Kegiatan Diklat 1 Manajemen Dakwah: Membentuk Kader yang Beradab, Berintegritas, dan Multitalenta untuk MD yang Membooming (13-16 Oktober 2022)

 

 

Pada 13 hingga 16 Oktober 2022, Manajemen Dakwah (MD) kembali mengadakan kegiatan besar yang bertujuan untuk mencetak kader-kader muda yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga beradab, berintegritas, dan multitalenta. Kegiatan ini, yang diberi nama Diklat 1 Manajemen Dakwah.

Dengan tema besar “Membentuk Kader yang Beradab, Berintegritas, dan Multitalenta untuk MD yang Membooming”, diklat ini dirancang untuk mengasah berbagai aspek penting yang harus dimiliki oleh seorang kader dakwah di zaman modern ini. Selain memfokuskan pada aspek pengetahuan agama, kegiatan ini juga melibatkan pengembangan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, serta kemampuan untuk bekerja dalam tim secara efektif. Sebagai organisasi yang aktif dalam menyebarkan dakwah melalui berbagai kegiatan sosial, MD percaya bahwa kader yang memiliki kualitas ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan globalisasi yang semakin kompleks.

Latar Belakang Kegiatan Diklat 1 Manajemen Dakwah

Seiring berjalannya waktu, dakwah tidak lagi terbatas pada penyampaian ceramah agama secara tradisional, tetapi telah berkembang menjadi lebih dinamis dan menyentuh berbagai aspek kehidupan. Dunia yang terus berubah menuntut adanya pendekatan dakwah yang lebih modern, lebih terstruktur, dan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Oleh karena itu, MD berkomitmen untuk membentuk kader-kader dakwah yang tidak hanya cerdas dalam hal ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan lain yang mendukung mereka untuk berkontribusi lebih maksimal di masyarakat.

Diklat 1 ini menjadi langkah awal dalam menciptakan kader-kader dakwah yang berkompeten dan siap menghadapi tantangan dakwah masa depan. Melalui kegiatan ini, MD berharap dapat menumbuhkan semangat untuk berkontribusi lebih besar dalam gerakan dakwah dengan pendekatan yang inovatif dan efektif.

Tujuan Diklat 1 Manajemen Dakwah

Membentuk Kader yang Beradab, Berintegritas, dan Multitalenta: Tujuan utama dari diklat ini adalah untuk mencetak kader-kader yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kader yang beradab adalah mereka yang memahami dan mempraktikkan nilai-nilai etika dan moral yang tinggi, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Sedangkan kader yang berintegritas adalah mereka yang memiliki komitmen kuat terhadap prinsip-prinsip yang benar dan dapat dipercaya dalam menjalankan tanggung jawab.

MD yang Membooming: Selain itu, diklat ini juga bertujuan untuk menghasilkan kader-kader yang mampu membawa MD menuju kesuksesan yang lebih besar. Dalam hal ini, para peserta diklat diharapkan dapat menjadi penggerak perubahan yang membawa MD lebih dikenal dan dihormati, baik di tingkat lokal maupun nasional, melalui berbagai inovasi dan program yang mereka jalankan.

Mempersiapkan Kader untuk Masyarakat yang Multikultural: Selain memperkuat fondasi dakwah dalam konteks agama, diklat ini juga membekali para peserta dengan keterampilan untuk bekerja di tengah masyarakat yang semakin multikultural dan berkembang pesat. Dengan demikian, peserta akan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan beragam situasi sosial dan budaya yang ada.

Persiapan dan Pengorganisasian

Sebagai kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta, persiapan Diklat 1 Manajemen Dakwah dilakukan dengan sangat matang oleh panitia. Proses pendaftaran dibuka sejak awal September 2022 dan menarik perhatian banyak pemuda dari berbagai wilayah di Indonesia. Dalam waktu singkat, panitia menerima lebih dari 200 pendaftar yang terdiri dari mahasiswa, aktivis dakwah, serta anggota komunitas dakwah yang ingin memperdalam pengetahuan dan keterampilan mereka.

Panitia kemudian melakukan seleksi ketat untuk memastikan bahwa peserta yang terpilih memiliki semangat tinggi dan komitmen untuk mengembangkan diri. Peserta yang berhasil terpilih diharapkan tidak hanya dapat menerima materi dengan baik, tetapi juga mampu berkontribusi aktif dalam diskusi, praktik, dan berbagai kegiatan kelompok selama diklat berlangsung.

Proses persiapan lainnya termasuk pemilihan tempat pelaksanaan diklat, penyusunan jadwal, dan persiapan materi pelatihan. Kegiatan ini diselenggarakan di sebuah tempat yang memiliki fasilitas lengkap dan mendukung proses belajar-mengajar. Selain itu, lokasi yang dipilih juga memiliki suasana yang tenang dan nyaman, sehingga peserta dapat fokus pada materi yang diberikan.

Jalannya Kegiatan Diklat 1 Manajemen Dakwah

Pada hari pertama, kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan yang dihadiri oleh sejumlah pembicara penting dari MD dan tokoh-tokoh masyarakat yang berpengaruh dalam dunia dakwah. Dalam sambutannya, ketua panitia menjelaskan tentang tujuan diklat ini dan mengingatkan seluruh peserta untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk belajar dan berkembang. Acara pembukaan ini juga diisi dengan doa bersama agar kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta.

