Turki, 1-10 Agustus 2022 – Kegiatan TEMASIYLA, yang mengusung tema “Travel to Inspire, Be Inspiring Through Exploring,” berhasil membawa sekelompok peserta untuk menjelajahi kekayaan budaya dan sejarah Turki. Diadakan selama sepuluh hari, mulai dari 1 hingga 10 Agustus 2022, acara ini bertujuan untuk menginspirasi generasi muda dalam melihat dunia melalui perspektif yang lebih luas dan positif.
Kegiatan yang diikuti oleh berbagai peserta dari seluruh dunia ini melibatkan perjalanan ke berbagai destinasi ikonik di Turki, termasuk Istanbul, Cappadocia, dan Pamukkale. Selama perjalanan, peserta tidak hanya menikmati pemandangan yang luar biasa, tetapi juga belajar tentang kebudayaan, sejarah, dan nilai-nilai yang dapat mereka aplikasikan dalam kehidupan mereka sendiri. Delegasi dari Program Studi yakni Mahasiswa berbakat, Samidun Koli asal MD IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Menjadi Inspirasi Melalui Eksplorasi Peserta TEMASIYLA diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan para pemimpin komunitas lokal, seniman, dan tokoh inspiratif dari berbagai latar belakang. Mereka diajak untuk memahami bagaimana eksplorasi dunia dapat mengubah perspektif hidup dan memberikan dampak positif bagi diri mereka sendiri dan orang lain.
Selama kegiatan, berbagai sesi workshop diadakan untuk mendiskusikan topik-topik seperti kepemimpinan, keberagaman, dan bagaimana perjalanan dapat menjadi alat pembelajaran yang efektif. Para peserta diajak untuk menggali potensi mereka melalui eksplorasi, dengan harapan mereka dapat kembali ke komunitas masing-masing sebagai individu yang lebih terinspirasi dan berpengaruh.
Keindahan Alam dan Budaya Turki, Selama 10 hari, peserta diajak mengunjungi sejumlah lokasi wisata terkemuka, seperti Hagia Sophia, Blue Mosque, dan Topkapi Palace di Istanbul, serta menikmati keindahan alam Pamukkale yang terkenal dengan kolam air panas alami yang menakjubkan. Di Cappadocia, peserta berkesempatan untuk melihat lanskap menakjubkan dari atas balon udara, sambil mengenal lebih dekat budaya lokal yang kaya.
Selain mengunjungi tempat-tempat ikonik, peserta TEMASIYLA juga mengunjungi desa-desa kecil untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal. Ini memberikan pengalaman langsung tentang kehidupan masyarakat setempat dan bagaimana mereka menjaga tradisi mereka sembari beradaptasi dengan dunia modern.
Transformasi Diri Melalui Pengalaman, Selama acara, banyak peserta yang menyatakan bahwa TEMASIYLA memberikan dampak yang luar biasa terhadap cara pandang mereka terhadap dunia. Tidak hanya tentang belajar sejarah dan budaya, tetapi juga tentang bagaimana mereka dapat menjadi agen perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka merasa lebih terinspirasi untuk menjadikan eksplorasi sebagai cara untuk belajar lebih banyak tentang diri mereka sendiri dan dunia sekitar mereka.
“Perjalanan ini bukan hanya tentang melihat tempat-tempat baru, tetapi juga tentang bagaimana saya bisa menginspirasi orang lain dengan pengalaman yang saya dapatkan. Saya pulang dengan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya keberagaman dan bagaimana kita bisa menjadi agen perubahan di lingkungan kita,” ujar Samidun Koli.
Meninggalkan Warisan untuk Masa Depan, TEMASIYLA bukan hanya sekadar perjalanan wisata, tetapi juga sebuah platform untuk menciptakan dampak sosial yang lebih luas. Di akhir kegiatan, peserta diajak untuk berkolaborasi dalam proyek sosial yang akan mereka lanjutkan di negara asal mereka. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberi pengalaman pribadi yang berharga, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat global.
