerja sama antar mahasiswa lokal dan internasional, Memberikan wawasan baru terkait kolaborasi lintas budaya dalam pendidikan tinggi.

Didukung oleh, PAMDI (Perkumpulan Ahli Manajemen Dakwah Indonesia), Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) PW Gorontalo, PERGUNU (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama) PW Gorontalo

Dengan mengikuti seminar ini, peserta akan mendapatkan, Pemahaman tentang pentingnya membangun solidaritas lintas budaya, Inspirasi dari pengalaman nyata para pembicara internasional, Kesempatan untuk memperluas wawasan dan jaringan global.

International Seminar “Bersatu dalam Keberagaman: Membangun Solidaritas Mahasiswa Internal dan Eksternal” menawarkan peluang luar biasa bagi peserta untuk belajar dan berbagi tentang keberagaman. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk menjadi bagian dari gerakan global yang mendukung inklusivitas dan solidaritas, saksikan disini Klik (humas)

International Seminar: Opportunities and Challenges of Being A Student Abroad

14 Juni 2024 – Menjadi seorang mahasiswa internasional di negeri orang memberikan peluang dan tantangan yang unik. Untuk itu, Komunitas Pemuda Tanpa Keraguan bersama Komunitas Kumpulan Ukhti Tangguh dan IAIN Sultan Amai Gorontalo mempersembahkan seminar internasional bertajuk “Opportunities and Challenges of Being A Student Abroad”. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada hari Jumat, 14 Juni 2024.

Hari/Tanggal: Jumat, 14 Juni 2024, Waktu, Indonesia & Harbin, China: 19.00 WITA, Aachen, Jerman: 13.00 WITA, Lokasi: Zoom Meeting, Seminar ini menghadirkan pembicara internasional dari berbagai negara yang akan berbagi pengalaman dan wawasan tentang studi di luar negeri, Nathan Matthew Kurnia, Ketua PPI Aachen, Jerman, Yosaline Titany, Sekretaris PPIT Harbin, Republik Rakyat Tiongkok, Vaneza Cherryline S, Tim Media PPIT Harbin, Republik Rakyat Tiongkok, Dian Adi Perdana, M.M., CPS, CEO Ta’lif wa Nasyr Nahdlatul Ulama Gorontalo, Delawati Mohamad, Pendiri Kumpulan Ukhti Tangguh, Nuraini S. Datulamban, Pendiri Pemuda Tanpa Keraguan

Seminar ini bertujuan untuk, Memberikan wawasan kepada peserta tentang peluang dan tantangan studi di luar negeri, Membekali peserta dengan strategi menghadapi tantangan akademik dan sosial di negara asing, Menginspirasi generasi muda untuk menjadikan pengalaman studi di luar negeri sebagai momen transformasi diri.

Seminar ini didukung oleh, HMJ Manajemen Dakwah Lembaga Ta’lif wa Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) PW Gorontalo, Lembaga Pengabdian Ummat Gorontalo Ghiroh (LPU Go Ghiroh), Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) PW Gorontalo, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) PW Gorontalo, Perkumpulan Ahli Manajemen Dakwah Indonesia (PAMDI)

Komunitas Pemuda Tanpa Keraguan dan Komunitas Kumpulan Ukhti Tangguh berharap seminar ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus belajar, berkembang, dan memanfaatkan setiap peluang di dunia internasional. International Seminar “Opportunities and Challenges of Being A Student Abroad” adalah peluang emas bagi para peserta untuk memahami dinamika kehidupan mahasiswa internasional KLIK. (humas)

Majelis Rutinan HMJ MD (Pembacaan Maulid Simtudduror)

13 Juni 2024 — Dalam rangka mempererat ukhuwah Islamiyah dan menguatkan nilai-nilai spiritualitas, Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah (HMJ-MD) kembali menggelar Majelis Rutinan yang diisi dengan pembacaan Maulid Simtudduror. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kampus X dengan suasana yang penuh khidmat dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa, dosen, Acara dimulai pukul 19.00 WIB dengan lantunan shalawat

Acara inti dimulai dengan pembacaan Maulid Simtudduror yang dipandu oleh Almaarif Siduru, Mahasiswa Manajemen Dakwah

Setiap bait yang dilantunkan membawa peserta pada suasana yang begitu khusyuk.  Majelis Rutinan HMJ-MD dengan pembacaan Maulid Simtudduror telah menjadi tradisi yang dinanti-nantikan. Selain sebagai sarana mempererat hubungan antaranggota, kegiatan ini juga menjadi momen untuk menghidupkan tradisi keislaman di lingkungan kampus.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk dosen dan alumni, sehingga menjadi ajang silaturahmi yang memperkuat rasa kebersamaan.

Acara ditutup dengan doa bersama  HMJ-MD berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan-kegiatan yang memperkuat spiritualitas dan kebersamaan di kalangan mahasiswa. Dengan suksesnya Majelis Rutinan ini, HMJ-MD kembali menunjukkan komitmennya dalam memadukan nilai-nilai akademik dan spiritual untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia. (humas)

Badminton MD Fun 2024

12 Juni 2024 — Dalam rangka mempererat solidaritas dan semangat sportivitas, Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah (HMJ-MD) sukses menggelar acara bertajuk “Badminton MD Fun”. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Gedung Nasional ini menjadi ajang olahraga sekaligus silaturahmi bagi mahasiswa, dosen, dan alumni jurusan Manajemen Dakwah.

Kegiatan dimulai pada pukul 15.00 WIB dengan pembukaan resmi oleh Ketua HMJ-MD, Tri Salsa Inadjo. Dalam sambutannya, Rizki menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental melalui olahraga. “Kegiatan seperti ini bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi di antara kita semua,” ujarnya.

Badminton MD Fun 2024 mengusung format pertandingan ganda, di mana peserta terdiri dari mahasiswa, dosen, dan alumni yang dipasangkan secara acak.

Acara ditutup pada pukul 20.00 WIB dengan sesi foto bersama seluruh peserta, dan dosen. Semua peserta tampak puas dengan jalannya kegiatan, dan banyak yang berharap Badminton MD Fun dapat terus diadakan sebagai bagian dari tradisi HMJ-MD.

Dengan semangat sportivitas dan kebersamaan yang terpancar sepanjang hari, Badminton MD Fun 2024 menjadi salah satu momen yang tak terlupakan dalam kalender kegiatan HMJ-MD. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa, dosen, dan alumni, menciptakan kenangan indah yang akan terus dikenang. (humas)