Setelah pembukaan, peserta langsung memasuki materi pertama yang berfokus pada Pendidikan Karakter dan Etika Dakwah. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk memahami pentingnya membangun karakter yang kuat sebagai pondasi utama dalam berdakwah. Para pembicara yang ahli di bidangnya memberikan materi tentang bagaimana cara membentuk pribadi yang beradab dan berintegritas, serta bagaimana menjalankan dakwah dengan cara yang santun dan penuh kasih sayang.

Hari kedua kegiatan diklat lebih difokuskan pada Pengembangan Kepemimpinan dalam Dakwah. Sesi ini sangat penting untuk membekali para peserta dengan keterampilan kepemimpinan yang dibutuhkan untuk memimpin sebuah organisasi dakwah yang efektif. Para peserta diberikan wawasan mengenai teknik-teknik kepemimpinan yang mampu menginspirasi orang lain, memotivasi anggota tim, serta menjalankan program dakwah yang efektif.

Selain itu, pada hari kedua juga dilaksanakan Simulasi Kepemimpinan, di mana peserta dibagi dalam kelompok kecil dan diminta untuk memimpin diskusi atau proyek mini yang berhubungan dengan dakwah. Setiap kelompok diberi tugas untuk merancang sebuah program dakwah yang inovatif, yang nantinya akan dipresentasikan di hadapan peserta lain. Hal ini bertujuan untuk melatih mereka dalam berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, serta menyusun rencana yang praktis dan aplikatif.

Pada hari ketiga, fokus kegiatan beralih ke Keterampilan Komunikasi dan Public Speaking dalam Dakwah. Materi ini sangat penting, mengingat seorang kader dakwah harus mampu menyampaikan pesan dengan cara yang efektif dan menarik, baik dalam forum formal maupun informal. Peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai teknik-teknik berbicara di depan umum, bagaimana cara mengatur bahasa tubuh yang positif, serta bagaimana membangun hubungan yang baik dengan audiens.

Salah satu sesi yang menarik pada hari ketiga adalah Praktik Dakwah Publik, di mana setiap peserta diminta untuk menyampaikan ceramah singkat mengenai topik tertentu di hadapan peserta lain. Hal ini memberikan pengalaman langsung bagi para peserta dalam berinteraksi dengan audiens, serta mengasah kemampuan berbicara mereka.

Pada hari terakhir, kegiatan diklat difokuskan pada Pengembangan Keterampilan Multitalenta. Seorang kader dakwah yang ideal tidak hanya menguasai satu bidang, tetapi juga memiliki kemampuan yang luas dalam berbagai bidang. Oleh karena itu, peserta diberikan kesempatan untuk belajar keterampilan praktis seperti pengelolaan media sosial untuk dakwah, pengorganisasian acara dakwah, serta teknik pengelolaan waktu yang efisien. Sesi ini diakhiri dengan presentasi oleh peserta yang menunjukkan hasil latihan mereka, serta diskusi untuk mengevaluasi setiap keterampilan yang dipelajari.

Penutupan dan Penghargaan

Pada sesi penutupan, seluruh peserta diklat bersama-sama mengucapkan terima kasih kepada panitia dan pembicara yang telah menyampaikan materi yang sangat berguna. Selain itu, sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat dan kerja keras peserta, panitia memberikan penghargaan kepada peserta terbaik di setiap kategori, seperti Peserta Terbaik dalam Kepemimpinan, Peserta Terbaik dalam Public Speaking, dan Peserta dengan Semangat Terbaik. Penghargaan ini diberikan sebagai motivasi bagi peserta untuk terus mengembangkan diri setelah diklat.

Acara ini ditutup dengan doa bersama agar seluruh peserta dapat mengimplementasikan apa yang telah mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari dan dalam menjalankan tugas dakwah mereka di masa depan. Semua peserta merasa puas dengan pengalaman yang mereka dapatkan selama empat hari pelatihan tersebut, dan mereka berjanji untuk terus mengembangkan potensi diri serta mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dalam komunitas dakwah masing-masing.

Kegiatan Nobar With MD Dalam Rangka Memperingati G30S/PKI

 

Peristiwa G30S/PKI yang terjadi pada 30 September 1965 adalah sebuah tragedi yang mengguncang Indonesia. Peristiwa ini dimulai dengan penculikan dan pembunuhan enam jenderal TNI dan seorang perwira, yang dipimpin oleh sekelompok orang yang mengklaim sebagai bagian dari Gerakan 30 September (G30S). Mereka bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno, yang saat itu tengah berjuang mempertahankan stabilitas politik Indonesia. Kelompok tersebut diduga kuat terhubung dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), yang pada masa itu merupakan salah satu kekuatan politik besar di Indonesia.

G30S/PKI memicu peristiwa kekerasan yang meluas, termasuk pembunuhan massal terhadap anggota-anggota PKI dan orang-orang yang dianggap terlibat atau simpatisan terhadap ideologi komunis. Setelah peristiwa ini, Indonesia memasuki masa Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, yang memulai proses dekomunisasi dan menindak tegas berbagai elemen yang dianggap terlibat dengan PKI.

Peringatan G30S/PKI kini menjadi momen untuk mengenang perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan negara dan ideologi Pancasila. Walaupun ada perdebatan mengenai interpretasi sejarah peristiwa ini, banyak pihak yang sepakat bahwa mengenang peristiwa tersebut penting untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.

Nobar yang diadakan oleh Manajemen dakwah (MD) bertujuan untuk memperingati peristiwa G30S/PKI dengan cara yang relevan bagi generasi muda. MD, yang terdiri dari berbagai elemen pemuda di Indonesia, memandang pentingnya memupuk rasa kebangsaan dan mengenang sejarah sebagai bagian dari identitas bangsa. Melalui nobar ini, mereka berharap bisa mengajak lebih banyak orang untuk mengetahui apa yang terjadi pada 30 September 1965 dan bagaimana peristiwa tersebut membentuk sejarah Indonesia.

Acara ini dilaksanakan di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali. Di setiap tempat, kegiatan nobar dilakukan dengan cara yang sama: menayangkan film dokumenter yang menggambarkan peristiwa G30S/PKI, diikuti dengan diskusi dan refleksi mengenai kejadian tersebut. Tujuan utamanya adalah agar masyarakat tidak hanya menonton film secara pasif, tetapi juga terlibat dalam diskusi yang mendalam untuk memahami berbagai perspektif yang ada.

Melalui kegiatan nobar ini, MD berusaha untuk memberikan ruang bagi generasi muda Indonesia untuk belajar tentang sejarah bangsanya secara lebih mendalam. Mereka berharap bahwa dengan mengetahui sejarah, terutama peristiwa besar seperti G30S/PKI, para pemuda bisa memahami bagaimana bangsa Indonesia telah melalui masa-masa sulit dan bagaimana pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk menumbuhkan sikap kritis terhadap informasi yang beredar di masyarakat. Banyak informasi tentang G30S/PKI yang bisa jadi sudah terdistorsi atau ditarik ke dalam agenda politik tertentu. Melalui kegiatan nobar, MD ingin agar masyarakat mendapatkan informasi yang lebih objektif dan bisa mengambil pelajaran dari sejarah, tanpa terjebak dalam polemik politik yang bisa memecah belah.

kegiatan Liga Futsal With Manajemen Dakwah

 

Pada 29 September 2022, komunitas pemuda Indonesia di Jakarta menyaksikan sebuah kegiatan yang memadukan olahraga, dakwah, dan persatuan dalam satu event besar yang bertajuk “Liga Futsal With Manajemen Dakwah.” Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan kesempatan bagi pemuda-pemudi di Indonesia untuk berkompetisi dalam olahraga futsal sambil memperkuat nilai-nilai dakwah dan persatuan. Event ini tidak hanya menampilkan pertandingan futsal yang seru, tetapi juga mengandung makna yang mendalam tentang pentingnya menjaga keharmonisan dan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari, serta mempererat tali persaudaraan antar sesama.

Latar Belakang Kegiatan Liga Futsal With Manajemen Dakwah

Manajemen Dakwah, sebagai organisasi yang aktif dalam kegiatan dakwah sosial, memandang pentingnya pendekatan yang berbeda dalam mengembangkan minat dan bakat anak muda Indonesia. Kegiatan dakwah selama ini sering kali identik dengan kajian agama atau ceramah, namun dalam rangka menyikapi perubahan zaman dan cara pandang generasi muda, Manajemen Dakwah berinisiatif untuk mengadakan sebuah event yang memanfaatkan olahraga sebagai sarana untuk menggalakkan dakwah.

Futsal, sebagai olahraga yang dinamis dan memiliki basis penggemar yang luas di kalangan anak muda, dipilih untuk menjadi ajang kompetisi yang menghubungkan tujuan dakwah dengan kegiatan fisik. Liga futsal ini dirancang untuk menjadi sarana yang menyatukan pemuda dari berbagai latar belakang, sambil mengingatkan mereka untuk mempraktikkan nilai-nilai keislaman dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam olahraga.

Liga Futsal With Manajemen Dakwah 2022 bertujuan untuk lebih dekat dengan pemuda, memberikan pengaruh positif dalam kehidupan mereka, serta memperkenalkan semangat persaudaraan dan kedisiplinan. Dengan tema “Olahraga sebagai Sarana Persatuan,” acara ini dilaksanakan di tengah semangat yang penuh antusiasme, menggugah semangat sportifitas dan persaudaraan antar peserta.

Tujuan dan Makna Liga Futsal With Manajemen Dakwah

Liga futsal ini bukan sekadar kompetisi olahraga biasa. Lebih dari itu, event ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada para peserta, yakni pentingnya menjaga persatuan, menghormati sesama, dan menjalani hidup dengan penuh rasa tanggung jawab. Dalam konteks ini, dakwah tidak hanya terbatas pada ceramah atau pengajaran agama secara langsung, melainkan juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan sosial yang bermanfaat.

Penyelenggaraan liga futsal juga bertujuan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh banyak pemuda, yakni kurangnya minat terhadap kegiatan yang bermanfaat secara sosial dan spiritual. Dalam hal ini, olahraga futsal dianggap sebagai sebuah medium yang menyenangkan dan mudah diakses oleh pemuda dari berbagai kalangan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk berkompetisi dalam olahraga, tetapi juga untuk mempelajari nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama tim, dan saling menghargai.

Selain itu, tujuan utama dari Liga Futsal With Manajemen Dakwah adalah untuk menciptakan ruang yang inklusif, di mana setiap peserta bisa berinteraksi dan mempererat ukhuwah (persaudaraan). Dalam dunia yang semakin terfragmentasi ini, kegiatan semacam ini diharapkan dapat mengurangi perpecahan dan meningkatkan solidaritas di antara pemuda-pemudi Indonesia.

Persiapan dan Pengorganisasian

Sebelum kegiatan dimulai, panitia Liga Futsal With Manajemen Dakwah mempersiapkan berbagai hal untuk memastikan acara berjalan dengan lancar. Pendaftaran tim dibuka sejak awal bulan September 2022, dan mendapatkan respons yang sangat positif dari berbagai kalangan pemuda. Pendaftaran terbuka untuk tim futsal dari komunitas-komunitas dakwah, kampus, organisasi pemuda, hingga tim futsal yang lebih mengutamakan persahabatan dan kebersamaan.

Selama proses pendaftaran, panitia melakukan seleksi dan membagi tim-tim yang terdaftar dalam beberapa grup sesuai dengan tingkat kemampuan dan kategori usia. Hal ini dilakukan agar pertandingan berlangsung lebih adil dan kompetitif. Sebanyak 20 tim futsal dari berbagai daerah dan latar belakang, baik mahasiswa, pelajar, maupun pekerja muda, siap untuk berlaga di turnamen ini.

Persiapan teknis pun tidak kalah penting, seperti pemilihan lokasi pertandingan, penyediaan fasilitas, hingga pengaturan jadwal pertandingan. Liga futsal ini digelar di sebuah lapangan futsal modern yang terletak di pusat Jakarta, yang memiliki fasilitas memadai untuk menggelar pertandingan futsal secara profesional. Arena ini dipilih karena lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau oleh peserta dari berbagai wilayah.

Mengasah Keterampilan Dakwah: Pelatihan Da’I & Daiyah

 

Pada hari Senin, 19 September 2022, Jurusan Manajemen Dakwah menggelar Pelatihan Da’I & Daiyah yang bertemakan “Strategi Dakwah dan Peran Da’i Daiyah dalam Meningkatkan Nilai Keagamaan di Masyarakat”. Acara yang dihadiri oleh lebih dari 100 peserta ini berlangsung di Aula Utama Fakultas Dakwah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada Da’i dan Daiyah dalam menjalankan tugas dakwah mereka dengan pendekatan yang lebih relevan dengan tantangan zaman modern.

Dalam era globalisasi yang serba cepat ini, tantangan dakwah semakin besar, sehingga penting bagi para Da’i dan Daiyah untuk mempersiapkan diri dengan baik, memiliki pemahaman yang luas, serta keterampilan yang tepat dalam menyampaikan pesan dakwah. Kegiatan ini menjadi ajang untuk membekali mereka dengan pengetahuan tentang bagaimana cara berdakwah yang efektif di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Pembukaan yang Menginspirasi dan Penuh Makna

Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan sambutan hangat dari Dekan FUD, Dr. Adres Kango Dalam pidatonya, mengingatkan bahwa dakwah tidak hanya terbatas pada penyampaian pesan agama melalui ceramah, tetapi juga mencakup cara kita berinteraksi dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dakwah yang baik adalah dakwah yang mampu mempengaruhi pola pikir dan sikap masyarakat menuju kebaikan.

“Kami berharap melalui pelatihan ini, para Da’i dan Daiyah yang hadir dapat menguasai strategi dakwah yang efektif, memanfaatkan media digital dengan bijak, dan yang paling penting adalah memiliki sikap empati dan memahami kebutuhan masyarakat dalam menyampaikan pesan agama,” ujar kajur manajemen Dakwah

Materi Pertama: Strategi Dakwah di Era Digital

Setelah pembukaan, sesi pertama dimulai dengan pembahasan mengenai “Strategi Dakwah di Era Digital”. Materi ini disampaikan oleh Dr. Fahmi Hidayat, seorang pakar dakwah digital yang telah berpengalaman dalam mengelola platform dakwah di dunia maya. Muahammad jihad firman memaparkan berbagai teknik dan strategi dakwah yang bisa dilakukan melalui media sosial, seperti Instagram, YouTube, dan TikTok, untuk menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda.

“Dakwah tidak hanya berlangsung di masjid atau majelis taklim, tetapi kini dapat dilakukan melalui media sosial yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi Da’i dan Daiyah untuk memanfaatkan teknologi secara bijak agar pesan dakwah yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” kata try salsa, mahasiswa manajemen dakwah.

Dr. Andres Kango juga memberikan tips tentang bagaimana membuat konten dakwah yang menarik dan mudah dipahami oleh audiens. Ia mengingatkan bahwa, meskipun media digital bisa menjadi sarana yang efektif, penggunaan media tersebut harus selalu diimbangi dengan nilai-nilai agama yang benar dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.

Peran Da’i dan Daiyah dalam Meningkatkan Nilai Keagamaan di Masyarakat

Sesi berikutnya membahas “Peran Da’i dan Daiyah dalam Meningkatkan Nilai Keagamaan di Masyarakat”, yang dipandu oleh Haniyah Rasyid, seorang praktisi dakwah yang telah lama bekerja dalam program-program pemberdayaan masyarakat. Haniyah menjelaskan bahwa sebagai Da’i dan Daiyah, mereka memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk masyarakat yang lebih baik dengan mengedepankan nilai-nilai keagamaan.

“Keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari seberapa sering kita berbicara di hadapan banyak orang, tetapi lebih kepada seberapa besar dampak yang kita berikan kepada kehidupan mereka. Dakwah yang efektif adalah dakwah yang bisa mengubah pola pikir dan tindakan seseorang menjadi lebih baik,” ujar kajur manajemen dakwah

Dalam sesi ini, para peserta diajak untuk memahami pentingnya pendekatan yang humanis dan kontekstual dalam berdakwah. Mereka diberikan pemahaman bahwa dakwah tidak hanya mengajarkan teori agama, tetapi juga memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, seperti kemiskinan, ketidakadilan sosial, dan kesenjangan pendidikan.

Sesi Praktik Dakwah: Menyampaikan Pesan dengan Efektif

Setelah mendalami teori dan strategi dakwah, para peserta diberikan kesempatan untuk mengasah keterampilan mereka dalam sesi praktik. Sesi ini melibatkan peserta untuk menyampaikan ceramah atau presentasi dakwah di hadapan kelompok kecil. Mereka diberikan tema tertentu untuk disampaikan, yang berkaitan dengan isu-isu sosial dan keagamaan yang ada di masyarakat.

Setiap peserta diberi kesempatan untuk berbicara selama beberapa menit, dan kemudian mendapatkan umpan balik dari fasilitator serta peserta lainnya. Beberapa peserta menunjukkan keterampilan berbicara yang sangat baik, sementara yang lainnya diberikan saran untuk memperbaiki cara mereka dalam menyampaikan pesan dakwah, baik dari segi teknik berbicara, bahasa tubuh, maupun penyusunan materi.

“Sesi praktik ini sangat penting karena memberikan pengalaman langsung bagi kami untuk menerapkan apa yang telah dipelajari. Kami jadi lebih percaya diri dan bisa mengetahui area mana yang perlu diperbaiki dalam menyampaikan dakwah,” kata salah seorang peserta, Rina, mahasiswa Fakultas Dakwah.

Pentingnya Sinergi antara Da’i, Daiyah, dan Masyarakat

Salah satu poin yang sangat ditekankan dalam pelatihan ini adalah pentingnya sinergi antara Da’i, Daiyah, dan masyarakat. Dalam dakwah, seorang Da’i atau Daiyah tidak hanya bertindak sebagai penyampai pesan agama, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang harus mampu memahami dan merespons tantangan yang ada.

“Seorang Da’i dan Daiyah harus mampu beradaptasi dengan kondisi masyarakat. Tugas kita bukan hanya untuk mengajarkan agama, tetapi juga memberikan perhatian terhadap masalah sosial yang ada. Ketika kita berhasil memahami kebutuhan masyarakat, dakwah kita akan lebih mudah diterima dan diaplikasikan dalam kehidupan mereka,” ungkap Haniyah dalam sesi diskusi.

Sesi Tanya Jawab dengan Alumni Dakwah

Di penghujung acara, sesi tanya jawab dengan beberapa alumni yang telah terjun di dunia dakwah menjadi momen yang sangat dinantikan. Alumni seperti Adi Pratama, seorang aktivis dakwah, dan Mufidah, seorang pengelola lembaga dakwah, berbagi pengalaman mereka dalam menghadapi tantangan dakwah di lapangan.

“Kami banyak menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidakpahaman masyarakat terhadap nilai-nilai agama atau bahkan adanya penolakan terhadap dakwah. Namun, kami selalu berusaha untuk berbicara dengan hati dan pendekatan yang lebih manusiawi. Hal ini sangat membantu dalam mengurangi resistansi masyarakat terhadap dakwah,” ungkap heri, mahasiswa MD

Sesi ini sangat berguna bagi para peserta yang ingin lebih memahami tantangan nyata dalam dakwah di lapangan dan mendapatkan inspirasi serta motivasi untuk terus berkarya.

 

Academic Day (Welcome The New Generation To Family Da’wah Management)

Pada tanggal 10 September 2022, Fakultas  Ushuluddin dan Dakwah Jurusan Manajemen Dakwah dan memperkenalkan mereka lebih dekat dengan nilai-nilai akademik dan sosial yang menjadi dasar pendidikan di fakultas tersebut.

Dengan antusiasme yang tinggi, yang merupakan kesempatan pertama bagi mereka untuk berinteraksi dengan sesama mahasiswa, dosen, serta para alumni yang telah sukses berkarir di bidang dakwah dan manajemen. Tema besar dari acara ini adalah membangun rasa kebersamaan dalam keluarga besar Manajemen Dakwah, sekaligus memberikan bekal yang kuat kepada mahasiswa untuk menghadapi tantangan akademik dan profesional di masa depan.

Pembukaan yang Menginspirasi

Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Dalam sambutannya,  mengungkapkan harapan besar terhadap generasi baru mahasiswa Manajemen Dakwah. “Sebagai mahasiswa Manajemen Dakwah, kalian bukan hanya dituntut untuk menguasai ilmu manajerial, tetapi juga untuk menyebarkan nilai-nilai dakwah yang bermanfaat bagi umat. Kalian adalah agen perubahan yang memiliki tanggung jawab besar untuk menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik,

Pembukaan dilanjutkan dengan sesi pengenalan jurusan yang dipimpin oleh Ketua Jurusan Manajemen Dakwah, Dian Adi Perdana menjelaskan kurikulum yang diterapkan di jurusan ini, serta berbagai peluang yang tersedia bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi mereka, baik dalam bidang akademik, sosial, maupun dakwah. “Manajemen Dakwah bukan hanya sekedar jurusan, tapi merupakan wadah untuk melahirkan pemimpin yang siap menghadapi tantangan dakwah di dunia modern,” jelas Dian Adi Perdana

Kegiatan Pengenalan Akademik dan Sosial

Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan berbagai kegiatan pengenalan akademik dan sosial. Mahasiswa baru dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengikuti berbagai workshop yang membahas tentang pengelolaan waktu, teknik presentasi, serta etika dalam dunia dakwah. Selain itu, mereka juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang tantangan yang mereka hadapi dalam memulai perjalanan akademik mereka.

Salah satu sesi yang paling dinanti oleh para peserta adalah “Talkshow Alumni”, yang menghadirkan beberapa alumni Jurusan Manajemen Dakwah yang telah sukses berkarir di berbagai bidang. Para alumni ini berbagi pengalaman tentang perjalanan mereka selama di kampus dan bagaimana ilmu yang mereka dapatkan di Fakultas Dakwah membentuk karir mereka.

Para alumni, seperti Haniyah Rasyid, yang kini bekerja sebagai manajer program di sebuah lembaga dakwah internasional, dan Adi Pratama, seorang konsultan manajemen dakwah, mengungkapkan pentingnya keterampilan manajerial dalam pengelolaan kegiatan dakwah yang efektif. “Sebagai alumni, saya berharap kalian bisa mengambil pelajaran dari pengalaman kami dan memanfaatkan kesempatan yang ada untuk berkembang,” ujar Haniyah dalam sesi tersebut.

Para mahasiswa baru tampak antusias mendengarkan kisah inspiratif ini, dan banyak dari mereka yang langsung terinspirasi untuk mempersiapkan diri lebih baik dalam menjalani perkuliahan dan karier di dunia dakwah

Kegiatan Outdoor dan Membangun Kekerabatan

Salah satu kegiatan yang tak kalah menarik adalah “Outdoor Gathering” yang dilaksanakan di taman universitas. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar mahasiswa baru, senior, dan dosen dalam suasana yang lebih santai dan penuh keakraban. Mahasiswa mengikuti berbagai permainan kelompok yang menguji kerjasama dan komunikasi, seperti lomba orientasi dan diskusi kelompok mengenai tema dakwah dan manajemen.

Peserta kegiatan outdoor tampak sangat antusias, dengan banyak mahasiswa yang saling membantu dan bekerja sama untuk menyelesaikan tantangan-tantangan yang diberikan. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam memperkenalkan nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas di antara keluarga besar Manajemen Dakwah.

Penutupan yang Penuh Harapan

Acara Academic Day ini diakhiri dengan sambutan penutupan dari Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan para mahasiswa untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu dan berperan aktif dalam organisasi dakwah di kampus. “Kalian adalah generasi penerus yang akan membawa misi dakwah ke seluruh dunia. Jagalah semangat itu dan jangan pernah berhenti untuk belajar dan berkembang,”

Dengan berakhirnya acara Academic Day ini, para mahasiswa baru diharapkan memiliki bekal yang kuat untuk menjalani masa studi mereka di Jurusan Manajemen Dakwah. Tidak hanya dari segi akademik, tetapi juga dalam pengembangan karakter dan keterampilan kepemimpinan yang akan sangat dibutuhkan dalam perjalanan dakwah mereka kelak.

Kesimpulan

Academic Day pada 10 September 2022 ini berhasil menyambut mahasiswa baru dengan penuh semangat dan antusiasme. Dengan berbagai sesi yang berfokus pada pengembangan akademik, sosial, dan dakwah, acara ini memberikan mahasiswa baru kesempatan untuk mengenal lebih dalam dunia Manajemen Dakwah serta memperkenalkan mereka pada keluarga besar fakultas. Dengan dukungan dari dosen, alumni, dan organisasi mahasiswa, para mahasiswa baru siap untuk memulai perjalanan akademik mereka dengan penuh optimisme dan semangat dakwah.

Meet To Know Bersama Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah

 

 

Pada tanggal 18 Agustus 2022, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah jurusan Manajemen Dakwah menggelar acara Meet To Know yang diadakan khusus untuk mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru kepada lingkungan akademis serta membangun komunikasi yang lebih erat antara dosen, mahasiswa, dan sesama mahasiswa.

Salah satu highlight dari acara ini adalah sesi interaktif yang melibatkan mahasiswa dalam kegiatan kelompok. Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk berdiskusi tentang topik-topik yang relevan dengan dunia dakwah, seperti “Peran Manajemen dalam Dakwah Modern” dan “Strategi Pemasaran Dakwah di Era Digital”. Setiap kelompok diberikan waktu untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan seluruh peserta.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam bekerja sama, berpikir kritis, dan menyampaikan ide-ide mereka secara efektif. “Sesi ini sangat membantu kami dalam memahami bagaimana manajemen dakwah bisa diterapkan dalam berbagai konteks. Selain itu, diskusi dengan teman-teman baru membuat saya merasa lebih percaya diri,” kata Arif Madina, mahasiswa Manajemen Dakwah.

Kesimpulan

Acara Meet To Know pada 18 Agustus 2022 menjadi momentum yang sangat penting bagi mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo. Dengan diadakan acara ini, para mahasiswa tidak hanya dapat memperkenalkan diri, tetapi juga memahami lebih dalam tentang ilmu yang mereka pelajari, serta membangun jaringan yang dapat mendukung perkembangan mereka di masa depan. Di samping itu, acara ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan sosial, komunikasi, dan kepemimpinan, yang sangat relevan dalam dunia dakwah.

Harapan ke depannya, acara seperti ini dapat menjadi ajang rutin untuk mempererat hubungan antara mahasiswa, dosen, dan alumni, serta terus memberikan dampak positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang Manajemen Dakwah. mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswa dalam mengembangkan potensi mereka menjadi pemimpin yang unggul dan berdampak di masyarakat.

Menggapai Mimpi, Berpangalaman ke Luar Negeri “Travel to Inspire, Be Inspiring Through Exploring” yang Menginspirasi Generasi Melalui Perjalanan di Turki

 

 

 

 

Turki, 1-10 Agustus 2022 – Kegiatan TEMASIYLA, yang mengusung tema “Travel to Inspire, Be Inspiring Through Exploring,” berhasil membawa sekelompok peserta untuk menjelajahi kekayaan budaya dan sejarah Turki. Diadakan selama sepuluh hari, mulai dari 1 hingga 10 Agustus 2022, acara ini bertujuan untuk menginspirasi generasi muda dalam melihat dunia melalui perspektif yang lebih luas dan positif.

Kegiatan yang diikuti oleh berbagai peserta dari seluruh dunia ini melibatkan perjalanan ke berbagai destinasi ikonik di Turki, termasuk Istanbul, Cappadocia, dan Pamukkale. Selama perjalanan, peserta tidak hanya menikmati pemandangan yang luar biasa, tetapi juga belajar tentang kebudayaan, sejarah, dan nilai-nilai yang dapat mereka aplikasikan dalam kehidupan mereka sendiri. Delegasi dari Program Studi yakni Mahasiswa berbakat, Samidun Koli asal MD IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Menjadi Inspirasi Melalui Eksplorasi Peserta TEMASIYLA diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan para pemimpin komunitas lokal, seniman, dan tokoh inspiratif dari berbagai latar belakang. Mereka diajak untuk memahami bagaimana eksplorasi dunia dapat mengubah perspektif hidup dan memberikan dampak positif bagi diri mereka sendiri dan orang lain.

Selama kegiatan, berbagai sesi workshop diadakan untuk mendiskusikan topik-topik seperti kepemimpinan, keberagaman, dan bagaimana perjalanan dapat menjadi alat pembelajaran yang efektif. Para peserta diajak untuk menggali potensi mereka melalui eksplorasi, dengan harapan mereka dapat kembali ke komunitas masing-masing sebagai individu yang lebih terinspirasi dan berpengaruh.

Keindahan Alam dan Budaya Turki, Selama 10 hari, peserta diajak mengunjungi sejumlah lokasi wisata terkemuka, seperti Hagia Sophia, Blue Mosque, dan Topkapi Palace di Istanbul, serta menikmati keindahan alam Pamukkale yang terkenal dengan kolam air panas alami yang menakjubkan. Di Cappadocia, peserta berkesempatan untuk melihat lanskap menakjubkan dari atas balon udara, sambil mengenal lebih dekat budaya lokal yang kaya.

Selain mengunjungi tempat-tempat ikonik, peserta TEMASIYLA juga mengunjungi desa-desa kecil untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal. Ini memberikan pengalaman langsung tentang kehidupan masyarakat setempat dan bagaimana mereka menjaga tradisi mereka sembari beradaptasi dengan dunia modern.

Transformasi Diri Melalui Pengalaman, Selama acara, banyak peserta yang menyatakan bahwa TEMASIYLA memberikan dampak yang luar biasa terhadap cara pandang mereka terhadap dunia. Tidak hanya tentang belajar sejarah dan budaya, tetapi juga tentang bagaimana mereka dapat menjadi agen perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka merasa lebih terinspirasi untuk menjadikan eksplorasi sebagai cara untuk belajar lebih banyak tentang diri mereka sendiri dan dunia sekitar mereka.

“Perjalanan ini bukan hanya tentang melihat tempat-tempat baru, tetapi juga tentang bagaimana saya bisa menginspirasi orang lain dengan pengalaman yang saya dapatkan. Saya pulang dengan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya keberagaman dan bagaimana kita bisa menjadi agen perubahan di lingkungan kita,” ujar Samidun Koli.

Meninggalkan Warisan untuk Masa Depan, TEMASIYLA bukan hanya sekadar perjalanan wisata, tetapi juga sebuah platform untuk menciptakan dampak sosial yang lebih luas. Di akhir kegiatan, peserta diajak untuk berkolaborasi dalam proyek sosial yang akan mereka lanjutkan di negara asal mereka. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberi pengalaman pribadi yang berharga, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat global.

MD Vacation: Solidaritas Tanpa Batas

2 Juli 2022 – MD Vacation, sebuah organisasi yang dikenal dengan semangat solidaritasnya, kembali melaksanakan kegiatan sosial yang bertajuk “Solidaritas Tanpa Batas.” Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar wilayah mereka beroperasi, serta mempererat hubungan antaranggota melalui kolaborasi yang bermanfaat. Pada kesempatan kali ini, berbagai kegiatan telah digelar dengan semangat kekeluargaan, gotong royong, dan tentu saja, berbagi kebaikan.MD Vacation merupakan sebuah organisasi yang bergerak di sektor pariwisata dan juga dikenal atas dedikasinya dalam kegiatan sosial yang bermanfaat. Organisasi ini memiliki visi yang kuat untuk mendukung dan memperkuat solidaritas masyarakat, tidak hanya di level lokal, tetapi juga di lingkup yang lebih luas. Dalam rangka memperingati 1 Juli 2022, MD Vacation menggelar acara yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan.Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Solidaritas Tanpa Batas”. Tema ini menggambarkan semangat dan tekad untuk menghilangkan segala batasan yang ada, baik itu batasan sosial, ekonomi, maupun budaya. Melalui tema ini, MD Vacation ingin menunjukkan bahwa solidaritas tidak mengenal perbedaan. Semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk saling membantu dan mendukung satu sama lain.Pada hari tersebut, sejumlah kegiatan sosial digelar oleh MD Vacation yang melibatkan anggota komunitas serta masyarakat sekitar. Beberapa kegiatan yang menjadi sorotan adalah sebagai berikut:

1. Pembagian Sembako dan Kebutuhan Pokok

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak oleh kondisi ekonomi, MD Vacation mengadakan pembagian sembako gratis di beberapa titik strategis di wilayah sekitar. Sembako yang dibagikan berisi berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan lain yang diperlukan oleh masyarakat.Pembagian sembako ini disambut antusias oleh warga sekitar. Banyak dari mereka yang merasa terbantu, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin berat. MD Vacation memastikan bahwa bantuan ini sampai kepada keluarga-keluarga yang benar-benar membutuhkan, sehingga manfaat dari kegiatan ini dapat dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan.

2. Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan

MD Vacation juga menyelenggarakan sesi pelatihan untuk masyarakat, dengan tujuan memberikan keterampilan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Pelatihan ini melibatkan berbagai topik, mulai dari keterampilan kerajinan tangan, pelatihan kewirausahaan, hingga pelatihan dalam bidang digital marketing yang dapat memperluas akses pasar bagi produk lokal.Para peserta pelatihan diberikan pembekalan materi oleh para ahli dan praktisi di bidangnya. Mereka juga diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan mentor dan mendapatkan tips-tips praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh keterampilan yang berguna untuk meningkatkan pendapatan mereka.

3. Kegiatan Lingkungan dan Gotong Royong

Solidaritas Tanpa Batas juga diwujudkan melalui kegiatan gotong royong yang dilakukan oleh seluruh peserta. Salah satu kegiatan utama adalah bersih-bersih lingkungan di sekitar wilayah kegiatan, termasuk penanaman pohon untuk menjaga kelestarian lingkungan.Seluruh anggota MD Vacation, bersama dengan masyarakat setempat, bergotong royong membersihkan sampah di beberapa lokasi umum dan kawasan pemukiman. Mereka juga melakukan penanaman pohon untuk mendukung upaya penghijauan dan pelestarian alam. Kegiatan ini menjadi salah satu cara MD Vacation untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan keberlanjutan alam.

4. Donasi untuk Anak Yatim dan Lansia

Selain kegiatan yang lebih bersifat fisik, MD Vacation juga menggelar acara yang lebih personal, yaitu pemberian donasi untuk anak-anak yatim dan lansia. Program ini dilaksanakan di beberapa panti asuhan dan rumah lansia di sekitar lokasi kegiatan. Donasi yang diberikan berupa uang tunai, pakaian, serta kebutuhan lainnya yang dapat mendukung kesejahteraan mereka.Dengan adanya kegiatan ini, MD Vacation berharap dapat memberi sedikit kebahagiaan dan rasa perhatian kepada mereka yang mungkin jarang merasakan sentuhan kasih sayang. Ini juga menjadi bentuk perhatian MD Vacation terhadap kelompok masyarakat yang rentan dan membutuhkan dukungan ekstra.Kegiatan MD Vacation pada 1 Juli 2022 yang bertajuk Solidaritas Tanpa Batas ini berhasil menyatukan banyak orang dalam semangat kebersamaan dan saling membantu. Semua yang terlibat dalam kegiatan ini telah menunjukkan bahwa dengan adanya solidaritas, kita bisa saling mengangkat dan memberi harapan kepada sesama.Harapan ke depan adalah agar kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga meluas ke berbagai wilayah lainnya. Dengan semangat solidaritas yang tidak mengenal batas, MD Vacation berharap dapat terus berkontribusi untuk menciptakan masyarakat yang lebih peduli, harmonis, dan sejahtera.MD Vacation meyakini bahwa sebuah perubahan besar dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan bersama-sama. Melalui kegiatan ini, mereka ingin menumbuhkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan dunia yang lebih baik. Solidaritas bukanlah sekadar kata-kata, tetapi sebuah tindakan nyata yang dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan banyak orang.Dengan adanya kegiatan ini, MD Vacation berharap agar masyarakat lebih tergerak untuk saling membantu, berbagi, dan bekerja sama demi kebaikan bersama. Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus berkontribusi dalam menciptakan dunia yang penuh dengan kebaikan dan kasih sayang tanpa batas.Kegiatan “Solidaritas Tanpa Batas” ini adalah salah satu contoh nyata dari bagaimana sebuah komunitas atau organisasi bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. MD Vacation berharap kegiatan serupa bisa lebih sering diadakan, membawa manfaat lebih luas, dan menjadi teladan bagi banyak pihak yang ingin berbuat baik untuk sesama.  

Seminar Nasional & Workshop: Strategi Pengembangan Soft Skill & Literasi Digital Era 5.0

Pada 25 Juni 2022, Manajemen Dakwah menggelar Seminar Nasional dan Workshop bertema “Strategi Pengembangan Soft Skill & Literasi Digital di Era 5.0” di Aula Kampus. Acara ini dihadiri oleh peserta yang terdiri dari mahasiswa. yang membahas pentingnya pengembangan soft skill dan literasi digital untuk menghadapi tantangan di era teknologi yang terus berkembang. Peserta juga mengikuti workshop yang mengasah keterampilan praktis dalam dunia digital. Acara ini dapat mempersiapkan peserta untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman dan meningkatkan daya saing di dunia kerja. (humas)

Kajian Keperempuanan: Peran Perempuan di Era Digital 5.0

Pada 19 Juni 2022, Manajemen Dakwah mengadakan Kajian Keperempuanan bertema “Peran Perempuan di Era Digital 5.0” di taman kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa, dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang peran penting perempuan dalam perkembangan teknologi dan media digital saat ini.

Kegiatan ini menjelaskan bagaimana perempuan dapat memanfaatkan digitalisasi untuk memberdayakan diri dan komunitas. Peserta aktif berdiskusi tentang tantangan dan peluang yang dihadapi perempuan di dunia digital. (humas)